• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Upacara Pembaretan dan Penyematan Brevet Peacekeeper FPU 8 MINUSCA Digelar di Pantai Gumuk Pasir Parangtritis

Upacara Tradisi Pembaretan dan Penyematan Brevet Peacekeeper Polri Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA Tahun Anggaran 2026 digelar di kawasan pesisir Pantai Wisata Taman Gumuk Pasir, Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Jumat (11/9/2026).

Upacara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kadivhubinter Polri Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H., selaku Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembekalan dan persiapan personel Polri sebelum menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.

Sejumlah pejabat Polri dan unsur Forkopimda turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., Kasatgas FPU 8 MINUSCA Kombes Pol Alex FL. Tobing, S.I.K., M.M., Dansat Brimob Polda DIY Kombes Pol Gunawan Tri Laksono, S.I.K., serta Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih.

Turut hadir Wakapolres Bantul Kompol Citra Fatwa R., S.Sos., S.I.K., M.M., M.I.K., Kasdim 0729/Bantul Mayor Cba Suryadi, Panewu Kretek H. Cahya Widada, S.Sos., M.H., Kapolsek Kretek AKP Joko Mulyono, serta sejumlah pejabat Polda DIY, Divhubinter Polri dan unsur terkait lainnya.

Peserta kegiatan terdiri atas 150 personel Pre-Deployment Training Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA. Mereka berasal dari satuan kerja Mabes Polri maupun kewilayahan, terdiri dari 26 polisi wanita (Polwan) dan 124 polisi laki-laki (Polki).

Selain itu, kegiatan juga diikuti 19 peserta 4th Training of Trainer (ToT) FPU Course. Sebanyak 17 di antaranya merupakan polisi asing dari Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Nepal, Tiongkok, Timor Leste dan Vietnam, serta masing-masing satu personel dari Polres Magelang dan Gegana Korps Brimob.

Kehadiran peserta dari berbagai negara tersebut memberikan nuansa internasional dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain menjadi bagian dari peningkatan kapasitas dan kemampuan personel dalam mendukung misi pemeliharaan perdamaian PBB, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan kerja sama kepolisian antarnegara.

Para peserta mancanegara berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan personel Polri maupun masyarakat selama mengikuti rangkaian kegiatan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai karakteristik sosial, budaya dan lingkungan di Indonesia, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang peacekeeping.

Pemilihan sejumlah lokasi di wilayah DIY, khususnya Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul, juga memberikan nilai tambah tersendiri. Rangkaian kegiatan tidak hanya dilaksanakan dalam konteks pelatihan, namun sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta kepada para peserta dari berbagai negara.

Kawasan Parangtritis dan Gumuk Pasir menjadi salah satu destinasi yang diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Dengan mengikuti kegiatan di ruang terbuka dan kawasan wisata, para peserta dapat secara langsung mengenal salah satu ikon wisata pesisir Kabupaten Bantul yang memiliki karakteristik alam dan budaya yang khas.

Selain memperkenalkan destinasi wisata, rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan sosial berupa aksi bersih-bersih pantai di kawasan pesisir Bantul.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian peserta terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mengajarkan nilai bahwa tugas peacekeeper tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan operasional, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan, kepedulian sosial dan penghormatan terhadap lingkungan tempat mereka menjalankan kegiatan.

Keterlibatan peserta mancanegara dalam kegiatan sosial dan pengenalan destinasi wisata tersebut juga diharapkan dapat memberikan kesan positif tentang Indonesia. Para peserta nantinya dapat menjadi bagian dari jejaring internasional yang membawa pengalaman selama berada di Yogyakarta ke negara masing-masing.

Dalam rangkaian upacara tersebut dilakukan tradisi pembaretan. Perwakilan peserta menerima pemasangan baret dari Inspektur Upacara, yang selanjutnya diikuti pemasangan baret kepada peserta oleh para pejabat utama Divhubinter Polri dan tamu undangan.

