• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Kunci Masih Nempel, Motor Penjual Pecel Lele di Bantul Dicuri

 BANTUL - Sepeda motor milik seorang penjual pecel lele di Banguntapan, Bantul, dicuri saat diparkir di pinggir jalan dengan kondisi kunci masih tertinggal. Polisi kemudian menangkap seorang pria berinisial LBS (48) warga Ngaglik Sleman, yang diduga sebagai pelaku.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan pencurian tersebut terjadi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.45 WIB di Jalan Monumen Perjuangan, Glondong, Wirokerten, Banguntapan, Bantul.

"Korban memarkirkan sepeda motornya dengan kondisi kunci masih tertinggal di kendaraan. Setelah itu korban masuk ke warung untuk menyiapkan dagangan pecel lele," kata Rita, Jumat (18/9/2026).

Selanjutnya, saat berada di dalam warung, saksi mendengar suara sepeda motor. Saksi kemudian keluar untuk mengecek kondisi di sekitar lokasi. Namun, sepeda motor milik korban yang sebelumnya diparkir sudah tidak berada di tempat.

Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit Honda Vario 125 tahun 2019 warna merah dengan nomor polisi AB 5689 CK. Sepeda motor tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp 22 juta.

Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banguntapan. Polisi kemudian memeriksa korban dan saksi serta melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan mencari keberadaan pelaku.

Hasil penyelidikan membuahkan hasil. Pada Kamis (17/9) sekitar pukul 17.30 WIB, Unit Reskrim Polsek Banguntapan mengamankan LBS.

"Pelaku mengakui telah melakukan pencurian satu unit sepeda motor Honda Vario warna merah milik korban," ujar Rita.

Setelah diamankan, LBS dibawa ke Polsek Banguntapan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Barang bukti itu di antaranya BPKB dan STNK Honda Vario milik korban. Selain itu, polisi turut mengamankan jaket warna biru dongker bertuliskan ShopeeFood, celana panjang hitam merek Juice Ematic, serta topi hitam merek Volcom.

Atas perbuatannya, LBS diproses hukum dengan sangkaan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi dan tersangka serta melakukan penahanan.

"Untuk selanjutnya penyidik akan melengkapi berkas perkara sebelum dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Bantul pada tahap I," imbuh Rita.

Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Tirtosari Aiptu Sigit menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrembangkal) Kalurahan Tirtosari Tahun 2027 yang digelar di Aula Kalurahan Tirtosari, Kretek, Bantul, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum bersama untuk membahas arah dan prioritas pembangunan Kalurahan Tirtosari Tahun 2027, sekaligus menampung berbagai usulan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Dalam musyawarah tersebut, pembahasan diarahkan pada sejumlah aspek pembangunan kalurahan, di antaranya prioritas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan infrastruktur serta fasilitas umum, program sosial kemasyarakatan, peningkatan perekonomian masyarakat, serta berbagai kebutuhan pembangunan yang diusulkan dari tingkat padukuhan. Selain itu, forum juga menjadi sarana untuk menyelaraskan usulan masyarakat dengan program dan kemampuan anggaran kalurahan sehingga rencana pembangunan yang disusun dapat dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Jawatan Praja Kapanewon Kretek, Pendamping Desa Kalurahan Tirtosari, Lurah Kalurahan Tirtosari, Babinsa Kalurahan Tirtosari, Bhabinkamtibmas Kalurahan Tirtosari, serta Ketua Bamuskal Kalurahan Tirtosari. Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam Musrembangkal merupakan bentuk dukungan Polri terhadap proses pembangunan di tingkat kalurahan. Selain menjaga situasi keamanan dan ketertiban, Bhabinkamtibmas juga terus membangun komunikasi dan sinergitas dengan pemerintah kalurahan, TNI, serta unsur masyarakat. Melalui forum Musrembangkal, diharapkan perencanaan pembangunan Tahun 2027 dapat disusun secara partisipatif dengan memperhatikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga Kalurahan Tirtosari.

Bhabinkamtibmas Kalurahan Tirtosari Aiptu Sigit menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrembangkal) Kalurahan Tirtosari Tahun 2027 yang digelar di Aula Kalurahan Tirtosari, Kretek, Bantul, Jumat (18/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi forum bersama untuk membahas arah dan prioritas pembangunan Kalurahan Tirtosari Tahun 2027, sekaligus menampung berbagai usulan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Dalam musyawarah tersebut, pembahasan diarahkan pada sejumlah aspek pembangunan kalurahan, di antaranya prioritas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan infrastruktur serta fasilitas umum, program sosial kemasyarakatan, peningkatan perekonomian masyarakat, serta berbagai kebutuhan pembangunan yang diusulkan dari tingkat padukuhan.

Selain itu, forum juga menjadi sarana untuk menyelaraskan usulan masyarakat dengan program dan kemampuan anggaran kalurahan sehingga rencana pembangunan yang disusun dapat dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Jawatan Praja Kapanewon Kretek, Pendamping Desa Kalurahan Tirtosari, Lurah Kalurahan Tirtosari, Babinsa Kalurahan Tirtosari, Bhabinkamtibmas Kalurahan Tirtosari, serta Ketua Bamuskal Kalurahan Tirtosari.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam Musrembangkal merupakan bentuk dukungan Polri terhadap proses pembangunan di tingkat kalurahan. Selain menjaga situasi keamanan dan ketertiban, Bhabinkamtibmas juga terus membangun komunikasi dan sinergitas dengan pemerintah kalurahan, TNI, serta unsur masyarakat.

Melalui forum Musrembangkal, diharapkan perencanaan pembangunan Tahun 2027 dapat disusun secara partisipatif dengan memperhatikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta mendukung peningkatan kesejahteraan warga Kalurahan Tirtosari.

Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Bangunjiwo Monitoring Seleksi Pengisian Pamong Dukuh Sembungan

 Dalam rangka memastikan proses seleksi pengisian Pamong Kalurahan berjalan tertib dan sesuai ketentuan, Bhabinkamtibmas Kalurahan Bangunjiwo Aipda Siswantoro melaksanakan koordinasi dan monitoring peserta seleksi pengisian Pamong Dukuh Sembungan, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan berlangsung di kantor Kalurahan Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, dan dihadiri Jogoboyo Kalurahan Bangunjiwo, anggota panitia seleksi, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Kalurahan Bangunjiwo.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Siswantoro melakukan koordinasi bersama pihak terkait sekaligus memantau perkembangan proses pendaftaran peserta seleksi pengisian Pamong untuk formasi Dukuh Sembungan.

Berdasarkan hasil monitoring, hingga saat ini terdapat satu peserta yang telah mendaftarkan diri. Adapun proses pendaftaran peserta seleksi dilaksanakan mulai tanggal 7 hingga 24 September 2026.

Kapolsek Kasihan AKP Bhayu Wijatmoko mengatakan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk melakukan pemantauan terhadap setiap kegiatan masyarakat, termasuk proses pengisian Pamong Kalurahan.

"Kami mendorong agar seluruh tahapan seleksi dapat berjalan secara tertib, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bhabinkamtibmas akan terus melakukan koordinasi dan monitoring bersama panitia serta pihak terkait guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif," ujar AKP Bhayu Wijatmoko.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi agar bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama seluruh tahapan berlangsung.

"Kami berharap seluruh peserta maupun masyarakat dapat menghormati setiap tahapan dan mekanisme yang telah ditetapkan oleh panitia. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan proses pengisian Pamong Dukuh Sembungan dapat berjalan lancar hingga selesai," tambahnya.

Share:

Polsek Kasihan Amankan Kegiatan Masyarakat di Ngestiharjo

 Polsek Kasihan melaksanakan pengamanan kegiatan masyarakat di wilayah Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Kamis (17/9/2026) malam.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Kasihan hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan lancar. Selain melakukan pengamanan, petugas juga membantu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan guna mencegah terjadinya kepadatan maupun gangguan lalu lintas.

