• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Wakapolri Lantik Pengurus Pusat KBPP Polri 2026–2031, Awali Konsolidasi Organisasi Nasional

Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., selaku Pembina Harian Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, melantik Pengurus Pimpinan Pusat KBPP Polri Masa Bakti 2026–2031 di Gedung Bhakti Dharma Waspada, STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/7).

Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi nasional KBPP Polri yang diikuti jajaran 36 Polda serta pengurus hingga tingkat Polres secara daring. Momentum ini menandai dimulainya kepemimpinan baru untuk memperkuat soliditas organisasi, menyelaraskan program kerja, serta memperluas kontribusi KBPP Polri sebagai wadah pemersatu keluarga besar Polri dalam mendukung pembangunan nasional dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan amanah untuk membawa organisasi semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Ia mengajak seluruh pengurus menjadikan momentum ini sebagai awal memperkuat sinergi, menjaga integritas, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga besar Polri dan masyarakat.

“Jadikan pelantikan ini sebagai awal kerja bersama untuk memperkuat organisasi dan memperbesar kontribusi kepada masyarakat. Bangun kolaborasi, jaga soliditas, dan hadirkan karya nyata yang memberi manfaat bagi bangsa,” tegas Wakapolri.

Sementara itu, Ketua Umum KBPP Polri AH Bimo Suryono, S.E., S.H., menyampaikan bahwa kepengurusan baru telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum sehingga memiliki landasan yang kuat dalam menjalankan organisasi secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Menurut Bimo, kepengurusan baru akan memprioritaskan konsolidasi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah melalui penguatan tata kelola organisasi, pembaruan basis data keluarga besar Polri, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelaksanaan program di bidang pendidikan, pemberdayaan UMKM, pembinaan generasi muda, kegiatan sosial, dan kemanusiaan.

Dengan kepengurusan baru yang didukung konsolidasi organisasi secara nasional, KBPP Polri diharapkan semakin solid sebagai organisasi keluarga besar Polri yang modern, inklusif, dan mampu menjadi mitra strategis Polri dalam memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Share:

Kompolnas Bersama Lintas Lembaga Perkuat Kolaborasi Perlindungan Perempuan dan Anak

Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memperkuat sinergi dengan sejumlah kementerian dan lembaga dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya. Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kompolnas dengan sejumlah lembaga terkait di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Kerja sama tersebut melibatkan Kompolnas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (KemenPPPA), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Sekretaris Utama Kompolnas Irjen Pol. (Purn.) Drs. Arief Wicaksono Sudiutomo mengatakan, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan terkait perlindungan perempuan, anak, dan hak asasi manusia yang memiliki kompleksitas dan tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja.

“Segala sesuatu tidak bisa dilaksanakan dan dihadapi sendiri. Ini harus bersinergi sesama kementerian dan kelembagaan serta saling bertukar data dan informasi. Dengan sinergitas ini, diharapkan penanganan berbagai persoalan dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar Arief dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut salah satunya diarahkan untuk memperkuat pertukaran data dan informasi antarkementerian dan lembaga. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan berbagai persoalan secara lebih terpadu, termasuk dalam upaya memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Arief menambahkan, penguatan perlindungan perempuan dan anak juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak hingga ke tingkat kewilayahan. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi penting agar setiap lembaga dapat menjalankan peran sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing.

Sementara itu, Ketua KPAI Dr. Aris Adi Leksono mengatakan, penandatanganan MoU tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan anak, khususnya dalam konteks penegakan hukum dan pemulihan korban.

“Kami berharap dengan MoU ini, penguatan perlindungan anak Indonesia, khususnya dalam konteks penegakan hukum untuk mencapai derajat keadilan, semakin optimal. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat upaya pemulihan anak dan mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang,” ujarnya.

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA Irjen Pol. (Purn.) Dra. Desy Andriani menambahkan, sinergi lintas lembaga diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal bagi korban kekerasan, baik perempuan maupun anak, termasuk kelompok rentan lainnya seperti penyandang disabilitas dan lanjut usia.

“Sinergitas dan kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal terhadap korban-korban kekerasan, sekaligus memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku serta pemenuhan hak-hak korban dan keluarga korban,” kata Desy.

Ketua LPSK Brigjen Pol. (Purn.) Dr. Achmadi menegaskan bahwa perlindungan saksi dan korban memiliki dimensi yang luas dan kompleks sehingga tidak dapat dikerjakan oleh satu lembaga saja.

“Perlindungan saksi dan korban tidak bisa dikerjakan sendiri. LPSK juga tidak bisa bekerja sendiri, demikian juga lembaga lainnya. Karena itu, sinergi kebijakan, program, dan kegiatan perlu terus ditingkatkan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polkam Irjen Pol. Desman Sujaya Tarigan mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat diimplementasikan secara konkret hingga ke tingkat daerah.

“MoU ini tidak hanya sekadar tanda tangan, tetapi implementasinya akan diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan tugas di lapangan. Kita sudah berkomitmen bersama sampai ke tingkat daerah supaya perlindungan kepada anak, perempuan, dan masyarakat dapat lebih dirasakan,” ujarnya.

Melalui kerja sama tersebut, para pihak berkomitmen memperkuat koordinasi dan pertukaran data serta informasi, sekaligus mendorong implementasi kolaborasi hingga ke tingkat daerah. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan layanan perlindungan yang lebih cepat, tepat, profesional, dan terpadu bagi perempuan, anak, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan.

Share:

Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Layanan 110 dan Command Center, Tekankan Kecepatan Respons Jadi Ukuran Pelayanan Polri

Sorong, Papua Barat Daya - Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Pol. Dr. M. Fadil Imran, M.Si., mendorong transformasi pelayanan kepolisian melalui penguatan integrasi Layanan Polisi 110, Command Center, SPKT, Samapta, serta fungsi patroli agar mampu menghadirkan respons yang lebih cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada penyelesaian masalah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Komjen Pol. Fadil Imran saat melakukan kunjungan kerja ke Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis (16/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Astamaops Kapolri meninjau langsung pelaksanaan Layanan Polisi 110, mekanisme Command Center, hingga pola koordinasi antara operator, Pamapta, SPKT, dan personel yang bertugas di lapangan.

Berdasarkan data Posko Command Center 110 Mabes Polri, sepanjang Januari hingga Juni 2026 Layanan Polisi 110 Polresta Sorong Kota menerima 3.392 panggilan, dengan 2.672 panggilan berhasil dijawab dan success call rate mencapai 88,18 persen. Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berada pada angka 80,37 persen sekaligus menempatkan Polresta Sorong Kota pada posisi kedua di jajaran Polda Papua Barat Daya.

