• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Gedung Baru Kompolnas Diresmikan, Kapolri Tekankan Penguatan Pengawasan dan Respons Keluhan Masyarakat

jogja.polri.go.id Komisi Kepolisian Nasional resmi menempati gedung baru di Graha Sentana, Jalan Hj. Tutty Alawiyah No. 2, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). Peresmian tersebut ditandai dengan kegiatan syukuran yang dihadiri jajaran pemerintah, kementerian/lembaga, serta pimpinan Polri.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pemanfaatan kantor baru Kompolnas sekaligus sarana komunikasi publik atas penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran gedung baru diharapkan mampu menunjang pelaksanaan tugas pengawasan fungsional terhadap Polri, pelayanan pengaduan masyarakat, serta memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menjelaskan bahwa pemindahan kantor Kompolnas bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat dalam menyampaikan aspirasi maupun laporan terkait kepolisian.
"Supaya masyarakat yang berkepentingan atau berhubungan dengan Kompolnas bisa datang tanpa ragu-ragu, karena tempat ini menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan demi perbaikan kepolisian maupun Kompolnas sendiri," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan gedung baru ini juga menjadi simbol penguatan kerja sama antara Kompolnas dan Polri dalam memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
"Tidak ada pembedaan, yang ada adalah kita bersama-sama bekerja memberikan sesuatu yang berharga bagi kepentingan bangsa," tambahnya.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi atas peresmian gedung baru tersebut serta menegaskan pentingnya peran Kompolnas sebagai mitra strategis Polri. Menurutnya, Kompolnas memiliki fungsi memberikan masukan kebijakan strategis sekaligus menerima laporan masyarakat untuk ditindaklanjuti secara cepat oleh Polri.

"Kompolnas adalah mitra strategis Polri untuk memastikan institusi Polri betul-betul dapat melaksanakan tugas secara profesional," ungkapnya.

Kapolri menekankan bahwa Polri membutuhkan masukan dan evaluasi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kami membutuhkan masukan dan evaluasi agar Polri bisa bekerja lebih baik, lebih profesional, mendengarkan keluhan masyarakat, dan segera meresponsnya," lanjutnya.

Ia berharap kehadiran gedung baru Kompolnas dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan, transparansi, serta sinergi antar lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Dengan gedung baru ini diharapkan Kompolnas semakin banyak menerima masukan dari masyarakat sehingga harapan publik terhadap Polri dapat terwujud," tutupnya.

Melalui peresmian kantor baru ini, diharapkan sinergi antara Kompolnas dan berbagai kementerian/lembaga semakin solid, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pengaduan masyarakat serta transparansi informasi publik sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas kelembagaan.

Share:

Awal Tahun Kelam di Bantul: 10 Nyawa Melayang di Jalan Raya, Polisi Soroti Faktor Kecepatan

Awal tahun 2026 menjadi periode kelam bagi keselamatan jalan raya di wilayah hukum Polres Bantul. Hanya dalam waktu kurang dari satu bulan, tercatat sebanyak 10 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas.


Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan bahwa intensitas kecelakaan di wilayahnya masih tergolong tinggi. Berdasarkan data periode 1 hingga 25 Januari 2026, telah terjadi ratusan insiden di jalanan Bantul.


"Selama Januari ini, telah terjadi sebanyak 140 kasus laka lantas di Bantul," ujar Iptu Rita mewakili Kapolres Bantul di markas kepolisian setempat, Senin (26/1/2026).


Selain menelan 10 korban jiwa, rentetan kecelakaan tersebut juga mengakibatkan ratusan orang lainnya harus menderita luka-luka.


"Total sebanyak 176 korban mengalami luka-luka dan kerugian materiil: mencapai Rp95.650.000," terang Iptu Rita.


Pihak kepolisian menilai tingginya angka fatalitas ini dipicu oleh minimnya kesadaran pengendara dalam berbagi ruas jalan. Kurangnya toleransi antar-pengguna jalan seringkali berujung pada petaka.


"Kebanyakan disebabkan oleh berkendara dengan kecepatan tinggi tanpa dibarengi dengan kewaspadaan," tegas Iptu Rita.


Lebih lanjut, ia membedah tiga faktor utama penyebab laka lantas, yakni manusia (human error), kondisi jalan, dan kelaikan kendaraan. Faktor manusia tetap menjadi penyumbang tertinggi, terutama dalam kasus kecelakaan tunggal atau out of control (lepas kendali).


"Secara teori, faktor manusia memang lebih tinggi. Kebut-kebutan di jalan yang sempit atau tikungan yang bergelombang memicu terjadinya lepas kendali. Ini menjadi bahan analisa dan evaluasi (anev) kami ke depan," tambahnya.


Menyikapi situasi ini, Polres Bantul memberikan atensi khusus dan meminta masyarakat untuk tidak abai terhadap aturan teknis berkendara. Banyak kecelakaan terjadi karena hal sepele, seperti tidak adanya lampu utama atau lampu belakang yang berfungsi.