Setelah prosesi pembaretan, dilakukan penyematan Brevet Peacekeeper Polri kepada personel Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 MINUSCA oleh Inspektur Upacara dan instruktur. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan tradisi penghormatan Peacekeepers Polri kepada para instruktur.

Dalam amanatnya, Brigjen Pol Dr. Untung Widyatmoko menyampaikan apresiasi atas perjuangan para peserta yang telah menjalani persiapan selama kurang lebih enam bulan. Persiapan tersebut meliputi latihan fisik, taktis, kemampuan bahasa hingga berbagai pembekalan pendukung lainnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan Jalan Juang yang ditempuh peserta selama empat hari dengan jarak puluhan kilometer, baik siang maupun malam.

"You overcame all challenges!" ujar Brigjen Pol Untung, menggambarkan keberhasilan peserta melewati berbagai tantangan, kelelahan, tekanan dan ketidakpastian selama pelaksanaan latihan.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi gambaran tantangan yang akan dihadapi para personel ketika berada di daerah misi. Oleh karena itu, ketahanan fisik dan mental, disiplin, kerja sama, kemampuan mengambil keputusan serta profesionalisme menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai peacekeeper.

Brigjen Pol Untung juga menegaskan bahwa keikutsertaan Polri dalam misi perdamaian dunia merupakan bagian dari amanat konstitusi, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Ia menyebut Indonesia saat ini menjadi salah satu kontributor utama dalam penugasan peacekeeper Polisi dan Militer pada misi PBB. Sejak 1989, Polri telah menugaskan ribuan personel dalam misi pemeliharaan perdamaian, termasuk personel Formed Police Unit (FPU) dan Individual Police Officer (IPO).

Kepada para personel, Brigjen Pol Untung berpesan agar senantiasa menjaga integritas, mematuhi mandat PBB, menjunjung tinggi disiplin dan menjaga nama baik Indonesia serta Polri selama menjalankan tugas di luar negeri.

"Keberhasilan misi tidak hanya diukur dari kemampuan operasional, tetapi juga dari integritas dan kemampuan menjadi representasi Indonesia yang baik," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para peacekeeper akan bekerja dalam lingkungan multinasional bersama personel dari berbagai negara dan budaya. Karena itu, sikap profesional, dewasa, toleran dan kemampuan membangun teamwork harus terus dijaga.

Kepada peserta polisi asing yang mengikuti 4th ToT FPU Course, Brigjen Pol Untung menyampaikan apresiasi atas kepercayaan negara-negara peserta kepada Polri sebagai mitra dalam meningkatkan kemampuan personel di bidang peacekeeping.

"Baret dan brevet ini bukan sekadar simbol, tetapi merupakan pengakuan atas perjuangan, kesiapan menghadapi tugas dan tanggung jawab sebagai peacekeeper," ujarnya.

Kegiatan Tradisi Pembaretan dan Penyematan Brevet Peacekeeper tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada 6 hingga 11 September 2026 di wilayah Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya DIY kepada peserta, khususnya peserta mancanegara. Melalui perpaduan kegiatan pelatihan, interaksi lintas budaya, kegiatan sosial dan pengenalan destinasi wisata, diharapkan tercipta pengalaman positif yang dapat memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang aktif dalam misi perdamaian sekaligus memiliki kekayaan budaya, pariwisata dan kepedulian terhadap lingkungan.

Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan unsur Bagdamkeman Romisinter Divhubinter Polri, instruktur nonorganik serta fasilitator dari Polda DIY, termasuk Satbrimobda, Biddokkes, Bid TIK, Yanma, Polres Bantul dan Polres Gunungkidul.

Share:

Cegah Karhutla Saat Kemarau, Polisi Sambangi Warga Bangunjiwo dan Ingatkan Bahaya Bakar Lahan

Memasuki musim kemarau, polisi meningkatkan patroli dialogis untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bantul. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Kalurahan Bangunjiwo Polsek Kasihan, Bripka Siswantoro, dengan menyambangi warga di Dusun Tirto, Bangunjiwo, Kasihan, Rabu (9/9/2026).