Meski mengapresiasi peningkatan tersebut, Fadil menegaskan bahwa indikator keberhasilan pelayanan tidak berhenti pada jumlah panggilan yang berhasil dijawab.

"Telepon terjawab adalah awal dari pelayanan, bukan akhir. Yang harus kita pastikan adalah setelah masyarakat menyampaikan masalahnya, siapa yang bergerak, berapa lama polisi sampai, dan apakah persoalan masyarakat benar-benar tertangani," ujar Fadil.

Menurutnya, paradigma pelayanan kepolisian perlu bergeser dari sekadar menerima laporan menuju memastikan setiap laporan memperoleh tindak lanjut hingga masyarakat benar-benar mendapatkan bantuan.

Ia menjelaskan bahwa alur pelayanan harus berjalan secara utuh, dimulai dari laporan diterima melalui Layanan Polisi 110, diverifikasi, diteruskan kepada personel terdekat, ditindaklanjuti di lapangan, hingga hasil penanganannya kembali dimonitor.

"Jangan hanya bertanya berapa telepon yang kita jawab. Mulai bertanya, berapa masyarakat yang benar-benar kita bantu. Itu ukuran pelayanan yang jauh lebih penting," katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Astamaops Kapolri meminta jajaran mulai mengukur waktu respons secara bertahap, mulai dari waktu laporan diterima, waktu penugasan personel, hingga waktu kedatangan anggota di lokasi. Pengukuran tersebut dinilai penting agar pimpinan dapat mengetahui setiap tahapan pelayanan yang masih perlu diperbaiki.

Selain memperkuat Layanan Polisi 110, Fadil juga menekankan pentingnya integrasi antar fungsi kepolisian agar masyarakat tidak dibebani dengan struktur internal organisasi.

"Masyarakat tidak perlu memikirkan ini urusan fungsi yang mana. Bagi masyarakat sederhana: saya membutuhkan polisi. Tugas kitalah memastikan kebutuhan itu diteruskan kepada personel yang paling tepat dan paling cepat," tegasnya.

Menurutnya, Layanan Polisi 110, Pamapta, SPKT, Samapta, patroli, Lantas hingga Reskrim harus menjadi bagian dari satu sistem pelayanan yang saling terhubung sehingga setiap informasi yang diterima dapat segera berubah menjadi keputusan operasional dan tindakan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Fadil juga memperkenalkan paradigma baru mengenai fungsi Command Center. Ia menegaskan bahwa Command Center tidak boleh dipandang semata sebagai ruangan dengan layar besar dan teknologi canggih, melainkan sebagai pusat komando yang mampu menerima informasi, menganalisis situasi, mengambil keputusan, menggerakkan personel, dan memastikan setiap persoalan masyarakat terselesaikan.

"Command Center jangan selalu dibayangkan sebagai ruangan besar dengan banyak layar atau teknologi yang mahal. Semua itu adalah alat. Hakikat Command Center adalah bagaimana kita menerima informasi, memahami masalah, mengambil keputusan, menggerakkan anggota, dan memastikan masalah masyarakat ditangani," jelasnya.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran tidak menunggu kelengkapan fasilitas untuk mulai membangun sistem pelayanan yang efektif. Menurutnya, Command Center dapat berjalan optimal selama memiliki operator yang siap, Layanan Polisi 110 yang aktif, komunikasi radio yang terhubung, data personel yang dapat digerakkan, serta pimpinan yang mampu mengambil keputusan secara cepat.

Selain memperkuat pelayanan yang bersifat responsif, Astamaops Kapolri juga mendorong pemanfaatan data gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai dasar penyusunan strategi pencegahan kejahatan.

Berdasarkan data DORS Polri, sepanjang tahun 2025 tercatat 2.429 kasus kejahatan di wilayah hukum Polresta Sorong Kota, sedangkan periode Januari hingga Juni 2026 tercatat 1.503 kasus. Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi jenis kejahatan yang paling dominan, dengan 613 kasus pada tahun 2025 dan 363 kasus selama Januari-Juni 2026.

Fadil meminta data tersebut tidak berhenti sebagai laporan administratif, tetapi diterjemahkan menjadi informasi operasional melalui pemetaan lokasi dan waktu rawan kejahatan sehingga patroli dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran.

"Data harus bisa menjawab: kejahatan paling sering terjadi di mana, jam berapa paling rawan, bagaimana pola kejadiannya, dan patroli mana yang paling dekat. Dari situ kita bisa menggerakkan anggota dengan lebih tepat," ujarnya.

Ia berharap pendekatan berbasis data mampu mengubah pola kerja kepolisian dari yang semula lebih banyak bersifat reaktif menjadi semakin preventif melalui kehadiran personel pada lokasi dan waktu yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Menutup arahannya, Fadil menegaskan bahwa seluruh transformasi tersebut pada akhirnya bertujuan menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin cepat, humanis, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

"Pada akhirnya, masyarakat tidak menilai seberapa canggih teknologi yang kita miliki ataupun seberapa besar layar yang ada di Command Center. Masyarakat menilai apakah ketika membutuhkan pertolongan, polisi dapat hadir dengan cepat dan membantu menyelesaikan masalahnya," pungkasnya.

Share:

Kapolsek Srandakan Perkuat Sinergi dengan Koramil 17, Tegaskan Soliditas TNI-Polri Jaga Kamtibmas

BANTUL – Kapolsek Srandakan AKP Jumadi, S.H., bersama jajaran Kanit, Panit, Kasi, dan personel Polsek Srandakan melaksanakan silaturahmi ke Mako Koramil 17 Srandakan pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas antara TNI dan Polri sekaligus menjaga koordinasi dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kapanewon Srandakan.

Kedatangan rombongan Polsek Srandakan disambut langsung oleh Danramil 17 Srandakan Lettu CBA Sumardi beserta anggota. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sekaligus menjadi ajang mempererat komunikasi antarlembaga yang selama ini telah berjalan baik.

Kapolsek Srandakan AKP Jumadi mengatakan silaturahmi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Polsek Srandakan dan Koramil 17 Srandakan untuk terus menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

"Kunjungan ini kami lakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan baik yang selama ini telah terjalin. Kami ingin memastikan sinergitas antara TNI dan Polri tetap solid sehingga mampu memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Jumadi.

Menurutnya, kebersamaan antara TNI dan Polri menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari menjaga stabilitas keamanan hingga mendukung pelaksanaan program-program pemerintah.

"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa TNI dan Polri tetap solid. Dengan komunikasi yang baik dan koordinasi yang terus dibangun, setiap persoalan yang muncul di wilayah dapat diselesaikan secara bersama-sama demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujarnya.