Kehadiran personel kepolisian juga dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat yang mengikuti maupun melintas di sekitar lokasi kegiatan. Petugas melakukan pemantauan situasi serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung.

Pengamanan kegiatan masyarakat ini merupakan bagian dari upaya Polsek Kasihan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memberikan pelayanan secara langsung kepada warga.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kasihan menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, sehingga setiap kegiatan kemasyarakatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Girirejo Berikan Pembinaan Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online kepada Warga

Bhabinkamtibmas Kalurahan Girirejo, Aiptu Toto, memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat terkait larangan serta bahaya judi online dan pinjaman online. Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Tegalrejo, Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Kamis (17/9/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta masyarakat penerima PKH.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Toto menyampaikan pembinaan kepada warga mengenai dampak negatif judi online serta pentingnya menghindari aktivitas perjudian dalam bentuk apa pun, termasuk yang dilakukan melalui perangkat digital.

Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai risiko pinjaman online, khususnya agar lebih berhati-hati sebelum menggunakan layanan pinjaman dan tidak mudah tergiur tawaran yang dapat menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif serta tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus memberikan edukasi serta membangun komunikasi dengan warga di wilayah binaannya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami bahaya judi online dan pinjaman online serta dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan layanan keuangan.

Share:

Patroli Malam, Polsek Piyungan Sambangi Pos Kamling di Dusun Ngijo

Unit Samapta Polsek Piyungan yang dipimpin Aiptu Tri Purnomo melaksanakan patroli malam hari sekaligus sambang pos kamling di Dusun Ngijo, Srimulyo, Piyungan, Bantul, Kamis (17/9/2026).


Dalam kegiatan tersebut, petugas berdialog dengan warga yang melaksanakan ronda malam serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Petugas juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Kegiatan patroli dan sambang tersebut merupakan upaya Polsek Piyungan dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Piyungan.
Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Karangtalun Sambangi Pembangunan Jalan Wisata dan Plataran Budaya

Bhabinkamtibmas Kalurahan Karangtalun Aipda Muhammad Farid menyambangi kegiatan pembangunan corblok jalan wisata serta plataran budaya di Padukuhan Karangtalun, Kalurahan Karangtalun, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Bhabinkamtibmas dalam menjaga komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat sekaligus memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah binaannya.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Muhammad Farid melakukan pemantauan secara langsung terhadap proses pembangunan serta berkomunikasi dengan perangkat kalurahan dan warga yang berada di lokasi.

Selain memantau perkembangan pembangunan, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan imbauan kamtibmas dan berkoordinasi dengan masyarakat guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta sinergi antara Polri, pemerintah kalurahan, dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

"Melalui kegiatan sambang dan monitoring, Bhabinkamtibmas terus membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memastikan setiap kegiatan di wilayah binaan berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif," ujar Aipda Muhammad Farid.



 

Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Sabdodadi Sambang MAN 2 Bantul, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, Bhabinkamtibmas Kalurahan Sabdodadi Moh Riyadi melaksanakan kegiatan sambang dan dialogis dengan Satpam di MAN 2 Bantul, Kamis (17/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas berdialog langsung dengan Satpam sekaligus menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas. Warga diimbau untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan serta segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas maupun Polsek Bantul apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.

Kegiatan sambang juga menjadi sarana untuk mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara Polri dengan masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.


Share:

Kegiatan Patroli, Unit Samapta Polsek Piyungan Sambang Sekolah

Unit Samapta Polsek Piyungan melaksanakan patroli sambang di SMK Muhammadiyah Piyungan, Bantul, Kamis (17/9/2026).


Kegiatan patroli dipimpin Ipda Gandung Sugiyanto S.H., dengan tujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melaksanakan pemantauan situasi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada pihak sekolah agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Kehadiran personel Polsek Piyungan di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan rasa aman dan memperkuat sinergi antara kepolisian dengan pihak sekolah.
Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Singosaren Pantau Pendistribusian Bantuan Pangan bagi 455 Warga

Bhabinkamtibmas Kalurahan Jambidan Aiptu Maryadi menyambangi kegiatan penyaluran bantuan beras kepada masyarakat di Kalurahan Jambidan, Banguntapan, Bantul, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan penyaluran bantuan pangan kepada warga penerima manfaat. Sebanyak 1.321 warga menerima bantuan beras, dengan masing-masing penerima memperoleh 30 kilogram beras.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas hadir langsung di tengah masyarakat untuk memantau proses penyaluran agar berjalan tertib, aman, dan lancar. Kehadiran petugas juga sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam memastikan kegiatan bantuan pemerintah dapat berlangsung dengan baik.

Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan para Dukuh dan Linmas Kalurahan Jambidan untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama proses penyaluran berlangsung. Koordinasi tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta membantu menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Di sela kegiatan, Bhabinkamtibmas juga berinteraksi dengan warga penerima manfaat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar masyarakat tetap tertib dan mengikuti arahan petugas selama proses pengambilan bantuan.

Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah kalurahan, Linmas, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran pelayanan publik.


 

Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Singosaren Pantau Pendistribusian Bantuan Pangan bagi 455 Warga

Bhabinkamtibmas Kalurahan Singosaren Aiptu Sutopo melaksanakan sambang sekaligus pemantauan kegiatan pendistribusian bantuan pangan kepada warga masyarakat di Kalurahan Singosaren, Banguntapan, Bantul, Kamis (17/9/2026).


Kegiatan tersebut merupakan pendistribusian bantuan pangan alokasi bulan Juli hingga September 2026. Sebanyak 455 warga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa beras dengan jumlah 30 kilogram untuk masing-masing penerima.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas hadir di tengah masyarakat untuk memantau jalannya pendistribusian agar berlangsung tertib, aman, dan lancar. Kehadiran petugas juga menjadi bagian dari upaya Polri memastikan kegiatan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Bhabinkamtibmas turut berkoordinasi dengan Lurah Singosaren, Pamong dan Dukuh setempat selama kegiatan berlangsung. Koordinasi dilakukan guna menjaga situasi kamtibmas serta mengantisipasi apabila terjadi kendala di lapangan.

Selain melakukan pemantauan, Bhabinkamtibmas juga berinteraksi dengan warga penerima manfaat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar masyarakat tetap menjaga ketertiban dan mengikuti ketentuan selama proses pembagian bantuan.

Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah kalurahan, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran program bantuan pangan.
Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Jagalan Amankan Penyaluran Bantuan Beras Pemerintah

Bhabinkamtibmas Kalurahan Jagalan Polsek Banguntapan, Aiptu Muh Syarifudin, melaksanakan pengamanan sekaligus pendampingan dalam penyaluran bantuan beras dari pemerintah kepada warga di Kantor Kalurahan Jagalan, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Kamis (17/9/2026).


Penyaluran bantuan beras tersebut diberikan kepada sebanyak 246 kepala keluarga (KK) yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan.

Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Muh Syarifudin melakukan pemantauan sekaligus membantu mengatur jalannya proses penyaluran agar berlangsung tertib, aman, dan lancar. Kehadiran Bhabinkamtibmas juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan dan pendampingan terhadap kegiatan masyarakat.

Bhabinkamtibmas mengimbau kepada seluruh warga penerima bantuan agar mengikuti mekanisme dan antrean yang telah ditentukan. Warga juga diingatkan untuk menjaga ketertiban selama proses penyaluran sehingga tidak terjadi kerumunan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

Pengamanan dan pendampingan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran penyaluran bantuan pemerintah sehingga bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak secara tertib dan aman.
Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Potorono Pantau Penyaluran Bantuan Beras Pemerintah kepada 1.585 Penerima

Bhabinkamtibmas Kalurahan Potorono Aipda Sugiyanto bersama Babinsa melaksanakan pemantauan penyaluran bantuan pangan berupa beras dari pemerintah kepada warga di Kalurahan Potorono, Banguntapan, Bantul, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pengawas dan pegawai Bulog, petugas serta staf Kalurahan Potorono, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan warga penerima bantuan.