"Pastikan lampu dan rem berfungsi optimal sebelum berangkat serta wajib menggunakan helm standar SNI," imbuhnya.


Selain itu, dilarang keras menggunakan ponsel saat berkendara serta jangan mengemudi jika mengantuk atau di bawah pengaruh alkohol.


"Kami meminta masyarakat untuk berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Mari jadikan jalan raya tempat yang aman, bukan lokasi tragedi," pungkas Iptu Rita. 

Share:

Kompolnas Apresiasi Polda DIY Sebagai Role Model Dalam Implementasi Paradigma Polri yang Humanis

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaksanakan kunjungan kerja ke Polda DIY selama tiga hari (15-17 April 2026) dalam rangka pengumpulan data terkait sarana-prasarana (sarpras), materiil/logistik, anggaran, serta sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari penguatan paradigma baru Polri yang semakin humanis.

Kunjungan yang dipimpin oleh Mochammad Choirul Anam tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan dan implementasi kinerja kepolisian di wilayah DIY dalam menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kompolnas melakukan pendalaman data serta diskusi bersama jajaran Polda DIY guna memastikan bahwa aspek sarpras, anggaran, dan SDM telah berjalan selaras dengan tuntutan transformasi Polri yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kompolnas menilai bahwa Polda DIY telah mampu mewujudkan paradigma kepolisian yang humanis dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Salah satu indikatornya terlihat dari penanganan aksi unjuk rasa yang mengedepankan pendekatan kearifan lokal, sehingga situasi tetap terkendali tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Atas capaian tersebut, Kompolnas berharap Polda DIY dapat menjadi laboratorium sentral atau role model bagi Polda lain di Indonesia dalam mengimplementasikan paradigma baru pelayanan Polri yang lebih humanis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kompolnas juga melakukan peninjauan ke Satuan Brimob Polda DIY guna melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana pendukung tugas Brimob dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah DIY.

Sementara itu, Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyambut baik atas kunjungan Kompolnas di jajaran Polda DIY sebagai momentum untuk mengevaluasi sejauhmana kinerja Polda DIY dalam melayani masyarakat.

"Kunjungan ini merupakan salah satu bentuk pengawasan eksternal untuk memotret Polda DIY dari luar, sehingga kami sangat berterima kasih Polda DIY dijadikan sebagai salah satu objek kunjungan untuk memastikan bahwa pelaksanaan tugas Polri di wilayah DIY telah berjalan sesuai dengan paradigma Polri yang humanis dan melayani. Kami juga berharap hasil dari kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.


Share:

Wakapolri Tekankan Transformasi Digital dan Penguatan SDM pada Rakernis Humas Polri 2026

Jakarta - Wakapolri Komjen. Pol Dedi Prasetyo memberikan pengarahan strategis kepada jajaran dalam kegiatan Rakernis Humas Polri 2026 di Jakarta (15/04). Dalam arahannya, Wakapolri mengapresiasi peningkatan kualitas strategi manajemen media yang dinilai semakin baik dari tahun ke tahun. "Humas adalah suara dan telinga institusi. Peran ini menempatkan Humas di garis depan sekaligus garis terakhir dalam menjaga marwah Polri," tegas Komjen. Pol Dedi Prasetyo.

Lebih dari sekadar juru bicara, Wakapolri menyampaikan bahwa Humas Polri merupakan komunikator strategi yang harus dapat mengelola persepsi publik terutama dalam membangun kepercayaan publik. "Humas bukan sekadar juru bicara, tetapi strategic communication hub yang mengelola persepsi publik, membangun kepercayaan, serta melawan disinformasi untuk mendukung legitimasi institusional," tegas Wakapolri.

Wakapolri menekankan bahwa Divhumas harus mampu bertransformasi melalui pendekatan intelligence-led communication, dengan mengoptimalkan sistem berbasis big data dan artificial intelligence seperti monitoring real-time, analisis cerdas, hingga respons cepat terhadap isu. Ia juga menegaskan pentingnya penggunaan framework komunikasi berbasis akurasi, relevansi, hingga tujuan yang jelas dalam setiap produksi konten.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya internalisasi fungsi kehumasan di seluruh lini organisasi Polri. Mengacu pada Perkap Nomor 6 Tahun 2023, fungsi kehumasan tidak hanya diemban oleh personel Humas, tetapi seluruh anggota Polri. "Di tengah arus informasi yang serba cepat, setiap personel harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tepat, dan penuh empati," jelasnya.

Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Wakapolri mengingatkan bahwa seluruh jajaran Humas harus memahami arah kebijakan nasional melalui RPJPN 2025-2045, termasuk delapan agenda pembangunan nasional dan transformasi digital sebagai pilar utama. Hal ini penting agar komunikasi publik Polri selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.