Jumadi menambahkan, sinergitas yang telah terjalin selama ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

"Kami berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama yang harmonis dengan seluruh unsur di wilayah. Kebersamaan ini menjadi kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kapanewon Srandakan," ucapnya.

Sementara itu, Danramil 17 Srandakan Lettu CBA Sumardi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolsek Srandakan beserta jajaran. Menurutnya, hubungan baik yang telah terbangun selama ini menjadi modal penting dalam mendukung berbagai kegiatan di wilayah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Srandakan beserta seluruh personel yang selama ini selalu bersinergi dengan Koramil. Kerja sama yang baik ini telah memberikan kontribusi positif dalam menyukseskan berbagai program pemerintah, khususnya di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Sumardi.

Ia menambahkan, kekompakan yang terjalin tidak hanya melibatkan Polsek dan Koramil, tetapi juga seluruh unsur pemerintah di Kapanewon Srandakan sehingga setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara terpadu.

"Sinergitas yang telah terbangun harus terus dipertahankan. Seluruh unsur di wilayah saling mendukung dan saling melengkapi sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin optimal," ujarnya.

Silaturahmi tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan itu, Polsek Srandakan dan Koramil 17 Srandakan kembali menegaskan komitmen untuk terus menjaga soliditas TNI-Polri sebagai garda terdepan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kapanewon Srandakan.


Share:

Kapolsek Bantul Sambangi Koramil 01/Bantul, Perkuat Sinergi TNI-Polri Jaga Kamtibmas

Bantul - Kapolsek Bantul Kompol Rapiqoh, S.H., M.H., bersama jajaran personel Polsek Bantul melaksanakan silaturahmi ke Mako Koramil 01/Bantul pada Selasa (14/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kapanewon Bantul.

Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB itu, rombongan Polsek Bantul diterima langsung oleh Danramil 01/Bantul Mayor Rr. Sri Mangestu, M.A., A.Md., beserta jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, mencerminkan hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara kedua institusi.

Kapolsek Bantul Kompol Rapiqoh mengatakan, silaturahmi tersebut bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bentuk nyata komitmen TNI dan Polri untuk terus menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

"Silaturahmi ini merupakan wujud nyata soliditas TNI dan Polri. Kami ingin memastikan bahwa komunikasi dan koordinasi yang selama ini telah terjalin dengan baik terus dipelihara, sehingga setiap tantangan di wilayah dapat dihadapi secara bersama-sama," kata Rapiqoh.

Menurutnya, sinergi yang kuat antara Polsek Bantul dan Koramil 01/Bantul menjadi modal penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

"Kami ingin memberikan pesan kepada masyarakat bahwa TNI dan Polri selalu kompak, saling mendukung, dan siap bekerja sama dalam memberikan pelayanan, perlindungan, serta pengayoman kepada masyarakat. Kebersamaan ini harus terus dijaga karena menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bantul," ujarnya.

Rapiqoh menambahkan, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat akan lebih mudah diselesaikan apabila seluruh unsur, termasuk TNI, Polri, pemerintah kapanewon, hingga elemen masyarakat, terus membangun komunikasi yang baik.

"Koordinasi yang intensif menjadi kunci. Dengan kebersamaan yang kuat, kami optimistis berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini dan masyarakat dapat merasakan kehadiran negara melalui pelayanan yang maksimal," ucapnya.

Sementara itu, Danramil 01/Bantul Mayor Rr. Sri Mangestu menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolsek Bantul beserta jajaran. Ia menilai hubungan yang telah terjalin selama ini menjadi fondasi penting dalam mendukung berbagai program pemerintah maupun menjaga keamanan wilayah.

"Kami mengucapkan terima kasih atas silaturahmi ini. Selama ini koordinasi antara Koramil 01/Bantul dan Polsek Bantul telah berjalan sangat baik. Sinergitas yang terbangun memberikan dampak positif dalam menjaga situasi kamtibmas serta mendukung berbagai program pemerintah di wilayah Kapanewon Bantul," kata Sri Mangestu.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi tidak hanya terjalin antara TNI dan Polri, tetapi juga bersama seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimkap) serta instansi terkait.

"Semangat kebersamaan ini harus terus dipertahankan. Dengan saling mendukung dan saling melengkapi, kami yakin pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal dan kondisi wilayah tetap aman, nyaman, serta kondusif," ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui silaturahmi tersebut, Polsek Bantul dan Koramil 01/Bantul menegaskan komitmen untuk terus menjaga soliditas serta meningkatkan koordinasi dalam memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat di wilayah Kapanewon Bantul.

Share:

Kapolsek Sewon Sambangi Koramil 04/Sewon, Tegaskan Soliditas TNI-Polri Jaga Kamtibmas

Bantul - Kapolsek Sewon AKP Sutrisno, S.H., M.H., bersama jajaran Kanit, Panit, dan Kasi Polsek Sewon melaksanakan silaturahmi ke Mako Koramil 04/Sewon, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kapanewon Sewon.

Kunjungan yang berlangsung di Mako Koramil 04/Sewon, Jalan Parangtritis, Druwo, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, itu disambut langsung oleh Danramil 04/Sewon Mayor CKE Yudi Setiawan didampingi Wadanramil Kapten Infanteri Sugianto beserta anggota.

Kapolsek Sewon AKP Sutrisno mengatakan silaturahmi tersebut merupakan agenda untuk mempererat hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara Polsek Sewon dan Koramil 04/Sewon. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang kuat menjadi fondasi penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

"Kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus wujud nyata bahwa TNI dan Polri tetap solid. Kebersamaan yang telah terjalin harus terus dipelihara agar pelaksanaan tugas di lapangan semakin optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Sutrisno.

Ia menegaskan, kekompakan TNI dan Polri juga menjadi pesan positif bagi masyarakat bahwa kedua institusi selalu hadir bersama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah.

"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa TNI dan Polri tetap solid. Sinergitas ini bukan hanya sebatas koordinasi, tetapi diwujudkan melalui kerja sama yang nyata dalam menjaga keamanan, memberikan perlindungan, serta melayani masyarakat di Kapanewon Sewon," ujarnya.

Sutrisno menambahkan, tantangan dalam menjaga kamtibmas membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, hubungan yang harmonis antara Polsek, Koramil, pemerintah kapanewon, hingga unsur masyarakat harus terus diperkuat.

"Melalui komunikasi yang baik dan koordinasi yang intensif, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan cepat. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif," ucapnya.