Dalam sambang tersebut, Bripka Siswantoro berdialog langsung dengan warga sekaligus menyampaikan edukasi mengenai potensi bahaya kebakaran selama kondisi kemarau. Warga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama membakar sampah maupun lahan secara sembarangan.

Menurut Bripka Siswantoro, kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran sejak dini. Karena itu, warga diminta tidak hanya berhati-hati saat menggunakan api, tetapi juga segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepatnya," kata Bripka Siswantoro.

Selain memberikan imbauan, kegiatan patroli dialogis tersebut juga menjadi sarana bagi polisi untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Dengan komunikasi secara langsung, petugas dapat menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mendorong warga ikut berperan aktif menjaga keamanan dan kondisi lingkungan.

Kapolsek Kasihan AKP Bhayu Wijatmoko mengatakan pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas. Menurutnya, diperlukan kepedulian dan partisipasi masyarakat untuk mencegah munculnya kebakaran yang dapat membahayakan warga maupun lingkungan.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Pencegahan sejak dini merupakan langkah penting untuk menghindari dampak yang lebih besar," ujar AKP Bhayu.

Dia menambahkan, jajaran Bhabinkamtibmas akan terus melakukan sambang dan patroli dialogis di wilayah binaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan edukasi sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap potensi karhutla selama musim kemarau.

"Jangan menunggu sampai terjadi kebakaran. Mari kita cegah bersama dengan tidak membakar sampah atau lahan sembarangan dan segera melapor apabila melihat adanya potensi kebakaran," imbuhnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kasihan berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan semakin meningkat. Dengan pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama, potensi karhutla selama musim kemarau di wilayah Kasihan diharapkan dapat ditekan sehingga situasi tetap aman dan kondusif. 

Share:

Polsek Kretek Dukung Deklarasi Anti Bullying, Ajak Siswa Berani Melapor

Bantul - Polsek Kretek ikut mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para siswa. Kanit Binmas Polsek Kretek AKP Sugito mewakili Kapolsek Kretek menghadiri Deklarasi Anti Bullying di GOR SMPN 2 Kretek, Kamis (10/9/2026).


Deklarasi tersebut diikuti seluruh siswa-siswi bersama jajaran guru dan pihak sekolah. Kegiatan itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk menolak sekaligus mencegah segala bentuk perundungan di lingkungan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Sugito mengajak para siswa membangun hubungan pertemanan yang dilandasi sikap saling menghormati. Menurutnya, sekolah bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi siswa untuk tumbuh dan berkembang dalam suasana yang aman dan positif.

"Bullying bukan sekadar candaan. Perilaku tersebut dapat memberikan dampak bagi korban, sehingga harus dicegah bersama. Mari saling menghormati, menjaga pertemanan dan berani melapor apabila melihat adanya tindakan perundungan," ujar Sugito.

Selain itu, dia menekankan pentingnya keberanian siswa untuk menyampaikan kepada guru maupun pihak terkait apabila mengetahui adanya tindakan bullying. Dengan adanya komunikasi sejak dini, persoalan di lingkungan sekolah diharapkan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Deklarasi tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah, kepolisian, pemerintah, TNI, orang tua dan seluruh elemen pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting agar upaya pencegahan bullying tidak hanya dilakukan ketika terjadi kasus, tetapi menjadi budaya bersama di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026. Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Plh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Dr. Titik Sunarti, M.Pd., Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Kretek Taufik Ismail, perwakilan Koramil Kretek Serma Firman, perwakilan Polairud Polda DIY Iptu Danang, Kepala SMPN 2 Kretek Setyo Marwanto, M.Pd., Komite Sekolah Suhardi serta para guru dan siswa SMPN 2 Kretek.