Wakapolri juga menjelaskan terkait Grand Strategy Polri 2025-2045 yang terbagi dalam empat tahap, mulai dari penguatan pondasi organisasi hingga terwujudnya Polri yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada masyarakat. Lima tujuan utama Polri juga harus dicapai secara terukur, mulai dari menjaga kamtibmas, penegakan hukum yang adil dan humanis, hingga transformasi menuju organisasi modern berbasis teknologi.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya optimalisasi War Room Humas sebagai pusat kendali informasi untuk memonitor isu viral, menganalisis tren, serta menentukan langkah mitigasi dan amplifikasi secara cepat dan tepat.

Menutup arahannya, Wakapolri mengingatkan bahwa Divisi Humas Polri adalah representasi utama dalam komunikasi Polri kepada masyarakat. "Humas harus menjadi garda terdepan dalam menerapkan strategic intelligence-led communication, sekaligus menjaga marwah institusi Polri di ruang publik," pungkasnya.
Share:

Polri Dinilai Sukses Kelola Arus Mudik dan Balik Lebaran, Tuai Respons Positif Masyarakat

Jakarta - Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dinilai berjalan lancar. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Polri dalam mengelola lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat.

Selama periode operasi yang berlangsung selama 13 hari, Polri dinilai mampu hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pelayanan yang optimal. Tidak hanya memastikan kelancaran arus lalu lintas, Polri juga dinilai berhasil menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia, Edi Saputra Hasibuan, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

"Keberhasilan melancarkan arus mudik dan balik Lebaran ini menunjukkan bahwa Polri hadir memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Polri mampu memberikan pelayanan yang nyaman, cepat, dan responsif sehingga masyarakat merasa aman selama perjalanan,"
 ujar Edi.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Polri di berbagai titik pengamanan dan pelayanan memberikan dampak signifikan terhadap persepsi publik. Menurutnya, masyarakat merasakan langsung kecepatan respons dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

"Yang dirasakan masyarakat adalah Polri hadir memberikan pelayanan yang cepat dan membuat masyarakat merasa nyaman. Hal ini menjadi indikator penting keberhasilan Operasi Ketupat," jelasnya.

Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan operasi, Polri juga mendapatkan banyak tanggapan positif dari masyarakat. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

"Dalam 13 hari pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri banyak mendapatkan respons positif dari masyarakat. Ini menjadi catatan baik dan harus terus dipertahankan ke depan," pungkasnya.

Dengan capaian tersebut, Polri diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengamanan momen-momen besar yang melibatkan mobilitas masyarakat secara masif seperti arus mudik dan balik Lebaran.


Share:

Langkah Awal Jadi Taruna Akpol, 76 Peserta Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS. Bhayangkara DIY

jogja.polri.go.id -Humas, Sebanyak 76 orang yang terdiri dari 70 pria dan 6 wanita mengikuti Pemeriksaan Kesehatan tahap I Seleksi Penerimaan Terpadu Taruna Akpol T.A. 2026 Panitia Daerah DIY.

Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan hari ini Selasa 7 April 2026 di RS. Bhayangkara Polda DIY.

Rikkes tahap I kali ini diawasi oleh pengawas internal dari Bidporam Polda DIY serta dari Itwasda Polda DIY. Adapun pengawas eksternal didatangkan langsung dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY.

Beberapa item pemeriksaan Kesehatan yang diperiksa meliputi pemeriksaan secara keseluruhan yaitu pemeriksaan tinggi badan, berat badan, gigi dan mulut, tensi nadi, visus mata, telinga hidung tenggorokan (THT), tes buta warna, hingga pemeriksaan fisik luar.

Adapun hasil dari tes kesehatan tahap 1 ini akan diumumkan hari ini juga untuk mengetahui peserta yang memenuhi syarat ataupun yang tidak memenuhi syarat. Bagi yang memenuhi syarat maka berhak mengikuti rangkaian seleksi berikutnya yaitu tes pemeriksaan psikologi, tes jasmani, hingga pemeriksaan kesehatan tahap 2 (organ dalam).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., di dampingi Karo SDM Polda DIY dan Kabid Dokkes Polda DIY.

Share:

Polda DIY Raih Peringkat I Nasional dalam Rekayasa Lalu Lintas Operasi Ketupat 2026

jogja.polri.go.id - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mencatatkan prestasi sebagai salah satu Polda terbaik dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026. Berdasarkan survei kepuasan masyarakat yang dirilis oleh Korlantas Polri, Polda DIY berhasil menduduki peringkat pertama dalam kategori pelaksanaan rekayasa lalu lintas dengan indeks rata-rata 90,91. Angka ini sangat tinggi melampaui rata-rata indeks nasional sebesar 85, 53 dan tertinggi di antara 8 Polda prioritas di wilayah Pulau Jawa, Lampung, dan Balim, (Minggu, 29 Maret 2026).

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa pencapaian ini diraih atas sinergi dan kolaborasi antara Polda DIY dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait termasuk masyarakat yang senantiasa mematuhi rambu dan rekayasa lalu lintas serta anjuran petugas kami di lapangan.