Sementara itu, Danramil 04/Sewon Mayor CKE Yudi Setiawan menyampaikan apresiasi kepada Kapolsek Sewon beserta seluruh personel yang selama ini aktif membangun kerja sama dengan Koramil dalam mendukung berbagai kegiatan di wilayah.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini. Selama ini sinergitas antara Koramil dan Polsek Sewon telah berjalan sangat baik, terutama dalam mendukung program-program pemerintah dan menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif," kata Yudi.

Menurutnya, kekompakan tersebut tidak hanya terjalin antara TNI dan Polri, tetapi juga melibatkan seluruh unsur pemerintah di tingkat kapanewon sehingga berbagai program dapat berjalan secara maksimal.

"Sinergitas yang terbangun selama ini menjadi kekuatan besar dalam melayani masyarakat. Seluruh unsur di Kapanewon Sewon saling mendukung dan saling melengkapi sehingga setiap kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dijaga," ujarnya.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, serta diwarnai diskusi mengenai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor. Melalui silaturahmi tersebut, Polsek Sewon dan Koramil 04/Sewon kembali menegaskan komitmennya untuk terus menjaga soliditas TNI-Polri sebagai garda terdepan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kapanewon Sewon.

Share:

Polri Gelar Upacara Hari Bhayangkara Ke-80 di Satlat Korbrimob Cikeas

Bogor – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7). Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, serta tamu undangan dari dalam dan luar negeri.

Upacara Hari Bhayangkara ke-80 diikuti ribuan peserta yang terdiri atas personel Polri, TNI, Taruna Akpol, Aparatur Sipil Negara Polri, serta berbagai komponen masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan juga ditampilkan defile pasukan, atraksi kemampuan personel, parade kendaraan operasional, fly pass, hingga keterlibatan elemen masyarakat sebagai wujud sinergi Polri bersama seluruh komponen bangsa dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Selain upacara, rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga diisi dengan penganugerahan tanda kehormatan dan penghargaan kepada tokoh bangsa, personel, serta satuan kerja berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan pengabdian Polri sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, dan menghadirkan pelayanan yang semakin Presisi. Melalui tema ‘Polri untuk Masyarakat’, kami ingin menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan tugas Polri harus selalu berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam upacara tahun ini menunjukkan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang dibangun melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Kehadiran berbagai komponen masyarakat dalam Upacara Hari Bhayangkara ke-80 mencerminkan kuatnya sinergi antara Polri dan masyarakat. Ini menjadi semangat bersama untuk terus menjaga persatuan, memperkuat keamanan, serta mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih maju,” katanya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi ajang untuk menampilkan hasil transformasi Polri yang semakin modern dan adaptif, baik melalui penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, maupun peningkatan kualitas pelayanan publik. Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan komitmen Polri untuk terus bertransformasi sebagai institusi yang profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat.

Melalui semangat “Polri untuk Masyarakat”, Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan menjadi penguat tekad seluruh insan Bhayangkara untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara serta memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum yang berkeadilan demi terwujudnya Indonesia yang aman, tertib, dan sejahtera.

Share:

Polri Laksanakan Kenaikan Pangkat 87 Perwira Tinggi, Empat Perwira Raih Bintang Tiga

Jakarta - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung upacara kenaikan pangkat ke dan dalam golongan personel Polri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Pada periode kali ini, sebanyak 41.578 personel Polri memperoleh kenaikan pangkat, termasuk 87 Perwira Tinggi (Pati) Polri yang terdiri atas 4 Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi, 29 Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi, dan 54 Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi.

Dalam jajaran perwira tinggi yang naik menjadi Komjen Pol atau bintang tiga, terdapat empat nama yakni Komjen Pol. Drs. Mulia Hasudungan Ritonga, M.Si., Komjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, M.Si., Komjen Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si., serta Komjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. Kenaikan pangkat tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi para perwira tinggi dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada institusi dan masyarakat.

Sementara itu, kenaikan pangkat menjadi Irjen Pol atau bintang dua diberikan kepada 29 perwira tinggi, di antaranya Irjen Pol. Agus Wijayanto, S.I.K., S.H., M.H. dan Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.I.K., M.H., bersama 27 perwira tinggi lainnya. Adapun sebanyak 54 perwira menengah juga resmi menyandang pangkat Brigjen Pol atau bintang satu.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengatakan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanah dari institusi yang harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan atas perjalanan karier, tetapi juga amanah yang mengandung tanggung jawab lebih besar. Kami berharap seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat terus memperkuat integritas, profesionalisme, dan kepemimpinan dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat, ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Menurut Kadivhumas, kenaikan pangkat yang dipimpin langsung oleh Kapolri menjadi simbol penghargaan institusi atas dedikasi dan prestasi personel, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kepercayaan yang diberikan negara dan institusi harus dijawab dengan kinerja yang semakin optimal. Jadikan kenaikan pangkat ini sebagai motivasi untuk terus menghadirkan Polri yang responsif, humanis, profesional, serta semakin dipercaya masyarakat, tambahnya.

Selain 87 perwira tinggi, kenaikan pangkat periode 30 Juni 2026 juga diberikan kepada 878 Perwira Menengah (Pamen), 1.289 Perwira Pertama (Pama), 37.930 personel Bintara, dan 1.394 personel Tamtama. Secara keseluruhan, sebanyak 41.578 personel Polri memperoleh kenaikan pangkat sebagai bagian dari pembinaan karier dan penghargaan atas dedikasi serta kinerja dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Kenaikan pangkat ini diharapkan semakin memperkuat profesionalisme, soliditas organisasi, serta kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan yang semakin optimal.


Share:

Presiden KSPI Said Iqbal Apresiasi Peran Polri, Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80

Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Ia mengapresiasi peran Polri yang dinilai senantiasa hadir memberikan pengamanan secara profesional dan humanis, termasuk dalam mengawal berbagai aksi penyampaian aspirasi para buruh.

Menurut Said Iqbal, kehadiran Polri selama berbagai aksi unjuk rasa buruh telah memberikan rasa aman sekaligus memastikan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara tertib. Ia menilai pendekatan yang dilakukan aparat kepolisian selama ini menunjukkan sikap yang bijaksana dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

"Polisi Republik Indonesia selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, di tengah-tengah demonstrasi buruh, mengatur dengan bijak dan arif," ujar Said Iqbal di Jakarta, Senin (29/6).

Selain menjalankan fungsi pengamanan, Said Iqbal juga mengapresiasi kontribusi Polri dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan hubungan industrial. Menurutnya, Polri turut berperan dalam memfasilitasi komunikasi dan membantu mencarikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi para pekerja dan dunia usaha.