Sementara itu, kehadiran Polsek Kretek dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kedekatan dengan lingkungan pendidikan. Edukasi kamtibmas di sekolah diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga keamanan, menghormati sesama dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.

Melalui deklarasi tersebut, seluruh pihak diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkan sekolah bebas bullying. Polsek Kretek juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah lingkungan pendidikan melalui kegiatan edukasi dan pembinaan guna mendukung terciptanya generasi muda yang sehat, berkarakter dan berprestasi.
Share:

Satgas Pangan DIY Gelar Pengawasan Harga dan Mutu Beras di Bantul, Tampak Serap Aspirasi DPD Perpadi DIY

YOGYAKARTA — Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terdiri dari Satgas Pangan Polda DIY, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Perum Bulog Kanwil DIY, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggelar operasi pengawasan dan silaturahmi di wilayah Kabupaten Bantul, Selasa (8/9/2026).

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan, mutu, serta stabilitas harga beras di tingkat pedagang hingga produsen.

Tim menyisir tiga titik utama, yakni pasar tradisional, retail modern, dan lokasi penggilingan beras.

"Dari hasil peninjauan di Pasar Imogiri, petugas mengecek dua kios pedagang. Beras medium dijual pada kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras khusus Mentik Wangi seharga Rp15.500 per kilogram. Secara umum harga di pasar tradisional masih di atas HET karena pedagang memperoleh pasokan dari distributor dengan harga yang sudah tinggi. Namun, ketersediaan stok dipastikan aman," ujar Kombes Pol Ihsan.

Sementara itu, pengecekan di retail modern (swalayan) di Bantul menunjukkan beras SPHP dijual sesuai ketentuan yaitu Rp11.716 per kilogram dan beras medium seharga Rp14.880 per kilogram.

Di lokasi ketiga, yaitu penggilingan beras di Gilangharjo, Pandak, Bantul, harga beras medium tercatat Rp13.500 per kilogram dan beras premium Rp14.800 per kilogram—keduanya masih berada dalam jangkauan HET.

Disalah satu lokasi penggilingan beras Bantul dilaksanakan antara Satgas Pangan bersama pengurus DPD Perpadi DIY dan anggotanya. Dalam forum tersebut, jajaran Perpadi DIY menyampaikan sejumlah masukan terkait kondisi perberasan di lapangan.

Beberapa poin yang disampaikan Perpadi DIY antara lain harapan agar pemerintah mengkaji kembali penetapan HET mengingat harga gabah di tingkat petani sudah tinggi, usulan agar batasan HET difokuskan pada beras bersubsidi (SPHP), serta menjadikan HET sebagai indikator pemerintah untuk segera menggelontorkan beras operasi pasar.

Selain itu, disampaikan pula prediksi penurunan produksi beras lokal DIY pada periode September hingga Desember.

Menanggapi hal tersebut, Kombes Ihsan menyampaikan bahwa kepolisian menyambut baik masukan dari para pelaku usaha dan akan mengawalnya agar tercipta solusi yang berimbang bagi produsen maupun konsumen.

"Polda DIY melalui Satgas Pangan berkomitmen untuk terus menggelar patroli pasar secara berkala dan memperkuat koordinasi antar instansi. Fokus utama kami adalah menjamin ketersediaan stok, kualitas beras, serta keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat DIY," tutup Kabidhumas.

Share:

Polda Lampung Perkuat Pencarian 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

LAMPUNG, 9 SEPTEMBER 2026 – Kepolisian memperkuat operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.

Delapan orang tersebut terdiri dari lima wartawan dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat untuk mengambil dokumentasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (9/9/2026), personel Kepolisian dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang bersama dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri serta Basarnas Lampung diterjunkan dalam operasi SAR gabungan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas penyisiran wilayah perairan.

“Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini,” ujar Yuni, Rabu (9/9/2026).

Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun menambahkan, pihaknya telah mengerahkan personel dan kapal patroli untuk memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat tersebut.