"Pencapaian ini tentunya berkat kerja keras dan kolaborasi seluruh petugas di lapangan, namun yang paling utama bagaimana rekayasa yang sudah diterapkan selama mudik dan libur lebaran dapat membantu masyarakat, kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan masih banyak terdapat kekurangan" ujar Kombes Pol Ihsan dalam keterangan resminya.

Operasi Ketupat Progo 2026 sendiri berakhir pada 25 Maret kemarin dan dilanjutkan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan, dimana tahun ini menunjukkan dinamika pergerakan massa yang sangat besar di wilayah Yogyakarta.

Berdasarkan evaluasi (anev) akhir operasi, tercatat volume kendaraan yang masuk ke wilayah DIY jauh lebih besar dibandingkan kendaraan keluar yang melalui 10 titik perbatasan provinsi:
* Kendaraan Masuk: 2.438.554 unit .
* Kendaraan Keluar: 2.117.323 unit.

Tingginya angka kendaraan masuk ini selaras dengan data kunjungan wisatawan. Sebagai salah satu destinasi favorit libur Lebaran, tercatat sebanyak 1.821.437 orang memasuki kawasan wisata di DIY, dengan Kawasan Malioboro menempati posisi pertama, disusul oleh Pantai Baron dan Pantai Parangtritis.

Menutup keterangannya, Kombes Pol Ihsan menegaskan bahwa pencapaian ini bukan merupakan titik akhir, namun menjadi masukan yang baik bagi Polda DIY untuk penerapan standar rekayasa lalu lintas guna semakin meningkatkan pelayanan kepolisian di wilayah hukum Yogyakarta khususnya dalam menghadapi agenda kegiatan masyarakat yang berskala besar.

"Polda DIY berkomitmen penuh untuk terus memberikan pelayanan terbaik, rasa aman, dan kenyamanan, baik bagi seluruh masyarakat Yogyakarta maupun para wisatawan yang berkunjung. Kami akan terus melakukan evaluasi dan kolaborasi dalam pengaturan lalu lintas dan pengamanan wilayah agar DIY tetap menjadi destinasi yang ramah, tertib, dan kondusif bagi siapa saja yang berkunjung," tegasnya.


Share:

Diduga Kelelahan Saat Pengamanan Libur Lebaran, Anggota Polresta Yogyakarta Meninggal Dunia Saat Bertugas

Polri kembali kehilangan personel terbaiknya dalam operasi ketupat 2026.


Kepala Pos Pengamanan Operasi Ketupat Progo 2026 Pos Tugu Jogja, Iptu Nur Alim, S.H. meninggal dunia diduga karena kelelahan saat bertugas mengamankan arus mudik dan libur lebaran. ( Rabu, 25 Maret 2026)

“Iya benar (meninggal) siang ini, saya masih di lokasi”, saat dikonfirmasi media PS Kasihumas Polresta Yogyakarta Ipda R Anton BS, S.Psi. M.M.

Iptu Nur Alim sendiri sehari-hari bertugas sebagai Kanitlantas Polsek Gedongtengen dan ditugaskan sebagai Kapospam Tugu Jogja selama Operasi Ketupat Progo tahun ini.

Sehari hari, ia memimpin pengamanan di Kawasan Tugu Jogja dan sekitarnya termasuk stasiun tugu yang selama pelaksanaan operasi sangat ramai dan padat penumpang. Sebagai kepala pos pengamanan tu, Iptu Nur Alim sangat bertanggung jawab dan berdedikasi dalam oelaksanaan tugasnya, hal ini dapat diukur dari kondusifnya kawasan tugu dan sekitarnya selama berlangsungnya operasi.

“Beliau sangat rajin dan bertanggung jawab selama menjabat Kapospam sehingga penyebab kematiannya diduga karena kelelahan saat bertugas mengamankan libur lebaran”, tambah Kasihumas.

Meski secara resmi belum ada penyelidikan terkait meninggalnya Iptu Nur Alim, namun kuat dugaan adalah kelelahan fisik akibat tugas tanpa henti di tengah padatnya arus mudik lebaran 1447 H.

Hingga saat ini Operasi Ketupat Progo 2026 masih berlangsung dengan melibatkan ribuan personel gabungan.

Tujuan utama operasi ini adalah memastikan arus lalu lintas lancar, mencegah kemacetan, dan menjaga keamanan di destinasi wisata utama Jogja seperti Malioboro, Tugu, dan sekitarnya.


Share:

Kapolri Minta Jajaran Mitigasi Cuaca Buruk Selama Arus Balik Lebaran

Bali - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajarannya untuk memitigasi potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi selama arus balik Lebaran.

Khususnya, kata dia, untuk wilayah Timur dan titik-titik penyeberangan yang rentan terganggu cuaca buruk.

"Kami minta untuk semua anggota betul-betul mempersiapkan diri menghadapi apabila terjadi cuaca yang tidak baik, khususnya di wilayah penyeberangan," kata Sigit usai meninjau pusat wisata dan persiapan arus balik Lebaran di Command Center ITDC, Nusa Dua, Bali, Selasa (24/3/2026).