Dalam pelaksanaannya, Aipda Sugiyanto bersama Babinsa melakukan pemantauan secara langsung untuk memastikan proses penyaluran bantuan berjalan tertib, lancar, dan situasi keamanan tetap terjaga. Petugas juga berkoordinasi dengan pihak Bulog serta pemerintah kalurahan selama kegiatan berlangsung.

Bantuan pangan berupa beras tersebut disalurkan kepada 1.585 warga penerima, dengan jumlah 30 kilogram beras untuk masing-masing penerima.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa merupakan bentuk pendampingan sekaligus pelayanan kepada masyarakat dalam setiap kegiatan penyaluran bantuan pemerintah. Petugas turut mengimbau warga agar mengikuti arahan petugas dan menjaga ketertiban selama proses pembagian berlangsung.

Dengan adanya pemantauan dan koordinasi bersama, penyaluran bantuan diharapkan dapat berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat penerima.

Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Tamanan Kenalkan Tugas Polisi dan Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini

Bhabinkamtibmas Kalurahan Tamanan Aiptu Setiyo Prabowo melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA) di TK Pertiwi Kalurahan Tamanan, Banguntapan, Bantul, Kamis (17/9/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala TK Pertiwi, guru pengajar, serta anak-anak TK Pertiwi Kalurahan Tamanan. Kegiatan dikemas secara edukatif dan menyenangkan agar anak-anak dapat mengenal sosok polisi serta memahami pentingnya keselamatan sejak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Setiyo Prabowo memperkenalkan tugas-tugas kepolisian kepada para siswa. Bhabinkamtibmas juga memberikan pengenalan mengenai rambu-rambu lalu lintas serta pengetahuan dasar tentang keselamatan berlalu lintas dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak.

Melalui kegiatan PSA, Bhabinkamtibmas berupaya membangun kedekatan antara anak-anak dengan polisi sekaligus menanamkan pemahaman bahwa polisi hadir untuk melindungi, mengayomi dan membantu masyarakat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keceriaan dan interaksi positif antara petugas, guru, dan anak-anak.



Share:

Polisi Sahabat Anak, Unit Lantas Polsek Banguntapan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di TK ABA Kalangan

Unit Lantas Polsek Banguntapan melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak (PSA) di TK ABA Kalangan, Banguntapan, Bantul, Kamis (17/9/2026).


Kegiatan dipimpin oleh Kanit Lantas Polsek Banguntapan Iptu Sani Iguh Arifandy, S.H., bersama Panit 1 Unit Lantas Polsek Banguntapan Aiptu Sarnyoto.

Dalam kegiatan PSA, petugas memberikan edukasi lalu lintas dengan pendekatan yang ramah dan mudah dipahami anak-anak. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan rambu-rambu lalu lintas serta cara menggunakan helm yang baik dan benar.

Petugas mengajak anak-anak untuk mengenal berbagai aturan dasar keselamatan berlalu lintas sejak usia dini. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif dan menumbuhkan kesadaran anak akan pentingnya keselamatan ketika berada di jalan.

Melalui program Polisi Sahabat Anak, Unit Lantas Polsek Banguntapan juga berupaya membangun kedekatan antara polisi dengan anak-anak sehingga kehadiran Polri dapat dikenal sebagai sosok yang ramah, bersahabat, melindungi dan memberikan edukasi keselamatan.

Share:

Panit Binmas Polsek Banguntapan Hadiri Wisuda STIPRAM Yogyakarta

 

Kapolsek Banguntapan yang diwakili Panit Binmas Polsek Banguntapan, Ipda Basori, menghadiri acara wisuda Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta yang berlangsung di wilayah Banguntapan, Kabupaten Bantul, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan wisuda tersebut turut dihadiri Panewu Banguntapan dan Danramil Banguntapan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, personel Polsek Banguntapan melaksanakan pengamanan di lokasi kegiatan. Pengamanan dilakukan dengan mengatur situasi di sekitar lokasi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama acara berlangsung.

Kehadiran jajaran Polsek Banguntapan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat sekaligus upaya menjaga keamanan dan ketertiban agar seluruh rangkaian acara wisuda dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.



Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Jambidan Hadiri Musrenbang Kalurahan Tahun 2027, Sampaikan Pesan Kamtibmas

Bhabinkamtibmas Kalurahan Jambidan menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kalurahan (Musrenbangkal) Jambidan Tahun 2027 yang berlangsung di Aula Kalurahan Jambidan, Banguntapan, Bantul, Rabu (16/9/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Jambidan, Kepala Jawatan Praja Kapanewon Banguntapan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kalurahan Jambidan, Pamong dan Dukuh, Ketua dan anggota Bamuskal Jambidan, tokoh masyarakat, serta para Ketua RT.

Musrenbangkal menjadi forum bersama untuk membahas dan menyusun rencana pembangunan Kalurahan Jambidan Tahun 2027. Dalam musyawarah tersebut, berbagai rencana pembangunan dibahas bersama hingga memperoleh kesepakatan dari seluruh peserta yang hadir.

Kehadiran Bhabinkamtibmas merupakan bentuk dukungan Polri terhadap proses pembangunan dan tata kelola pemerintahan di tingkat kalurahan. Selain mengikuti jalannya musyawarah, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan imbauan dan pesan-pesan kamtibmas kepada peserta yang hadir.

Bhabinkamtibmas mengajak seluruh unsur pemerintah kalurahan dan masyarakat untuk terus menjaga keamanan, kerukunan serta komunikasi yang baik di lingkungan masing-masing. Sinergitas seluruh elemen masyarakat dinilai penting dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif sehingga program pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan masyarakat dan pemerintahan kalurahan, Bhabinkamtibmas terus berupaya membangun komunikasi serta kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat di wilayah binaannya.

Share:

Polres Bantul Raih Penghargaan Polres Kelompok B Terbaik di Kompolnas Awards 2026

BANTUL - Polres Bantul meraih penghargaan sebagai Polres Kelompok B Terbaik dalam Kompolnas Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam malam penganugerahan Kompolnas Awards 2026 di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Kamis (17/9/2026).


Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan diterima Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto. Capaian tersebut menjadi apresiasi atas kinerja Polres Bantul dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif, penegakan hukum yang berkeadilan, penguatan akuntabilitas, inovasi pelayanan publik, serta kemitraan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Malam penganugerahan Kompolnas Awards 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Kehadiran para pejabat tersebut turut menandai penyelenggaraan Kompolnas Awards sebagai ajang apresiasi terhadap kinerja jajaran Polri.

Kompolnas Awards merupakan penghargaan tahunan yang diselenggarakan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bagi satuan kerja Polri yang dinilai memiliki kinerja, integritas, inovasi, dan kualitas pelayanan yang baik. Pada 2026, ajang tersebut memasuki penyelenggaraan kelima dengan melibatkan jajaran Polri mulai dari tingkat Mabes Polri hingga satuan kewilayahan.

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Selain itu, dia mengapresiasi seluruh personel Polres Bantul dan jajaran, masyarakat, serta para pemangku kepentingan yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

"Alhamdulillah, penghargaan sebagai Polres Kelompok B Terbaik dalam Kompolnas Awards 2026 merupakan hasil kerja keras bersama seluruh personel Polres Bantul dan jajaran serta dukungan masyarakat dan seluruh stakeholder. Penghargaan ini menjadi amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat," ujar Bayu dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi pemacu bagi seluruh jajaran untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan. Karena itu, setiap inovasi yang dibangun harus mampu memberikan dampak sekaligus solusi nyata bagi masyarakat.