"Polri juga turut membantu dalam penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan sehingga buruh dapat memperoleh solusi melalui mekanisme yang baik dan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Presiden KSPI yang memimpin salah satu konfederasi serikat pekerja terbesar di Indonesia tersebut berharap Polri terus mempertahankan profesionalisme, independensi, serta pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

"Kami buruh Indonesia mengucapkan terima kasih, sekaligus mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara yang ke-80. Polri untuk Masyarakat," tegasnya.

Said Iqbal optimistis semangat Hari Bhayangkara ke-80 dapat semakin memperkuat sinergi antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pekerja, dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis demi kemajuan bangsa.

Share:

Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Degam: Kepercayaan Publik 82,4 Persen Jadi Kado Terindah bagi Polri di HUT Bhayangkara ke-80

Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, H. Nazaruddin Degam, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, meningkatnya tingkat kepercayaan publik terhadap Polri sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Litbang Kompas 2026 merupakan bukti nyata atas kerja keras dan dedikasi institusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Nazaruddin mengatakan, hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen menjadi capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

"Melalui Survei Litbang Kompas, hasil kinerja rekan-rekan mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat dengan adanya peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri yang mencapai angka 82,4 persen," ujar Nazaruddin Degam di Jakarta, Senin (29/6).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi hadiah istimewa bagi Korps Bhayangkara yang pada tahun ini memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema "Polri untuk Masyarakat". Ia menilai tema tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Capaian ini merupakan kado terindah bagi Polri di Hari Bhayangkara ke-80. Semoga kepercayaan yang diberikan masyarakat dapat terus dijaga melalui pengabdian dan pelayanan yang semakin profesional," katanya.

Nazaruddin juga berharap Polri terus memperkuat kinerjanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum secara adil, serta memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Menurutnya, kehadiran Polri yang semakin dipercaya masyarakat akan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan nasional.

"Seluruh elemen bangsa menanti selalu darma bakti Polri untuk mewujudkan masyarakat yang aman, tenteram, dan sejahtera menuju Indonesia Emas," tegasnya.

Ia optimistis Polri akan terus mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kepercayaan publik melalui kerja nyata yang profesional, humanis, dan berintegritas. Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Nazaruddin berharap Polri semakin dekat dengan masyarakat serta terus menjadi institusi yang mampu menjawab harapan publik di masa mendatang.

Share:

Densus 88 AT Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Ekstremisme Digital pada Anak dan Remaj

Jakarta - Densus 88 AT Polri resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 18–20 Mei 2026 dengan mengusung tema strategi kolaboratif presisi dalam penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme guna menjaga stabilitas kamtibmas nasional.

Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana menjelaskan bahwa Rakernis tahun ini menjadi momentum penting dalam merespons transformasi ancaman terorisme yang semakin kompleks dan multidimensional, khususnya di ruang digital yang menyasar anak-anak dan remaja.

“Fenomena ekstremisme mengarah kepada terorisme saat ini telah berkembang dari pola ideologis konvensional menuju kepada berbagai bentuk baru yang dikenal sebagai non coherent extremism maupun nihilistic violent extremism. Media sosial, platform digital, hingga game online kini dimanfaatkan sebagai sarana rekrutmen, grooming, serta penyebaran kekerasan,” ujar Kombes Pol. Mayndra.

Dalam rangkaian pembukaan Rakernis, Kapolri meninjau Milestone Wall yang menampilkan sejarah panjang penanggulangan terorisme di Indonesia, mulai dari akar gerakan DI/TII tahun 1949, perkembangan jaringan transnasional Jemaah Islamiyah, tragedi Bom Bali I, hingga keberhasilan Densus 88 AT Polri menjaga capaian “ Zero Attacks” sepanjang periode 2023–2025.

Rakernis yang diikuti kurang lebih 670 peserta tersebut fokus membahas peningkatan paparan radikalisme dan kekerasan terhadap anak. Berdasarkan data tahun 2026, tercatat 132 anak terpapar radikalisme dibeberapa provinsi, 115 anak terpapar paham kekerasan  dan telah diintervensi oleh Densus 88 bersama dengan Polda dan Pemerintah Daerah beserta stakeholders terkait. Sebagian kasus diketahui juga berkaitan dengan komunitas digital seperti True Crime Community (TCC) yang menunjukkan eskalasi menuju aksi kekerasan.

Selain pembahasan strategi preemtif, preventif, dan represif, forum ini juga menyoroti pentingnya penguatan literasi digital, deteksi dini di lingkungan sekolah dan keluarga, serta optimalisasi rencana kontinjensi Aman Nusa III.

Dalam arahannya, Kapolri memberikan apresiasi atas keberhasilan Densus 88 AT Polri mempertahankan status zero terrorist attack selama hampir tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, keberhasilan tersebut tentu saja sangat mendukung stabilitas nasional, meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, serta memberikan dampak positif terhadap iklim investasi dan agenda strategis nasional maupun internasional.

Kapolri juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks akibat tingginya penetrasi internet dan perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dimanfaatkan kelompok ekstrem untuk melakukan radikalisasi otomatis, penyebaran salad bar ideology, hingga gamifikasi kekerasan melalui platform permainan daring.

“Densus 88 AT Polri harus terus memperkuat kemampuan intelijen teknologi dan intelijen manusia guna mengantisipasi transformasi ancaman yang bergerak cepat di ruang siber,” ujar Kombes Pol. Mayndra mengulangi arahan Kapolri.

Pada kesempatan tersebut, Kapolri turut menyerahkan penghargaan kepada 12 tokoh dan counterpart dari negara sahabat yang dinilai berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme, termasuk akademisi, psikolog, mitra internasional, lembaga pendidikan, hingga unsur masyarakat sipil.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Kapolri didampingi oleh Kadensus 88 AT, dan beberapa Pejabat Utama Polri, dengan harapan seluruh instrumen intelijen dan penegakan hukum dapat semakin adaptif dan kolaboratif dalam menjaga keamanan nasional serta melindungi generasi muda Indonesia dari ancaman ekstremisme berbasis kekerasan.
Share:

Kapolri Terima Adhi Bhakti Senapati, Jadi Motivasi Perkuat Sinergi Keamanan Siber

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima tanda kehormatan Adhi Bhakti Senapati dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Hari Rabu (06/05/2026). Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam bidang keamanan dan pertahanan, khususnya dalam penguatan kolaborasi lintas lembaga di ruang siber.

Kapolri mengungkapkan, penghargaan Adhi Bhakti Senapati menjadi momen penting yang semakin mendorong dirinya untuk meningkatkan kolaborasi antara Polri dengan berbagai pihak, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan pentingnya persatuan dan sinergi dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap bangsa dan negara.