Menurut Sigit, mitigasi cuaca memudahkan untuk melakukan rekayasa dan pengaturan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Rekayasa dan pengaturannya juga bisa menjadi lebih baik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena cuaca esktre," imbuhnya.

Disisi lain, Sigit juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat selama periode arus balik Lebaran 2026.

Dia menyebut puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi pada Selasa (24/3) hari ini. Meski begitu, kata dia, diperkirakan akan terjadi penyebaran jumlah pemudik hingga Jumat (27/3) besok, seiring penerapan kebijakan Work From Anywhere.

"Ini juga bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk tidak semuanya memilih balik pada hari ini, sehingga ini juga bisa mengurai puncak arus balik yang diperkirakan terjadi hari ini," jelasnya.

Secara khusus, Kapolri menyebut di sejumlah daerah-daerah wisata seperti Bali, Yogyakarta, Pangandaran, Cianjur dan Puncak juga terdapat peningkatan wisatawan selama periode libur Lebaran.

Karenanya, ia meminta hal itu menjadi perhatian serius bagi seluruh petugas di lapangan untuk mempersiapkan langkah-langkah pengamanan dan pelayanan arus balik Lebaran. Mulai dari skema rekayasa lalu lintas hingga penyeberangan laut.


Share:

Wakapolda DIY Tinjau Tol Purwomartani hingga Pos di Bantul, Pastikan Pengamanan Wisata dan Arus Balik Berjalan Lancar

Yogyakarta - Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., melakukan peninjauan sejumlah titik pengamanan dan jalur strategis dalam rangka pengamanan wisata dan arus balik di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda DIY didampingi oleh Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Arie Prasetya Syafaat, S.I.K., M.H., meninjau kesiapan jalur Tol Solo-Yogyakarta-YIA segmen Purwomartani. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, serta kesiapsiagaan personel dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode arus balik.

Selain meninjau jalur tol, Wakapolda DIY juga melakukan pengecekan di Pos Pengamanan Kretek, Bantul, bersama Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto, S.H., S.I.K., M.H. Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda mengecek kesiapan personel, sarana prasarana, serta strategi pengamanan yang disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan wisata pantai selatan yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Pos Pengamanan Druwo guna memastikan seluruh pos pengamanan Operasi Ketupat berjalan optimal dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan pengecekan tersebut merupakan bentuk komitmen Polda DIY dalam memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana pengamanan selama masa libur Idulfitri.

"Melalui pengecekan langsung di lapangan ini, diharapkan seluruh personel yang bertugas di pos pengamanan dapat melaksanakan tugas secara optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik yang melaksanakan perjalanan arus balik maupun yang berwisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta," ujar Ihsan.

Ia juga menambahkan bahwa Polda DIY terus mengoptimalkan pengamanan di jalur utama, kawasan wisata, serta titik-titik keramaian guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama momentum libur Lebaran.

Dengan adanya kesiapsiagaan personel di lapangan, diharapkan masyarakat dapat menjalani perjalanan arus balik maupun aktivitas wisata dengan aman, nyaman, dan lancar.
Share:

Polda DIY Gelar Salat Idulfitri 1447 H di Halaman Mapolda DIY

Yogyakarta – Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) menggelar kegiatan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, bertempat di halaman Mapolda DIY, Sabtu (21/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., serta para Pejabat Utama (PJU) Polda DIY bersama personel dan keluarga besar Polda DIY, serta masyarakat yang mengikuti Salat Idulfitri.

Pelaksanaan Salat Idulfitri berlangsung secara khidmat serta menjadi momentum kebersamaan bagi seluruh personel Polda DIY dan masyarakat dalam merayakan hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.

Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan saling bersilaturahmi antar pimpinan dan anggota sebagai wujud mempererat kebersamaan di lingkungan Polda DIY.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kebersamaan serta meningkatkan soliditas di lingkungan Polda DIY.

“Pelaksanaan Salat Idulfitri bersama ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pimpinan dan seluruh personel Polda DIY. Selain itu, melalui kegiatan ramah tamah yang dilaksanakan setelah salat, diharapkan dapat semakin memperkuat kebersamaan serta semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Ihsan.

Ia juga menambahkan bahwa suasana kebersamaan pada momen Idulfitri diharapkan dapat menjadi energi positif bagi seluruh personel Polda DIY dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam rangka pengamanan perayaan Idulfitri di wilayah DIY.

Dengan semangat Idulfitri, Polda DIY terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Share:

Kapolda DIY Cek Pos Pengamanan Teteg Malioboro, Pastikan Kesiapan Operasi Ketupat Progo 2026

Yogyakarta – Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, Irjen Pol Anggoro Sukartono, melakukan pengecekan Pos Pengamanan Terpadu Teteg Malioboro dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026, Selasa (17/3/2026) sore. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan di kawasan Malioboro.