"Pertahankan yang sudah baik, evaluasi yang masih kurang, dan terus hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Penghargaan ini kita persembahkan untuk seluruh masyarakat Bantul," tegasnya.

Lebih lanjut, Bayu mengatakan penghargaan tersebut menjadi momentum bagi Polres Bantul untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan berbagai program serta inovasi yang telah dijalankan. Dengan demikian, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi capaian, tetapi juga menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Hal yang terpenting adalah setiap program dan inovasi yang dibangun benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat," ujarnya.

Penghargaan sebagai Polres Kelompok B Terbaik dalam Kompolnas Awards 2026 tersebut selanjutnya menjadi dorongan bagi Polres Bantul untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat inovasi, dan menjaga kepercayaan publik melalui kerja nyata yang profesional, responsif, humanis, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.



Share:

Kompolnas Awards 2026: Kapolri Minta Penghargaan Tak Berhenti di Seremoni

 Jakarta - Kompolnas Awards 2026 bukan sekadar ajang pemberian penghargaan bagi polisi dan satuan kerja berprestasi. Kapolri menegaskan capaian tersebut harus ditindaklanjuti menjadi bagian dari pengembangan karier, dukungan organisasi, hingga replikasi inovasi di lingkungan Polri.

Hal itu disampaikan Kapolri dalam acara Kompolnas Awards 2026 di Ballroom Istana, Sari Pacific Hotel Jakarta, Kamis (17/9/2026). Kapolri mengatakan penghargaan harus menjadi pemicu bagi anggota dan satuan untuk terus meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Penghargaan ini tentunya tidak boleh berhenti pada seremoni," kata Kapolri dalam sambutannya.

Kapolri kemudian meminta Astamarena, As SDM, dan Aslog untuk segera merumuskan bentuk penghargaan lanjutan bagi para penerima Kompolnas Awards 2026. Bagi personel berprestasi, apresiasi dapat diwujudkan melalui pengembangan karier, baik lewat pendidikan maupun penugasan pada jabatan yang sesuai.

Sedangkan bagi satuan wilayah yang meraih penghargaan, Kapolri meminta dipertimbangkan dukungan anggaran maupun peralatan sesuai kebutuhan. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat satuan dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kompolnas Awards tahun ini juga memiliki cakupan penilaian yang lebih luas. Penghargaan tidak hanya diberikan kepada Satker Mabes Polri dan satuan kewilayahan, tetapi juga kepada personel yang dinilai memiliki kinerja, inovasi, integritas, kepemimpinan, dan kontribusi nyata dalam pelayanan kepada masyarakat.

Untuk kategori perseorangan, terdapat pendekatan 5P, yakni People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership. Selain itu, penghargaan diberikan untuk kategori Peacekeeper, personel Satgas Operasi Daerah Konflik, serta personel Densus 88 AT.

Sementara untuk kategori satuan, nominasi mencakup tingkat Polsek, Polres, Polda, hingga Satker Mabes Polri. Pada tingkat Polsek, misalnya, peserta dibagi dalam kelompok Metro/Urban dan Rural/Prarural. Sedangkan tingkat Polres terbagi dalam kelompok A, B, dan C.

Penilaian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penilaian awal, penetapan nominator, pendalaman, visitasi, hingga penilaian akhir oleh Dewan Juri. Mekanisme ini dirancang agar proses penghargaan berlangsung objektif dan berbasis bukti


Di sisi lain, Kapolri menilai pengawasan terhadap Polri semakin penting di tengah perkembangan media sosial dan citizen journalism. Informasi serta aspirasi masyarakat kini berkembang cepat, sementara ekspektasi terhadap pelayanan Polri semakin tinggi.

Karena itu, Kapolri menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan Kompolnas sebagai lembaga pengawas eksternal. Keluhan dan aspirasi masyarakat diharapkan tidak hanya diselesaikan, tetapi juga dianalisis untuk menemukan pola persoalan yang berulang dan menjadi sistem peringatan dini bagi institusi.

Kapolri juga meminta agar praktik-praktik terbaik yang muncul dari para penerima penghargaan tidak berhenti di satuan masing-masing. Inovasi tersebut perlu didokumentasikan, dikembangkan, dan direplikasi secara adaptif sesuai karakteristik wilayah.

Dengan demikian, Kompolnas Awards diharapkan tidak hanya melahirkan penerima penghargaan, tetapi juga memperkuat budaya kerja yang menjunjung prestasi, integritas, inovasi, profesionalisme, dan kualitas pelayanan publik.

Pada akhirnya, Kapolri mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan Polri bukan semata-mata banyaknya penghargaan yang diraih. Keberhasilan harus terlihat dari kemampuan Polri menghadirkan rasa aman, memberikan kepastian dan pelayanan yang semakin baik, serta menjaga kepercayaan masyarakat.

Share:

Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Pantau Harga dan Ketersediaan Beras di Bantul

Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan pengawasan harga dan mutu beras di Kabupaten Bantul, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut menyasar pedagang atau toko beras di Pasar Bantul serta retail modern DM Swalayan.


Pengawasan dilakukan untuk memantau perkembangan harga, ketersediaan, serta mutu beras yang beredar di masyarakat. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Polda D.I. Yogyakarta, Badan Pangan Nasional, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Polres Bantul, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, serta Perum BULOG.

Di Pasar Bantul, tim melakukan pemantauan terhadap sejumlah pedagang beras, antara lain Toko Menik Beras, Toko Kondang Murah, Toko Kuncup Mekar, Toko Seminarti, dan Toko Bu Wasiyem.

Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah komoditas beras yang dijual dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga beras premium yang ditemukan bervariasi, antara lain beras Ladori di kisaran Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram, Mentik Wangi sekitar Rp15.500 hingga Rp16.500 per kilogram, serta beberapa jenis beras lainnya di kisaran Rp14.000 hingga Rp16.000 per kilogram.

Sementara itu, beras SPHP di sejumlah pedagang dijual sekitar Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 untuk kemasan 5 kilogram. Para pedagang menyampaikan harga beli dan sumber pasokan beras yang berbeda-beda, mulai dari Bulog, distributor, pedagang lain, hingga langsung dari petani.

Dalam pemantauan tersebut, tim juga menemukan beras merek TM yang belum mencantumkan atau memiliki izin edar sesuai ketentuan. Secara keseluruhan, dari lokasi yang menjadi sasaran pemantauan, hanya ditemukan satu merek beras yang telah mencantumkan izin edar pada kemasannya.

Selain pasar tradisional, pengawasan juga dilakukan di DM Swalayan. Di lokasi tersebut diketahui tidak terdapat stok beras saat kegiatan berlangsung. Penyaluran SPHP terakhir diterima pada akhir Agustus 2026.

Pihak DM Swalayan menyampaikan bahwa Bulog sebelumnya telah mengirimkan alokasi sekitar 1.000 pcs SPHP ke manajemen pusat sesuai permintaan. Namun, retail cabang tersebut hanya menerima sekitar 70 pcs. Sementara itu, beras lainnya belum tersedia karena harga dari distributor telah berada di atas HET sehingga pihak retail memilih tidak mengambil barang karena khawatir melanggar ketentuan yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut, Bulog mengusulkan agar mekanisme pengajuan kebutuhan SPHP dapat dilakukan secara mandiri oleh masing-masing cabang retail. Usulan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan SPHP di tingkat cabang, mengingat mekanisme pengadaan saat ini masih dilakukan secara terpusat melalui satu manajemen.

Dari hasil pengawasan, tim mencatat masih adanya harga beras yang berada di atas HET pada sejumlah lokasi pemantauan. Kondisi tersebut selanjutnya akan dilakukan pendalaman, termasuk terhadap harga beli dari distributor serta komponen biaya dalam rantai distribusi sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.