"Bagi saya ini adalah penghargaan yang sangat luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kolaborasi dan sinergisitas. Apalagi Bapak Presiden telah menyampaikan bahwa kita harus bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan," jelasnya.

Menurut Kapolri, ancaman di ruang siber menjadi salah satu tantangan terbesar ke depan. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang mencakup peningkatan literasi digital, penguatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan sistem keamanan yang andal, serta penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber.

"Kita harus bersama-sama menjaga ruang siber, mulai dari literasi, penguatan SDM, pembangunan sistem keamanan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber," tegasnya.

Selain itu, Kapolri juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, BSSN, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kedaulatan negara, baik dari sisi keamanan siber maupun pertahanan.

"Kolaborasi dan sinergisitas menjadi kunci sukses untuk menjaga kedaulatan di bidang keamanan," pungkasnya.


Share:

Gedung Baru Kompolnas Diresmikan, Kapolri Tekankan Penguatan Pengawasan dan Respons Keluhan Masyarakat

jogja.polri.go.id Komisi Kepolisian Nasional resmi menempati gedung baru di Graha Sentana, Jalan Hj. Tutty Alawiyah No. 2, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). Peresmian tersebut ditandai dengan kegiatan syukuran yang dihadiri jajaran pemerintah, kementerian/lembaga, serta pimpinan Polri.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pemanfaatan kantor baru Kompolnas sekaligus sarana komunikasi publik atas penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran gedung baru diharapkan mampu menunjang pelaksanaan tugas pengawasan fungsional terhadap Polri, pelayanan pengaduan masyarakat, serta memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menjelaskan bahwa pemindahan kantor Kompolnas bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat dalam menyampaikan aspirasi maupun laporan terkait kepolisian.
"Supaya masyarakat yang berkepentingan atau berhubungan dengan Kompolnas bisa datang tanpa ragu-ragu, karena tempat ini menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan demi perbaikan kepolisian maupun Kompolnas sendiri," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan gedung baru ini juga menjadi simbol penguatan kerja sama antara Kompolnas dan Polri dalam memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
"Tidak ada pembedaan, yang ada adalah kita bersama-sama bekerja memberikan sesuatu yang berharga bagi kepentingan bangsa," tambahnya.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi atas peresmian gedung baru tersebut serta menegaskan pentingnya peran Kompolnas sebagai mitra strategis Polri. Menurutnya, Kompolnas memiliki fungsi memberikan masukan kebijakan strategis sekaligus menerima laporan masyarakat untuk ditindaklanjuti secara cepat oleh Polri.

"Kompolnas adalah mitra strategis Polri untuk memastikan institusi Polri betul-betul dapat melaksanakan tugas secara profesional," ungkapnya.

Kapolri menekankan bahwa Polri membutuhkan masukan dan evaluasi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kami membutuhkan masukan dan evaluasi agar Polri bisa bekerja lebih baik, lebih profesional, mendengarkan keluhan masyarakat, dan segera meresponsnya," lanjutnya.

Ia berharap kehadiran gedung baru Kompolnas dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan, transparansi, serta sinergi antar lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Dengan gedung baru ini diharapkan Kompolnas semakin banyak menerima masukan dari masyarakat sehingga harapan publik terhadap Polri dapat terwujud," tutupnya.

Melalui peresmian kantor baru ini, diharapkan sinergi antara Kompolnas dan berbagai kementerian/lembaga semakin solid, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pengaduan masyarakat serta transparansi informasi publik sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas kelembagaan.

Share:

Awal Tahun Kelam di Bantul: 10 Nyawa Melayang di Jalan Raya, Polisi Soroti Faktor Kecepatan

Awal tahun 2026 menjadi periode kelam bagi keselamatan jalan raya di wilayah hukum Polres Bantul. Hanya dalam waktu kurang dari satu bulan, tercatat sebanyak 10 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas.


Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan bahwa intensitas kecelakaan di wilayahnya masih tergolong tinggi. Berdasarkan data periode 1 hingga 25 Januari 2026, telah terjadi ratusan insiden di jalanan Bantul.


"Selama Januari ini, telah terjadi sebanyak 140 kasus laka lantas di Bantul," ujar Iptu Rita mewakili Kapolres Bantul di markas kepolisian setempat, Senin (26/1/2026).


Selain menelan 10 korban jiwa, rentetan kecelakaan tersebut juga mengakibatkan ratusan orang lainnya harus menderita luka-luka.


"Total sebanyak 176 korban mengalami luka-luka dan kerugian materiil: mencapai Rp95.650.000," terang Iptu Rita.


Pihak kepolisian menilai tingginya angka fatalitas ini dipicu oleh minimnya kesadaran pengendara dalam berbagi ruas jalan. Kurangnya toleransi antar-pengguna jalan seringkali berujung pada petaka.


"Kebanyakan disebabkan oleh berkendara dengan kecepatan tinggi tanpa dibarengi dengan kewaspadaan," tegas Iptu Rita.


Lebih lanjut, ia membedah tiga faktor utama penyebab laka lantas, yakni manusia (human error), kondisi jalan, dan kelaikan kendaraan. Faktor manusia tetap menjadi penyumbang tertinggi, terutama dalam kasus kecelakaan tunggal atau out of control (lepas kendali).


"Secara teori, faktor manusia memang lebih tinggi. Kebut-kebutan di jalan yang sempit atau tikungan yang bergelombang memicu terjadinya lepas kendali. Ini menjadi bahan analisa dan evaluasi (anev) kami ke depan," tambahnya.


Menyikapi situasi ini, Polres Bantul memberikan atensi khusus dan meminta masyarakat untuk tidak abai terhadap aturan teknis berkendara. Banyak kecelakaan terjadi karena hal sepele, seperti tidak adanya lampu utama atau lampu belakang yang berfungsi.


"Pastikan lampu dan rem berfungsi optimal sebelum berangkat serta wajib menggunakan helm standar SNI," imbuhnya.


Selain itu, dilarang keras menggunakan ponsel saat berkendara serta jangan mengemudi jika mengantuk atau di bawah pengaruh alkohol.


"Kami meminta masyarakat untuk berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Mari jadikan jalan raya tempat yang aman, bukan lokasi tragedi," pungkas Iptu Rita. 

Share:

Kompolnas Apresiasi Polda DIY Sebagai Role Model Dalam Implementasi Paradigma Polri yang Humanis

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaksanakan kunjungan kerja ke Polda DIY selama tiga hari (15-17 April 2026) dalam rangka pengumpulan data terkait sarana-prasarana (sarpras), materiil/logistik, anggaran, serta sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari penguatan paradigma baru Polri yang semakin humanis.