Pengecekan yang berlangsung sekitar pukul 16.15 WIB tersebut turut didampingi Wakapolda Brigjen Pol DIY Eddy Djunaedi, para pejabat utama Polda DIY dan Kapolresta Yogyakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda DIY meninjau langsung kesiapsiagaan personel yang bertugas di Pos Terpadu Teteg Malioboro, termasuk mengecek fasilitas pendukung serta pola pengamanan yang diterapkan di kawasan wisata tersebut selama masa Operasi Ketupat Progo 2026.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan bahwa pengecekan pos pengamanan ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh personel dan sarana pendukung telah siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama momentum mudik dan libur Lebaran.

“Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Progo 2026 siap melaksanakan tugas pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat, khususnya di kawasan Malioboro yang menjadi salah satu pusat aktivitas wisata di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran personel di pos pengamanan juga bertujuan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berkunjung maupun beraktivitas di kawasan Malioboro.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pos Terpadu Teteg Malioboro terpantau aman dan terkendali. Personel yang tergabung dalam Pos Pengamanan Teteg Malioboro juga tetap bersiaga guna mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026.
Share:

Titiek Soeharto Apresiasi Kapolri Tindaklanjuti Instruksi Presiden soal Bangun Jembatan

Riau - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengapresiasi kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang terus menyukseskan seluruh program Presiden Prabowo untuk masyarakat Indonesia.

Salah satunya adalah membangun jembatan untuk kemaslahatan masyarakat. Titiek sendiri menghadiri langsung peresmian 27 jembatan dan Groundbreaking 83 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau.

"Saya ingin menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia di bawah pimpinan Pak Kapolri, Jenderal Sigit, beserta utamanya kepada Polda Riau yang sudah membangun baru saja kita resmikan ada 27 jembatan," kata Titiek, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, pembangunan jembatan Polri ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Pasalnya, kata Titiek, jalur penghubung itu bisa memperlancar aktivitas anak sekolah dan lainnya.

"Yang menghubungkan dua daerah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga sekolah anak-anak bisa sekolah dengan lancar, sesuai dengan ini perintah Pak Presiden langsung dilaksanakan oleh Pak Kapolri beserta jajarannya," ujar Titiek.

Titiek menegaskan, Polri tidak akan berhenti membangun jembatan hanya di Riau. Namun, Ia meyakini jalur penghubung tersebut bakal dibangun di seluruh Indonesia.

Mengingat, kata Titiek, Polri terus menyukseskan seluruh program Presiden. Ia mencontohkan kesuksesan Korps Bhayangkara menghasilkan swasembada pangan khususnya jagung.

"Jadi mudah-mudahan, ini bukan tugas kepolisian tentunya untuk membangun jembatan, tapi karena terpanggil untuk segera menyelesaikan masalah-masalah yang ada di daerah supaya anak-anak bisa belajar dengan baik, ke sekolah dengan baik, dan perekonomian kedua bagian sisi jembatan ini bisa berjalan dengan baik," paparnya.

"Makanya kepolisian turun tangan dan sekali lagi kami dari Komisi IV mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas langkah-langkah kerja nyata dari Polri yang telah dilakukan selama ini," tambahnya mengakhiri.


Share:

Polri Bersama Jurnalis Beri Santunan untuk 100 Anak Yatim Piatu

Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Mabes Polri bersama para jurnalis menggelar kegiatan sosial dengan memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu dan kaum duafa di Masjid Al Ikhlas, kawasan Joglo, Jakarta Barat, Rabu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Trunoyudho Wisnu Andiko mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara Polri dan insan pers untuk berbagi kepada masyarakat di bulan suci Ramadan.

"Pada bulan yang penuh berkah ini, Polri bersama Jurnalis Trunojoyo berkolaborasi dalam kegiatan berbagi, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi para penerima sekaligus menjadi berkah bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DKM Masjid Al Ikhlas Mohammad Yamin menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan kepada anak-anak yatim piatu dan para duafa di lingkungan masjid.

"Kami mengucapkan terima kasih atas santunan dan bantuan sembako yang diberikan kepada anak-anak yatim piatu serta para duafa. Kami juga mendoakan agar seluruh anggota kepolisian yang akan bertugas dalam pengamanan Operasi Ketupat 2026 dapat menjalankan tugas dengan lancar," tuturnya.

Perwakilan Jurnalis Trunojoyo Yudha Marhaean turut menyampaikan harapan agar masyarakat di sekitar Masjid Al Ikhlas terus menjaga kebersamaan serta kerukunan.

"Kami berharap kegiatan ini dapat membawa kebahagiaan dan semangat, serta menjadi doa bersama agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang kuat, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi bangsa serta agama," katanya.

Selain santunan dalam bentuk uang, Mabes Polri bersama Jurnalis Trunojoyo juga menyalurkan 100 paket sembako kepada para penerima manfaat serta menyediakan 100 porsi makanan untuk berbuka puasa.

Kegiatan sosial ini merupakan inisiatif para jurnalis yang rutin dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan dari jajaran Polri.

Sebelumnya, pada Selasa (10/3), Mabes Polri bersama Jurnalis Trunojoyo juga menggelar aksi berbagi takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan.