Selain persoalan harga, tim juga akan melakukan sosialisasi dan pembinaan kembali kepada pelaku usaha mengenai kewajiban pencantuman izin edar pada kemasan beras sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut juga muncul masukan dari daerah agar kebijakan HET beras dapat dievaluasi. Salah satu masukan yang disampaikan adalah agar penetapan HET difokuskan pada beras medium dan SPHP, sedangkan beras premium tidak dikenakan HET.

Masukan lainnya berkaitan dengan pola pengeluaran beras yang dikelola Bulog. Beras tersebut diharapkan dapat dikeluarkan secara berkala setiap bulan, bukan tiga bulan sekali, dengan pertimbangan untuk menjaga kualitas dan mencegah terjadinya penurunan mutu selama masa penyimpanan.

Selanjutnya, Satgas akan melakukan koordinasi dengan Perum BULOG dan pihak retail terkait mekanisme pengajuan serta penyaluran SPHP pada masing-masing cabang. Langkah tersebut diharapkan dapat menyesuaikan ketersediaan SPHP dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat di lapangan.

Pengawasan harga dan mutu beras akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat sekaligus memastikan beras yang beredar memenuhi ketentuan mutu dan peredaran pangan yang berlaku.
Share:

FASI Apresiasi Polri: Dari Cikeas, Indoor Skydiving Asia Makin Melesat

BOGOR – Dari sebuah wind tunnel di Cikeas, Kabupaten Bogor, olahraga indoor skydiving Indonesia tengah membangun koneksi dengan dunia.

Sebanyak 382 peserta dalam 156 tim hadir dalam International Open Indoor Skydiving Championships Kapolri Cup II 2026, yang digelar pada 17–20 September 2026 di Wind Tunnel Korps Brimob Polri.

Kejuaraan ini menghadirkan 89 atlet dan official mancanegara dari 9 negara, serta 20 juri internasional dari 12 negara. Secara keseluruhan, terdapat 20 negara yang terlibat dalam penyelenggaraan berdasarkan negara asal atlet, official, dan juri.

Bagi Ketua Komite Terjun Payung Indonesia Irvan Zuladry, S.H., M.M., kejuaraan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar perebutan podium.

Irvan melihat kompetisi internasional sebagai salah satu instrumen penting untuk memperluas pengalaman atlet sekaligus membangun ekosistem indoor skydiving yang lebih kuat.

“Upaya pembinaan atlet sekaligus peningkatan kualitas pertandingan harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.”

Menurut Irvan, organisasi olahraga terjun payung terus membangun kerja sama dengan organisasi peminat terjun payung di berbagai negara kawasan Asia. Bersama dukungan organisasi terjun payung internasional, upaya tersebut diarahkan untuk mendorong terselenggaranya kejuaraan single event indoor skydiving secara rutin di kawasan Asia.

“Sehingga setiap negara akan lebih memperhatikan lagi pembinaan dan pengembangan atlet.”

Atas dukungan Polri terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut, Irvan menyampaikan apresiasi.

“Kami, pengurus olahraga Federasi Terjun Payung Indonesia, mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Polri atas terselenggaranya kejuaraan ini.”

Pesan yang sama juga disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Prof Dr Dedi Prasetyo SH.,Mhum.,MSi MM, menurutnya, kompetisi internasional harus dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan sekaligus memperluas jejaring olahraga dirgantara Indonesia.

Wakapolri mengatakan prestasi atlet Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas.

Pada FAI Indoor Skydiving 2024 di Macau, atlet Brimob Polri yang memperkuat tim Indonesia berhasil meraih medali perak dan perunggu pada Kejuaraan Asia serta menempati peringkat kelima pada FAI World Cup.

Prestasi tersebut kemudian berlanjut pada Kapolri Cup I 2024 di Cikeas, ketika tim Korps Brimob dan tim Polwan Pasukan Gegana berhasil meraih prestasi pada kelas internasional.

“Dengan rekam jejak prestasi dan perluasan jejaring kompetisi ini, Kapolri Cup II diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecahan rekor-rekor baru, serta penguat daya saing dirgantara Indonesia di kancah global.”

Wakapolri juga menekankan bahwa keberhasilan kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan.

“Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan.”

Bagi Irvan, ada satu pesan yang tidak boleh kalah penting dari target prestasi, yakni keselamatan.

“Kepada para atlet saya ucapkan selamat bertanding, kepada panitia dan para wasit selamat bertugas. Dan agar kita semua selalu dan senantiasa mengutamakan faktor keselamatan. Safety, safety, and safety.”

Setelah Kapolri Cup II, kompetisi di Cikeas dilanjutkan dengan 2nd FAI Asian Indoor Skydiving Championships 2026.

Dengan demikian, Wind Tunnel Korps Brimob Polri bukan hanya menjadi tempat atlet mengejar podium. Cikeas menjadi ruang bertemunya atlet dunia, tempat pengalaman dipertukarkan, jejaring diperluas, dan masa depan indoor skydiving Asia dibangun.

Share:

Upacara Pembaretan dan Penyematan Brevet Peacekeeper FPU 8 MINUSCA Digelar di Pantai Gumuk Pasir Parangtritis

Upacara Tradisi Pembaretan dan Penyematan Brevet Peacekeeper Polri Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA Tahun Anggaran 2026 digelar di kawasan pesisir Pantai Wisata Taman Gumuk Pasir, Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Jumat (11/9/2026).

Upacara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kadivhubinter Polri Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H., selaku Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembekalan dan persiapan personel Polri sebelum menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.

Sejumlah pejabat Polri dan unsur Forkopimda turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., Kasatgas FPU 8 MINUSCA Kombes Pol Alex FL. Tobing, S.I.K., M.M., Dansat Brimob Polda DIY Kombes Pol Gunawan Tri Laksono, S.I.K., serta Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih.

Turut hadir Wakapolres Bantul Kompol Citra Fatwa R., S.Sos., S.I.K., M.M., M.I.K., Kasdim 0729/Bantul Mayor Cba Suryadi, Panewu Kretek H. Cahya Widada, S.Sos., M.H., Kapolsek Kretek AKP Joko Mulyono, serta sejumlah pejabat Polda DIY, Divhubinter Polri dan unsur terkait lainnya.

Peserta kegiatan terdiri atas 150 personel Pre-Deployment Training Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA. Mereka berasal dari satuan kerja Mabes Polri maupun kewilayahan, terdiri dari 26 polisi wanita (Polwan) dan 124 polisi laki-laki (Polki).

Selain itu, kegiatan juga diikuti 19 peserta 4th Training of Trainer (ToT) FPU Course. Sebanyak 17 di antaranya merupakan polisi asing dari Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Nepal, Tiongkok, Timor Leste dan Vietnam, serta masing-masing satu personel dari Polres Magelang dan Gegana Korps Brimob.

Kehadiran peserta dari berbagai negara tersebut memberikan nuansa internasional dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain menjadi bagian dari peningkatan kapasitas dan kemampuan personel dalam mendukung misi pemeliharaan perdamaian PBB, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan kerja sama kepolisian antarnegara.

Para peserta mancanegara berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan personel Polri maupun masyarakat selama mengikuti rangkaian kegiatan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai karakteristik sosial, budaya dan lingkungan di Indonesia, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang peacekeeping.

Pemilihan sejumlah lokasi di wilayah DIY, khususnya Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul, juga memberikan nilai tambah tersendiri. Rangkaian kegiatan tidak hanya dilaksanakan dalam konteks pelatihan, namun sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta kepada para peserta dari berbagai negara.