Kunjungan yang dipimpin oleh Mochammad Choirul Anam tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan dan implementasi kinerja kepolisian di wilayah DIY dalam menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kompolnas melakukan pendalaman data serta diskusi bersama jajaran Polda DIY guna memastikan bahwa aspek sarpras, anggaran, dan SDM telah berjalan selaras dengan tuntutan transformasi Polri yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kompolnas menilai bahwa Polda DIY telah mampu mewujudkan paradigma kepolisian yang humanis dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Salah satu indikatornya terlihat dari penanganan aksi unjuk rasa yang mengedepankan pendekatan kearifan lokal, sehingga situasi tetap terkendali tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Atas capaian tersebut, Kompolnas berharap Polda DIY dapat menjadi laboratorium sentral atau role model bagi Polda lain di Indonesia dalam mengimplementasikan paradigma baru pelayanan Polri yang lebih humanis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kompolnas juga melakukan peninjauan ke Satuan Brimob Polda DIY guna melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana pendukung tugas Brimob dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah DIY.

Sementara itu, Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyambut baik atas kunjungan Kompolnas di jajaran Polda DIY sebagai momentum untuk mengevaluasi sejauhmana kinerja Polda DIY dalam melayani masyarakat.

"Kunjungan ini merupakan salah satu bentuk pengawasan eksternal untuk memotret Polda DIY dari luar, sehingga kami sangat berterima kasih Polda DIY dijadikan sebagai salah satu objek kunjungan untuk memastikan bahwa pelaksanaan tugas Polri di wilayah DIY telah berjalan sesuai dengan paradigma Polri yang humanis dan melayani. Kami juga berharap hasil dari kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.


Share:

Wakapolri Tekankan Transformasi Digital dan Penguatan SDM pada Rakernis Humas Polri 2026

Jakarta - Wakapolri Komjen. Pol Dedi Prasetyo memberikan pengarahan strategis kepada jajaran dalam kegiatan Rakernis Humas Polri 2026 di Jakarta (15/04). Dalam arahannya, Wakapolri mengapresiasi peningkatan kualitas strategi manajemen media yang dinilai semakin baik dari tahun ke tahun. "Humas adalah suara dan telinga institusi. Peran ini menempatkan Humas di garis depan sekaligus garis terakhir dalam menjaga marwah Polri," tegas Komjen. Pol Dedi Prasetyo.

Lebih dari sekadar juru bicara, Wakapolri menyampaikan bahwa Humas Polri merupakan komunikator strategi yang harus dapat mengelola persepsi publik terutama dalam membangun kepercayaan publik. "Humas bukan sekadar juru bicara, tetapi strategic communication hub yang mengelola persepsi publik, membangun kepercayaan, serta melawan disinformasi untuk mendukung legitimasi institusional," tegas Wakapolri.

Wakapolri menekankan bahwa Divhumas harus mampu bertransformasi melalui pendekatan intelligence-led communication, dengan mengoptimalkan sistem berbasis big data dan artificial intelligence seperti monitoring real-time, analisis cerdas, hingga respons cepat terhadap isu. Ia juga menegaskan pentingnya penggunaan framework komunikasi berbasis akurasi, relevansi, hingga tujuan yang jelas dalam setiap produksi konten.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya internalisasi fungsi kehumasan di seluruh lini organisasi Polri. Mengacu pada Perkap Nomor 6 Tahun 2023, fungsi kehumasan tidak hanya diemban oleh personel Humas, tetapi seluruh anggota Polri. "Di tengah arus informasi yang serba cepat, setiap personel harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tepat, dan penuh empati," jelasnya.

Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Wakapolri mengingatkan bahwa seluruh jajaran Humas harus memahami arah kebijakan nasional melalui RPJPN 2025-2045, termasuk delapan agenda pembangunan nasional dan transformasi digital sebagai pilar utama. Hal ini penting agar komunikasi publik Polri selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.

Wakapolri juga menjelaskan terkait Grand Strategy Polri 2025-2045 yang terbagi dalam empat tahap, mulai dari penguatan pondasi organisasi hingga terwujudnya Polri yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada masyarakat. Lima tujuan utama Polri juga harus dicapai secara terukur, mulai dari menjaga kamtibmas, penegakan hukum yang adil dan humanis, hingga transformasi menuju organisasi modern berbasis teknologi.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya optimalisasi War Room Humas sebagai pusat kendali informasi untuk memonitor isu viral, menganalisis tren, serta menentukan langkah mitigasi dan amplifikasi secara cepat dan tepat.

Menutup arahannya, Wakapolri mengingatkan bahwa Divisi Humas Polri adalah representasi utama dalam komunikasi Polri kepada masyarakat. "Humas harus menjadi garda terdepan dalam menerapkan strategic intelligence-led communication, sekaligus menjaga marwah institusi Polri di ruang publik," pungkasnya.
Share:

Polri Dinilai Sukses Kelola Arus Mudik dan Balik Lebaran, Tuai Respons Positif Masyarakat

Jakarta - Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dinilai berjalan lancar. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Polri dalam mengelola lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat.

Selama periode operasi yang berlangsung selama 13 hari, Polri dinilai mampu hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pelayanan yang optimal. Tidak hanya memastikan kelancaran arus lalu lintas, Polri juga dinilai berhasil menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia, Edi Saputra Hasibuan, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

"Keberhasilan melancarkan arus mudik dan balik Lebaran ini menunjukkan bahwa Polri hadir memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Polri mampu memberikan pelayanan yang nyaman, cepat, dan responsif sehingga masyarakat merasa aman selama perjalanan,"
 ujar Edi.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Polri di berbagai titik pengamanan dan pelayanan memberikan dampak signifikan terhadap persepsi publik. Menurutnya, masyarakat merasakan langsung kecepatan respons dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

"Yang dirasakan masyarakat adalah Polri hadir memberikan pelayanan yang cepat dan membuat masyarakat merasa nyaman. Hal ini menjadi indikator penting keberhasilan Operasi Ketupat," jelasnya.

Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan operasi, Polri juga mendapatkan banyak tanggapan positif dari masyarakat. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

"Dalam 13 hari pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri banyak mendapatkan respons positif dari masyarakat. Ini menjadi catatan baik dan harus terus dipertahankan ke depan," pungkasnya.

Dengan capaian tersebut, Polri diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengamanan momen-momen besar yang melibatkan mobilitas masyarakat secara masif seperti arus mudik dan balik Lebaran.