Share:

Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo Rilis Dua Buku

Di tengah tantangan era digital dan dinamika geopolitik yang kian kompleks, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan komitmennya dalam membangun Ilmu Kepolisian berbasis riset dan data melalui peluncuran dua karya literatur yakni buku ke-39 hasil karya beliau dengan judul "Rekrutmen, Meritokrasi, dan Teknologi". Selain itu, Wakapolri bersama tokoh-tokoh besar dan akademisi kepolisian seperti Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, Komjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko, hingga Komjen Pol (P) Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel menulis buku berjudul "Prosiding Pusat Studi Kepolisian".

Sebagaimana penyampaian Wakapolri dalam acara peresmian Pusat Studi Kepolisian di PTIK Lemdiklat Polri Selasa, 10 Maret 2026

"Kedua buku ini membuktikan bahwa hasil penelitian akademik dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan kepolisian yang akurat dan berbasis data sehingga memastikan setiap langkah Polri dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah"

Buku "Rekrutmen, Meritokrasi, dan Teknologi" merupakan catatan perjalanan kedinasan yang menawarkan visi pengelolaan SDM yang maju berkaitan dengan membentuk personel Polri yang profesional dan berintegritas. Intisari buku ini menekankan pada penggunaan pendekatan saintifik dan alat modern sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu poin utamanya adalah optimalisasi ekosistem digital melalui "Satu Data SDM" guna memastikan layanan yang transparan dan accessible bagi seluruh personel.

Sementara itu, buku Prosiding Pusat Studi Kepolisian memiliki intisari sebagai sarana pengenalan Ilmu Kepolisian modern sehingga membawanya keluar dari eksklusivitas internal. Dengan begitu, Ilmu Kepolisian dapat berkembang menjad ilmu pengetahuan yang terbuka dan diakui secara nasional maupun internasional. Di dalam buku ini, terdapat penyampaian visi strategis pengembangan pusat studi kepolisian sebagai wadah pengembangan ilmu kepolisian dan evaluasi perkembangan pusat studi kepolisian.


Share:

Aksi di Depan Mapolda DIY Telah Kondusif, 3 Mahasiswa Yang diamankan Diserahkan Ke Pihak Rektorat

Yogyakarta - Aksi penyampaian aspirasi yang berlangsung di depan Mapolda DIY pada hari ini sempat berakhir ricuh dan diwarnai pengrusakan pagar sisi timur Mapolda. Meski demikian, situasi secara umum dapat dikendalikan oleh aparat kepolisian dan kondisi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dipastikan tetap aman dan kondusif.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Kombes Pol Ihsan menyampaikan bahwa pihaknya turut berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku, yang menjadi latar belakang aksi tersebut.

"Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujarnya.

Terkait jalannya aksi, Ihsan menyayangkan unjuk rasa yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi harus berakhir ricuh serta disertai pengrusakan fasilitas.

"Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan," jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat DIY, termasuk unsur Jaga Warga, yang turut bersinergi bersama aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, pendekatan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan kearifan lokal dan kultur budaya Jawa. Petugas, kata dia, tetap bersikap sabar dan persuasif meskipun menghadapi massa yang sempat bertindak anarkis.

Dalam kegiatan tersebut, petugas sempat mengamankan tiga mahasiswa. Namun, ketiganya telah diserahkan kembali kepada pihak rektorat pada pukul 22.30 WIB setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kampus.

Lebih lanjut, Ihsan menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai adanya tembakan gas air mata maupun tembakan peringatan adalah tidak benar.

"Kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan, petugas tidak dilengkapi senjata. Suara yang terdengar di lokasi berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi," tegasnya.

Saat ini, situasi di depan Mapolda DIY dilaporkan aman dan terkendali. Arus lalu lintas telah kembali normal dan secara umum kondisi kamtibmas di wilayah DIY dalam keadaan kondusif.


Share:

Konsolidasi Asesor 2026, Polri Perkuat Meritokrasi Pembinaan Karier

jogja.polri.go.id - Polri menggelar kegiatan "Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Kegiatan bertema "Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul" ini menjadi momentum penyelarasan persepsi para asesor dari seluruh Indonesia.

Kegiatan dibuka Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri Bidang SDM. Dalam sambutan As SDM Kapolri yang dibacakan, ditegaskan bahwa Polri terus mematangkan transformasi reformasi menuju organisasi modern dan profesional melalui tata kelola personel yang transparan dan akuntabel.

"Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks," jelas Brigjen Langgeng.

Assessment Center Polri dioptimalkan sebagai instrumen strategis untuk mengukur kompetensi manajerial calon pimpinan di berbagai tingkatan. Metodologi yang saintifik dan objektif diterapkan guna memastikan penempatan personel sesuai prinsip right man on the right place serta meminimalisir subjektivitas dalam pembinaan karier.

"Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center. Konsolidasi ini menjadi ruang evaluasi dan perbaikan agar ke depan semakin baik, dengan visi mewujudkan SDM unggul bagi Polri dan bangsa Indonesia," ujarnya.