“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala,” kata Erick.

Berdasarkan informasi awal, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Sejak saat itu, keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.

Lima wartawan yang telah teridentifikasi yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Selain kelima wartawan tersebut, terdapat tiga kru kapal yang juga berada dalam speedboat.

Yuni mengatakan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat agar wilayah pencarian dapat disisir secara maksimal.

“Koordinasi dan sinergi terus dilakukan. Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian,” katanya.

Pada Rabu pagi, operasi SAR memasuki hari kedua. Apel kesiapan penebalan operasi SAR gabungan dipimpin Kasi Operasi Basarnas Lampung Agus Mujiono.

Tim kemudian disiapkan untuk menyisir sejumlah wilayah perairan yang dinilai menjadi bagian dari jalur atau lokasi yang berkaitan dengan keberadaan rombongan.

Pencarian meliputi perairan Pulau Legundi, perairan Pulau Sebesi hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Dari unsur kepolisian, dua personel KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang serta dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri turut dilibatkan.

Sementara Basarnas Lampung menurunkan empat personel dalam operasi tersebut.

“Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Seluruh unsur di lapangan akan terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya,” tutur Yuni.

Yuni juga mengimbau masyarakat maupun pihak-pihak yang memiliki informasi mengenai keberadaan rombongan untuk segera menyampaikannya kepada petugas.

“Kami mengajak semua pihak untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mendukung proses pencarian,” ujarnya.

Operasi pencarian masih berlangsung dengan menyisir wilayah perairan menggunakan sarana yang telah disiapkan. Polisi bersama Basarnas dan unsur SAR lainnya akan terus melakukan pemantauan hingga keberadaan delapan orang tersebut berhasil ditemukan.

Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Parangtritis Bersama Stakeholder Terkait Laksanakan Edukasi Warga Cegah Karhutla, Warga Diimbau Tidak Bakar Lahan

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Bhabinkamtibmas Kalurahan Parangtritis Bripka Nurmahrudin Saputra menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla di Balai Kalurahan Parangtritis, Kretek, Bantul, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah unsur kewilayahan, di antaranya Dukuh Kretek, Dukuh Duwuran, Dukuh Grogol VII, Dukuh Grogol VIII, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Kalurahan Parangtritis.

Pada kesempatan tersebut, Bripka Nurmahrudin Saputra memberikan edukasi kepada para peserta mengenai potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Bhabinkamtibmas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan, asap akibat pembakaran juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

"Masyarakat kami imbau untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani sedini mungkin," pesannya.

Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus upaya membangun kepedulian bersama dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan.

Polsek Kretek melalui jajaran Bhabinkamtibmas terus mendorong sinergi dengan pemerintah kalurahan, Babinsa, Dukuh, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi Karhutla.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat Kalurahan Parangtritis semakin memahami bahaya pembakaran lahan dan turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran di wilayahnya.

Share:

Unit Binmas Polsek Piyungan Sambang ke Sitimulyo, Koordinasi Kamtibmas dan Imbau Cegah Karhutla

Unit Binmas Polsek Piyungan yang dipimpin Kanit Binmas Iptu Dadiyono melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi ke Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Selasa (8/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Iptu Dadiyono berkoordinasi dengan Jogoboyo Kalurahan Sitimulyo, Afrizal Nurhidayad, S.Si., terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kalurahan Sitimulyo.

Selain koordinasi kamtibmas, Iptu Dadiyono juga menyampaikan imbauan mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Kegiatan sambang tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Piyungan dalam memperkuat komunikasi dan sinergitas dengan pemerintah kalurahan serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gangguan kamtibmas maupun kebakaran hutan dan lahan.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan tercipta koordinasi yang baik antara Polri dan pemerintah kalurahan sehingga situasi keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah Kalurahan Sitimulyo tetap terjaga.

Share:

Postingan Populer

Arsip Blog