Share:

Langkah Awal Jadi Taruna Akpol, 76 Peserta Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS. Bhayangkara DIY

jogja.polri.go.id -Humas, Sebanyak 76 orang yang terdiri dari 70 pria dan 6 wanita mengikuti Pemeriksaan Kesehatan tahap I Seleksi Penerimaan Terpadu Taruna Akpol T.A. 2026 Panitia Daerah DIY.

Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan hari ini Selasa 7 April 2026 di RS. Bhayangkara Polda DIY.

Rikkes tahap I kali ini diawasi oleh pengawas internal dari Bidporam Polda DIY serta dari Itwasda Polda DIY. Adapun pengawas eksternal didatangkan langsung dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY.

Beberapa item pemeriksaan Kesehatan yang diperiksa meliputi pemeriksaan secara keseluruhan yaitu pemeriksaan tinggi badan, berat badan, gigi dan mulut, tensi nadi, visus mata, telinga hidung tenggorokan (THT), tes buta warna, hingga pemeriksaan fisik luar.

Adapun hasil dari tes kesehatan tahap 1 ini akan diumumkan hari ini juga untuk mengetahui peserta yang memenuhi syarat ataupun yang tidak memenuhi syarat. Bagi yang memenuhi syarat maka berhak mengikuti rangkaian seleksi berikutnya yaitu tes pemeriksaan psikologi, tes jasmani, hingga pemeriksaan kesehatan tahap 2 (organ dalam).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., di dampingi Karo SDM Polda DIY dan Kabid Dokkes Polda DIY.

Share:

Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas Operasi Ketupat 2026

jogja.polri.go.id - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mencatatkan prestasi sebagai salah satu Polda terbaik dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026. Berdasarkan survei kepuasan masyarakat yang dirilis oleh Korlantas Polri, Polda DIY berhasil menduduki peringkat pertama dalam kategori pelaksanaan rekayasa lalu lintas dengan indeks rata-rata 90,91. Angka ini sangat tinggi melampaui rata-rata indeks nasional sebesar 85, 53 dan tertinggi di antara 8 Polda prioritas di wilayah Pulau Jawa, Lampung, dan Balim, (Minggu, 29 Maret 2026).

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa pencapaian ini diraih atas sinergi dan kolaborasi antara Polda DIY dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait termasuk masyarakat yang senantiasa mematuhi rambu dan rekayasa lalu lintas serta anjuran petugas kami di lapangan.

"Pencapaian ini tentunya berkat kerja keras dan kolaborasi seluruh petugas di lapangan, namun yang paling utama bagaimana rekayasa yang sudah diterapkan selama mudik dan libur lebaran dapat membantu masyarakat, kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan masih banyak terdapat kekurangan" ujar Kombes Pol Ihsan dalam keterangan resminya.

Operasi Ketupat Progo 2026 sendiri berakhir pada 25 Maret kemarin dan dilanjutkan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan, dimana tahun ini menunjukkan dinamika pergerakan massa yang sangat besar di wilayah Yogyakarta.

Berdasarkan evaluasi (anev) akhir operasi, tercatat volume kendaraan yang masuk ke wilayah DIY jauh lebih besar dibandingkan kendaraan keluar yang melalui 10 titik perbatasan provinsi:
* Kendaraan Masuk: 2.438.554 unit .
* Kendaraan Keluar: 2.117.323 unit.

Tingginya angka kendaraan masuk ini selaras dengan data kunjungan wisatawan. Sebagai salah satu destinasi favorit libur Lebaran, tercatat sebanyak 1.821.437 orang memasuki kawasan wisata di DIY, dengan Kawasan Malioboro menempati posisi pertama, disusul oleh Pantai Baron dan Pantai Parangtritis.

Menutup keterangannya, Kombes Pol Ihsan menegaskan bahwa pencapaian ini bukan merupakan titik akhir, namun menjadi masukan yang baik bagi Polda DIY untuk penerapan standar rekayasa lalu lintas guna semakin meningkatkan pelayanan kepolisian di wilayah hukum Yogyakarta khususnya dalam menghadapi agenda kegiatan masyarakat yang berskala besar.

"Polda DIY berkomitmen penuh untuk terus memberikan pelayanan terbaik, rasa aman, dan kenyamanan, baik bagi seluruh masyarakat Yogyakarta maupun para wisatawan yang berkunjung. Kami akan terus melakukan evaluasi dan kolaborasi dalam pengaturan lalu lintas dan pengamanan wilayah agar DIY tetap menjadi destinasi yang ramah, tertib, dan kondusif bagi siapa saja yang berkunjung," tegasnya.


Share:

Diduga Kelelahan Saat Pengamanan Libur Lebaran, Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia Saat Bertugas

Polri kembali kehilangan personel terbaiknya dalam operasi ketupat 2026.


Kepala Pos Pengamanan Operasi Ketupat Progo 2026 Pos Tugu Jogja, Iptu Nur Alim, S.H. meninggal dunia diduga karena kelelahan saat bertugas mengamankan arus mudik dan libur lebaran. ( Rabu, 25 Maret 2026)

“Iya benar (meninggal) siang ini, saya masih di lokasi”, saat dikonfirmasi media PS Kasihumas Polresta Yogyakarta Ipda R Anton BS, S.Psi. M.M.

Iptu Nur Alim sendiri sehari-hari bertugas sebagai Kanitlantas Polsek Gedongtengen dan ditugaskan sebagai Kapospam Tugu Jogja selama Operasi Ketupat Progo tahun ini.

Sehari hari, ia memimpin pengamanan di Kawasan Tugu Jogja dan sekitarnya termasuk stasiun tugu yang selama pelaksanaan operasi sangat ramai dan padat penumpang. Sebagai kepala pos pengamanan tu, Iptu Nur Alim sangat bertanggung jawab dan berdedikasi dalam oelaksanaan tugasnya, hal ini dapat diukur dari kondusifnya kawasan tugu dan sekitarnya selama berlangsungnya operasi.

“Beliau sangat rajin dan bertanggung jawab selama menjabat Kapospam sehingga penyebab kematiannya diduga karena kelelahan saat bertugas mengamankan libur lebaran”, tambah Kasihumas.

Meski secara resmi belum ada penyelidikan terkait meninggalnya Iptu Nur Alim, namun kuat dugaan adalah kelelahan fisik akibat tugas tanpa henti di tengah padatnya arus mudik lebaran 1447 H.

Hingga saat ini Operasi Ketupat Progo 2026 masih berlangsung dengan melibatkan ribuan personel gabungan.

Tujuan utama operasi ini adalah memastikan arus lalu lintas lancar, mencegah kemacetan, dan menjaga keamanan di destinasi wisata utama Jogja seperti Malioboro, Tugu, dan sekitarnya.


Share:

Postingan Populer

Arsip Blog