Kawasan Parangtritis dan Gumuk Pasir menjadi salah satu destinasi yang diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Dengan mengikuti kegiatan di ruang terbuka dan kawasan wisata, para peserta dapat secara langsung mengenal salah satu ikon wisata pesisir Kabupaten Bantul yang memiliki karakteristik alam dan budaya yang khas.

Selain memperkenalkan destinasi wisata, rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sosial berupa aksi bersih-bersih pantai di kawasan pesisir Bantul.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian peserta terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mengajarkan nilai bahwa tugas peacekeeper tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan operasional, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan, kepedulian sosial dan penghormatan terhadap lingkungan tempat mereka menjalankan kegiatan.

Keterlibatan peserta mancanegara dalam kegiatan sosial dan pengenalan destinasi wisata tersebut juga diharapkan dapat memberikan kesan positif tentang Indonesia. Para peserta nantinya dapat menjadi bagian dari jejaring internasional yang membawa pengalaman selama berada di Yogyakarta ke negara masing-masing.

Dalam rangkaian upacara tersebut dilakukan tradisi pembaretan. Perwakilan peserta menerima pemasangan baret dari Inspektur Upacara, yang selanjutnya diikuti pemasangan baret kepada peserta oleh para pejabat utama Divhubinter Polri dan tamu undangan.

Setelah prosesi pembaretan, dilakukan penyematan Brevet Peacekeeper Polri kepada personel Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA oleh Inspektur Upacara dan instruktur. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan tradisi penghormatan Peacekeepers Polri kepada para instruktur.

Dalam amanatnya, Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko menyampaikan apresiasi atas perjuangan para peserta yang telah menjalani persiapan selama kurang lebih enam bulan. Persiapan tersebut meliputi latihan fisik, taktis, kemampuan bahasa hingga berbagai pembekalan pendukung lainnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Jalan Juang yang ditempuh peserta selama empat hari dengan jarak puluhan kilometer, baik siang maupun malam.

"You overcame all challenges!" ujar Brigjen Pol Untung, menggambarkan keberhasilan peserta melewati berbagai tantangan, kelelahan, tekanan dan ketidakpastian selama pelaksanaan latihan.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi gambaran tantangan yang akan dihadapi para personel ketika berada di daerah misi. Oleh karena itu, ketahanan fisik dan mental, disiplin, kerja sama, kemampuan mengambil keputusan serta profesionalisme menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai peacekeeper.

Brigjen Pol Untung juga menegaskan bahwa keikutsertaan Polri dalam misi perdamaian dunia merupakan bagian dari amanat konstitusi, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Ia menyebut Indonesia saat ini menjadi salah satu kontributor utama dalam penugasan peacekeeper Polisi dan Militer pada misi PBB. Sejak 1989, Polri telah menugaskan ribuan personel dalam misi pemeliharaan perdamaian, termasuk personel Formed Police Unit (FPU) dan Individual Police Officer (IPO).

Kepada para personel, Brigjen Pol Untung berpesan agar senantiasa menjaga integritas, mematuhi mandat PBB, menjunjung tinggi disiplin dan menjaga nama baik Indonesia serta Polri selama menjalankan tugas di luar negeri.

"Keberhasilan misi tidak hanya diukur dari kemampuan operasional, tetapi juga dari integritas dan kemampuan menjadi representasi Indonesia yang baik," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para peacekeeper akan bekerja dalam lingkungan multinasional bersama personel dari berbagai negara dan budaya. Karena itu, sikap profesional, dewasa, toleran dan kemampuan membangun teamwork harus terus dijaga.

Kepada peserta polisi asing yang mengikuti 4th ToT FPU Course, Brigjen Pol Untung menyampaikan apresiasi atas kepercayaan negara-negara peserta kepada Polri sebagai mitra dalam meningkatkan kemampuan personel di bidang peacekeeping.

"Baret dan brevet ini bukan sekadar simbol, tetapi merupakan pengakuan atas perjuangan, kesiapan menghadapi tugas dan tanggung jawab sebagai peacekeeper," ujarnya.

Kegiatan Tradisi Pembaretan dan Penyematan Brevet Peacekeeper tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada 6 hingga 11 September 2026 di wilayah Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya DIY kepada peserta, khususnya peserta mancanegara. Melalui perpaduan kegiatan pelatihan, interaksi lintas budaya, kegiatan sosial dan pengenalan destinasi wisata, diharapkan tercipta pengalaman positif yang dapat memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang aktif dalam misi perdamaian sekaligus memiliki kekayaan budaya, pariwisata dan kepedulian terhadap lingkungan.

Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan unsur Bagdamkeman Romisinter Divhubinter Polri, instruktur nonorganik serta fasilitator dari Polda DIY, termasuk Satbrimobda, Biddokkes, Bid TIK, Yanma, Polres Bantul dan Polres Gunungkidul.

Share:

Cegah Karhutla Saat Kemarau, Polisi Sambangi Warga Bangunjiwo dan Ingatkan Bahaya Bakar Lahan

Memasuki musim kemarau, polisi meningkatkan patroli dialogis untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bantul. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Kalurahan Bangunjiwo Polsek Kasihan, Bripka Siswantoro, dengan menyambangi warga di Dusun Tirto, Bangunjiwo, Kasihan, Rabu (9/9/2026).

Dalam sambang tersebut, Bripka Siswantoro berdialog langsung dengan warga sekaligus menyampaikan edukasi mengenai potensi bahaya kebakaran selama kondisi kemarau. Warga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama membakar sampah maupun lahan secara sembarangan.

Menurut Bripka Siswantoro, kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran sejak dini. Karena itu, warga diminta tidak hanya berhati-hati saat menggunakan api, tetapi juga segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepatnya," kata Bripka Siswantoro.

Selain memberikan imbauan, kegiatan patroli dialogis tersebut juga menjadi sarana bagi polisi untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Dengan komunikasi secara langsung, petugas dapat menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mendorong warga ikut berperan aktif menjaga keamanan dan kondisi lingkungan.

Kapolsek Kasihan AKP Bhayu Wijatmoko mengatakan pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas. Menurutnya, diperlukan kepedulian dan partisipasi masyarakat untuk mencegah munculnya kebakaran yang dapat membahayakan warga maupun lingkungan.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pencegahan sejak dini merupakan langkah penting untuk menghindari dampak yang lebih besar," ujar AKP Bhayu.

Dia menambahkan, jajaran Bhabinkamtibmas akan terus melakukan sambang dan patroli dialogis di wilayah binaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan edukasi sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi karhutla selama musim kemarau.

"Jangan menunggu sampai terjadi kebakaran. Mari kita cegah bersama dengan tidak membakar sampah atau lahan sembarangan dan segera melapor apabila melihat adanya potensi kebakaran," imbuhnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kasihan berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan semakin meningkat. Dengan pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama, potensi karhutla selama musim kemarau di wilayah Kasihan diharapkan dapat ditekan sehingga situasi tetap aman dan kondusif. 

Share:

Polsek Kretek Dukung Deklarasi Anti Bullying, Ajak Siswa Berani Melapor

Bantul - Polsek Kretek ikut mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para siswa. Kanit Binmas Polsek Kretek AKP Sugito mewakili Kapolsek Kretek menghadiri Deklarasi Anti Bullying di GOR SMPN 2 Kretek, Kamis (10/9/2026).


Deklarasi tersebut diikuti seluruh siswa-siswi bersama jajaran guru dan pihak sekolah. Kegiatan itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk menolak sekaligus mencegah segala bentuk perundungan di lingkungan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Sugito mengajak para siswa membangun hubungan pertemanan yang dilandasi sikap saling menghormati. Menurutnya, sekolah bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang dalam suasana yang aman dan positif.

"Bullying bukan sekadar candaan. Perilaku tersebut dapat memberikan dampak bagi korban, sehingga harus dicegah bersama. Mari saling menghormati, menjaga pertemanan dan berani melapor apabila melihat adanya tindakan perundungan," ujar Sugito.