Kegiatan turut menghadirkan narasumber dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia serta diikuti Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran, dan seluruh asesor Polri baik secara luring maupun daring. Sejak dirintis pada 2009, Assessment Center Polri telah memiliki 1.763 asesor hingga 2025, meraih Akreditasi "A" dari BKN, sertifikasi ISO 9001:2015, serta Rekor MURI.

Kepercayaan eksternal juga meningkat dari 18 instansi mitra pada 2021 menjadi lebih dari 50 instansi pada 2025 dengan lebih dari 2.500 asesi eksternal. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada Polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian internal dan eksternal.

"Assessment Center Polri berkomitmen menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi, dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader pimpinan bangsa yang unggul dan profesional demi masa depan Indonesia," tutup Brigjen Langgeng.

Share:

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan Kur Dan Penyerapan Bulog Bagi Petani Jagung

Yogyakarta, Jumat, 6 Februari 2026, Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mememperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.
Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.
"Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi" Ujar Brigjen Langgeng.
Di sisi hulu, Polri hadir sebagai jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satu implementasi nyatanya terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung.
Danang Andi Wijanarko selaku senior vice president BRI dalam paparannya mewakili dari Himbara menyampaikan bahwa BRI sendiri pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai 180T rupiah untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung.
Tidak hanya urusan modal, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani dengan menjaga stabilitas harga. Polri memastikan hasil panen petani tidak terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah. Sebagai solusinya, Polri menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga lebih baik.
Pelaksanaan pengadaan jagung tahun 2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026 dengan harga 6.400 Rupiah per Kilogram.
"Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog." Ujar Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.
Program ini bertujuan untuk mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.
Melalui rapat koordinasi program ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia.

Share:

Yogyakarta Aman di Malam Pergantian Tahun, Kapolda DIY Sampaikan Terima Kasih Kepada Masyarakat

Polda DIY menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang telah merayakan malam pergantian tahun 2026 secara bijak dan tertib sehingga situasi wilayah DIY secara umum aman terkendali. Ucapan terima kasih dan apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., pada saat kegiatan pemantauan lapangan di Pos Terpadu Teteg Malioboro bersama unsur forkopimda DIY, Walikota Yogayakarta dan instansi terkait.

"Kepatuhan masyarakat dalam menjaga ketertiban di ruang publik dan mengikuti imbauan petugas di lapangan menjadi kunci utama suksesnya perayaan tahun baru tahun ini, sehingga saya sangat berterimakasih atas partisipasi dan kerjasamanya", ungkap Kapolda.

Selanjutnya, Irjen Anggoro juga tak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerjasama dan kolaborasi segenap unsur Forkopimda DIY, TNI, instansi terkait, jaga warga serta seluruh elemen masyarakat sehingga DIY senantiasa dalam kondisi aman dan kondusif.

"Ukuran keberhasilan operasi lilin tahun ini adalah dapat terurainya titik-titik kemacetan dan tidak adanya kasus kecelakaan menonjol meskipun volume kendaraan meningkat serta tidak terjadinya kasus krminalitas yang meresahkan masyarakat, dan ini semua dapat terwujud berkat koordinasi dan kolaborasi yang terjalin dengan sangat baik", tegas Kapolda.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., yang juga turut mendampingi, menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan tertinggi Polda DIY yang turun langsung mengecek situasi di lapangan adalah salah satu bentuk quality kontrol untuk memastikan pelaksanaan pengamanan dan pelayanan malam tahun baru dapat berjalan dengan lancar dan maksimal.

"Bapak Kapolda DIY memantau secara langsung di kawasan Malioboro didampingi Pejabat Utama Polda DIY dan kehadiran beliau sangat memotivasi personel untuk bekerja lebih semangat dan melayani," tutur Kombes Ihsan.

Ihsan menambahkan bahwa sebanyak 3.813 personel Polda DIY dilibatkan untuk mengamankan 88 lokasi perayaan pergantian tahun dengan estimasi massa sebanyak 436.633 orang, termasuk 116 gereja yang melaksanakan misa tahun baru. Selain pelibatan personel dalam jumlah besar, Polda DIY juga mengadakan live streaming di lokasi keramaian dan mengoptimalkan penggunaan cctv serta drone untuk memantau situasi secara langsung di lapangan.

"Fokus utama kami adalah bagaimana menghadirkan personel semaksimal mungkin di lapangan dengan dibantu penggunaan teknologi khususnya di titik-titik keramaian yang menjadi icon perayaan tahun baru," ujar Kombes Ihsan.

Berdasarkan pantauan dan laporan situasi dari masing-masing Polres bahwa seluruh kegiatan masyarakat yang merayakan malam pergantian tahun dan misa malam tahun baru dapat berjalan dengan aman dan tertib. Meskipun tanpa euforia berlebihan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana, Yogyakarta membuktikan bahwa kemeriahan dapat dirasakan melalui kebersamaan yang santun dan harmoni.
Share:

Postingan Populer

Arsip Blog