Selain itu, dia menekankan pentingnya keberanian siswa untuk menyampaikan kepada guru maupun pihak terkait apabila mengetahui adanya tindakan bullying. Dengan adanya komunikasi sejak dini, persoalan di lingkungan sekolah diharapkan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Deklarasi tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah, kepolisian, pemerintah, TNI, orang tua dan seluruh elemen pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting agar upaya pencegahan bullying tidak hanya dilakukan ketika terjadi kasus, tetapi menjadi budaya bersama di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026. Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Plh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Dr. Titik Sunarti, M.Pd., Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Kretek Taufik Ismail, perwakilan Koramil Kretek Serma Firman, perwakilan Polairud Polda DIY Iptu Danang, Kepala SMPN 2 Kretek Setyo Marwanto, M.Pd., Komite Sekolah Suhardi serta para guru dan siswa SMPN 2 Kretek.

Sementara itu, kehadiran Polsek Kretek dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kedekatan dengan lingkungan pendidikan. Edukasi kamtibmas di sekolah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga keamanan, menghormati sesama dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.

Melalui deklarasi tersebut, seluruh pihak diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkan sekolah bebas bullying. Polsek Kretek juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah lingkungan pendidikan melalui kegiatan edukasi dan pembinaan guna mendukung terciptanya generasi muda yang sehat, berkarakter dan berprestasi.
Share:

Satgas Pangan DIY Gelar Pengawasan Harga dan Mutu Beras di Bantul, Tampak Serap Aspirasi DPD Perpadi DIY

YOGYAKARTA — Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terdiri dari Satgas Pangan Polda DIY, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Perum Bulog Kanwil DIY, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggelar operasi pengawasan dan silaturahmi di wilayah Kabupaten Bantul, Selasa (8/9/2026).

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan, mutu, serta stabilitas harga beras di tingkat pedagang hingga produsen.

Tim menyisir tiga titik utama, yakni pasar tradisional, retail modern, dan lokasi penggilingan beras.

"Dari hasil peninjauan di Pasar Imogiri, petugas mengecek dua kios pedagang. Beras medium dijual pada kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras khusus Mentik Wangi seharga Rp15.500 per kilogram. Secara umum harga di pasar tradisional masih di atas HET karena pedagang memperoleh pasokan dari distributor dengan harga yang sudah tinggi. Namun, ketersediaan stok dipastikan aman," ujar Kombes Pol Ihsan.

Sementara itu, pengecekan di retail modern (swalayan) di Bantul menunjukkan beras SPHP dijual sesuai ketentuan yaitu Rp11.716 per kilogram dan beras medium seharga Rp14.880 per kilogram.

Di lokasi ketiga, yaitu penggilingan beras di Gilangharjo, Pandak, Bantul, harga beras medium tercatat Rp13.500 per kilogram dan beras premium Rp14.800 per kilogram—keduanya masih berada dalam jangkauan HET.

Disalah satu lokasi penggilingan beras Bantul dilaksanakan antara Satgas Pangan bersama pengurus DPD Perpadi DIY dan anggotanya. Dalam forum tersebut, jajaran Perpadi DIY menyampaikan sejumlah masukan terkait kondisi perberasan di lapangan.

Beberapa poin yang disampaikan Perpadi DIY antara lain harapan agar pemerintah mengkaji kembali penetapan HET mengingat harga gabah di tingkat petani sudah tinggi, usulan agar batasan HET difokuskan pada beras bersubsidi (SPHP), serta menjadikan HET sebagai indikator pemerintah untuk segera menggelontorkan beras operasi pasar.

Selain itu, disampaikan pula prediksi penurunan produksi beras lokal DIY pada periode September hingga Desember.

Menanggapi hal tersebut, Kombes Ihsan menyampaikan bahwa kepolisian menyambut baik masukan dari para pelaku usaha dan akan mengawalnya agar tercipta solusi yang berimbang bagi produsen maupun konsumen.

"Polda DIY melalui Satgas Pangan berkomitmen untuk terus menggelar patroli pasar secara berkala dan memperkuat koordinasi antar instansi. Fokus utama kami adalah menjamin ketersediaan stok, kualitas beras, serta keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat DIY," tutup Kabidhumas.

Share:

Polda Lampung Perkuat Pencarian 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

LAMPUNG, 9 SEPTEMBER 2026 – Kepolisian memperkuat operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.

Delapan orang tersebut terdiri dari lima wartawan dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat untuk mengambil dokumentasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (9/9/2026), personel Kepolisian dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang bersama dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri serta Basarnas Lampung diterjunkan dalam operasi SAR gabungan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas penyisiran wilayah perairan.

“Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini,” ujar Yuni, Rabu (9/9/2026).

Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun menambahkan, pihaknya telah mengerahkan personel dan kapal patroli untuk memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat tersebut.

“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala,” kata Erick.

Berdasarkan informasi awal, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Sejak saat itu, keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.

Lima wartawan yang telah teridentifikasi yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Selain kelima wartawan tersebut, terdapat tiga kru kapal yang juga berada dalam speedboat.

Yuni mengatakan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat agar wilayah pencarian dapat disisir secara maksimal.

“Koordinasi dan sinergi terus dilakukan. Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian,” katanya.

Pada Rabu pagi, operasi SAR memasuki hari kedua. Apel kesiapan penebalan operasi SAR gabungan dipimpin Kasi Operasi Basarnas Lampung Agus Mujiono.

Tim kemudian disiapkan untuk menyisir sejumlah wilayah perairan yang dinilai menjadi bagian dari jalur atau lokasi yang berkaitan dengan keberadaan rombongan.

Pencarian meliputi perairan Pulau Legundi, perairan Pulau Sebesi hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Dari unsur kepolisian, dua personel KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang serta dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri turut dilibatkan.

Sementara Basarnas Lampung menurunkan empat personel dalam operasi tersebut.

“Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Seluruh unsur di lapangan akan terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya,” tutur Yuni.

Yuni juga mengimbau masyarakat maupun pihak-pihak yang memiliki informasi mengenai keberadaan rombongan untuk segera menyampaikannya kepada petugas.

“Kami mengajak semua pihak untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mendukung proses pencarian,” ujarnya.

Operasi pencarian masih berlangsung dengan menyisir wilayah perairan menggunakan sarana yang telah disiapkan. Polisi bersama Basarnas dan unsur SAR lainnya akan terus melakukan pemantauan hingga keberadaan delapan orang tersebut berhasil ditemukan.

Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Parangtritis Bersama Stakeholder Terkait Laksanakan Edukasi Warga Cegah Karhutla, Warga Diimbau Tidak Bakar Lahan

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Bhabinkamtibmas Kalurahan Parangtritis Bripka Nurmahrudin Saputra menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla di Balai Kalurahan Parangtritis, Kretek, Bantul, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah unsur kewilayahan, di antaranya Dukuh Kretek, Dukuh Duwuran, Dukuh Grogol VII, Dukuh Grogol VIII, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Kalurahan Parangtritis.

Pada kesempatan tersebut, Bripka Nurmahrudin Saputra memberikan edukasi kepada para peserta mengenai potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Bhabinkamtibmas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan, asap akibat pembakaran juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

"Masyarakat kami imbau untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani sedini mungkin," pesannya.

Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus upaya membangun kepedulian bersama dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan.

Polsek Kretek melalui jajaran Bhabinkamtibmas terus mendorong sinergi dengan pemerintah kalurahan, Babinsa, Dukuh, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi Karhutla.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat Kalurahan Parangtritis semakin memahami bahaya pembakaran lahan dan turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran di wilayahnya.

Share:

Unit Binmas Polsek Piyungan Sambang ke Sitimulyo, Koordinasi Kamtibmas dan Imbau Cegah Karhutla

Unit Binmas Polsek Piyungan yang dipimpin Kanit Binmas Iptu Dadiyono melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi ke Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Selasa (8/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Iptu Dadiyono berkoordinasi dengan Jogoboyo Kalurahan Sitimulyo, Afrizal Nurhidayad, S.Si., terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kalurahan Sitimulyo.

Selain koordinasi kamtibmas, Iptu Dadiyono juga menyampaikan imbauan mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Kegiatan sambang tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Piyungan dalam memperkuat komunikasi dan sinergitas dengan pemerintah kalurahan serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gangguan kamtibmas maupun kebakaran hutan dan lahan.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan tercipta koordinasi yang baik antara Polri dan pemerintah kalurahan sehingga situasi keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah Kalurahan Sitimulyo tetap terjaga.

Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Girirejo Edukasi Warga PKH Bahaya Judi Online dan Cegah Karhutla

Bhabinkamtibmas Kalurahan Girirejo Aiptu Toto memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) tentang bahaya judi online kepada masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH), di Banyusumurup, Girirejo, Imogiri, Bantul, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pendamping PKH Kapanewon Imogiri, Bhabinkamtibmas Kalurahan Girirejo, serta masyarakat penerima bantuan PKH.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Toto menyampaikan edukasi mengenai berbagai dampak negatif judi online, baik terhadap kondisi ekonomi keluarga, kehidupan sosial maupun keamanan dan ketertiban masyarakat. Warga juga diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan cepat melalui aktivitas perjudian online.

Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bantuan sosial yang diterima secara bijak dan memenuhi kebutuhan keluarga secara tepat, sehingga dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.

Selain memberikan penyuluhan tentang bahaya judi online, Aiptu Toto turut menyampaikan sosialisasi terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

"Jangan sampai masyarakat terjerumus judi online yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga. Mari manfaatkan bantuan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan bersama-sama menjaga lingkungan," ujarnya.

Kegiatan Binluh tersebut merupakan bagian dari upaya Bhabinkamtibmas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas sekaligus memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Share:

Polsek Imogiri Bersama Tim Gabungan Gelar Patroli Terpadu Cegah Karhutla di Wukirsari

Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polsek Imogiri bersama unsur terkait melaksanakan patroli terpadu di wilayah Nogosari 1 dan Nogosari 2, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Balai Dalkarhut), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Bhabinkamtibmas Kalurahan Wukirsari Aipda Chrismawan Adi Nugroho.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melaksanakan patroli dan pemantauan secara terpadu terhadap wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran, termasuk melakukan pemantauan titik api. Petugas juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.

Bhabinkamtibmas Aipda Chrismawan Adi Nugroho menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang dapat memicu terjadinya kebakaran, khususnya pada kawasan yang memiliki potensi rawan kebakaran.

Selain upaya pencegahan, tim gabungan juga melakukan langkah penanganan pascakebakaran apabila ditemukan wilayah yang terdampak, meliputi inventarisasi luasan area yang terbakar, pemantauan dampak terhadap lingkungan, serta koordinasi dalam rangka penegakan hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran.

Kapolsek Imogiri Kompol Wahyu Elang Elang Tribuana, S.H. mengatakan bahwa kegiatan patroli terpadu merupakan bentuk sinergi antara Polri, instansi terkait dan masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla.

"Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran serta seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan," ujarnya.

Polsek Imogiri juga terus mengedepankan langkah preventif melalui patroli dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan di wilayah hukum Polsek Imogiri.


Share:

Wakapolri: Penanganan Bencana dan Konflik Sosial Harus Utamakan Pencegahan

CIKEAS, JAWA BARAT -- Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menekankan pentingnya langkah pencegahan dalam menghadapi potensi bencana maupun konflik sosial. Menurutnya, kesiapsiagaan dan kemampuan melakukan mitigasi sejak dini menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dedi dalam Apel Gelar Pasukan dalam rangka Kesiapan Menghadapi Bencana dan Konflik Sosial Tahun 2026 di Cikeas, Jawa Barat, Senin (7/9/2026).

Dedi mengatakan, Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena kondisi geologis, geografis dan klimatologis yang kompleks. Posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire juga meningkatkan risiko terjadinya gempa bumi, tsunami hingga erupsi gunung api.

"Rangkaian fenomena tersebut menjadi pengingat bagi kita bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun pada fase pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga pascabencana," ujar Dedi dalam keterangannya di Cikeas, Senin (7/9/2026).

Ia menyebut, berdasarkan data BNPB, sejak Januari 2026 hingga saat ini telah terjadi 1.730 kejadian bencana alam di Indonesia. Bencana yang didominasi banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut telah menyebabkan 397 orang meninggal dunia serta lebih dari 4 juta masyarakat mengungsi.

Di tengah kondisi tersebut, Polri memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana untuk memberikan respons cepat melalui Operasi Aman Nusa II. Penanganan dilakukan mulai dari evakuasi dan pencarian korban, pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas dan jalur evakuasi, hingga pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

"Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, dan kecepatan bertindak, Polri harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, meringankan beban masyarakat yang terdampak, serta memberikan pengabdian terbaik dalam setiap situasi bencana," tegasnya.

Selain bencana alam, Dedi mengingatkan jajaran Polri terhadap potensi konflik sosial yang dapat dipicu berbagai persoalan politik, ekonomi, sosial budaya maupun keamanan. Potensi tersebut, kata dia, juga dapat berkembang melalui ruang digital apabila tidak dikelola secara tepat.

Karena itu, Polri diminta memperkuat deteksi dini, sistem peringatan dini, pemetaan potensi kerawanan serta patroli siber terhadap narasi provokatif. Pendekatan persuasif juga perlu diperkuat dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

"Pada penanganan konflik sosial, utamakan langkah pencegahan untuk mitigasi seluruh risiko serta dampak berkelanjutan yang ditanggung masyarakat. Pahami akar persoalan di wilayah masing-masing dan bangun kedekatan dengan tokoh masyarakat untuk dapat memitigasi timbulnya konflik," kata Dedi.

Dedi menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional masyarakat yang harus dihormati dan dilindungi. Namun demikian, Polri tetap harus memiliki kesiapan untuk mencegah potensi eskalasi agar tidak berkembang menjadi konflik, kekerasan maupun gangguan kamtibmas.

Dalam kondisi konflik, personel Polri harus mampu melakukan pengamanan, memisahkan pihak-pihak yang berkonflik, melindungi masyarakat dan objek vital, serta melakukan penegakan hukum secara profesional, proporsional dan berkeadilan.

Sementara pada tahap pascakonflik, Polri juga memiliki peran dalam mendukung rekonsiliasi, pemulihan keamanan serta membangun kembali kepercayaan masyarakat agar konflik tidak kembali terjadi.

Dedi kemudian memberikan dua penekanan kepada seluruh personel yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa I dan Aman Nusa II. Dalam penanganan bencana, seluruh tahapan harus berorientasi pada keselamatan dan pemulihan korban, mulai dari siaga darurat, tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

"Data yang tepat menjadi pijakan, gerak yang cepat menjadi tuntutan, dan kerja yang cermat menjadi jaminan keselamatan," ujarnya.

Sementara dalam penanganan konflik sosial, personel diminta mengutamakan pencegahan, memahami akar persoalan dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Apabila kondisi membutuhkan tindakan tegas, penindakan harus dilakukan secara terukur dan profesional dengan mengedepankan prinsip ultimum remedium atau penegakan hukum sebagai upaya terakhir.

Melalui kesiapan tersebut, Polri berkomitmen memastikan kehadiran negara dapat dirasakan masyarakat, baik ketika menghadapi bencana maupun potensi konflik sosial, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.


Share:

Postingan Populer

Arsip Blog