• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Satgas Pantau Harga Beras di Bantul, Temukan Harga Gabah Tembus Rp8.000/Kg

BANTUL - Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras melakukan pemantauan harga dan mutu beras di sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hasil pengawasan menemukan harga gabah di tingkat pelaku usaha masih relatif tinggi, yakni berkisar Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram.

Pengawasan tersebut dilakukan pada Rabu (23/9/2026) dengan menyasar tiga pelaku usaha beras, yakni UD Abata Mandiri, UD Segoro Kidul dan UD Sari Beras. Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan Polda DIY, Badan Pangan Nasional, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Polres Bantul, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Bantul serta Perum BULOG.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan pengawasan dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus kondisi mutu beras di tingkat pelaku usaha. Selain itu, pemantauan dilakukan untuk mengetahui faktor yang memengaruhi pembentukan harga beras di pasaran.

"Dari hasil pengawasan, ditemukan harga gabah di tingkat pelaku usaha masih cukup tinggi, yakni berkisar Rp7.500 sampai Rp8.000 per kilogram. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga beras," kata Rita.

Di UD Abata Mandiri, petugas menemukan harga gabah yang diperoleh dari pengepul atau penebas berada pada kisaran Rp7.600 hingga Rp7.700 per kilogram. Sementara itu, gabah yang diperoleh langsung dari petani atau Gapoktan berada di kisaran Rp7.500 per kilogram.

Sejumlah jenis beras yang diproduksi dan dipasarkan UD Abata Mandiri juga memiliki harga berbeda sesuai jenis dan kualitasnya. Beras Cap Genthong misalnya dijual Rp13.700 hingga Rp13.800 per kilogram, sedangkan kualitas medium super mencapai Rp14.000 per kilogram.

Adapun beras C4 Medium Raja dijual sekitar Rp13.600 per kilogram dengan harga eceran Rp13.800 per kilogram. Sementara itu, beras premium produksi sendiri merek Abata dijual Rp14.800 per kilogram.

Petugas juga menemukan beras SPHP yang diperoleh dari BULOG dengan harga Rp11.000 per kilogram kemudian dijual Rp12.500 per kilogram. Penjualan beras SPHP tersebut disebut mencapai sekitar 2 ton per minggu.

Selain persoalan harga, pengawasan juga menemukan adanya kemasan produk beras yang belum mencantumkan izin edar. Salah satunya beras Abata jenis premium, sedangkan produk BerasKita jenis premium disebut telah memiliki izin edar namun kemasannya belum mencantumkan informasi tersebut.

Sementara itu, UD Segoro Kidul menyampaikan kenaikan harga beras turut dipengaruhi keterbatasan pasokan gabah. Masa Tanam II di wilayah Bantul telah berakhir pada Juli sehingga ketersediaan gabah dari wilayah tersebut saat ini relatif terbatas.

Kondisi tersebut juga dipengaruhi Bantul yang bukan merupakan sentra produksi gabah sehingga sebagian kebutuhan gabah harus didatangkan dari wilayah lain. Harga gabah di Bantul bahkan sempat mencapai Rp7.900 per kilogram dan menyebabkan kegiatan produksi UD Segoro Kidul berhenti sekitar satu setengah bulan.

Saat ini harga gabah disebut turun menjadi sekitar Rp7.600 per kilogram. Namun, harga tersebut masih dinilai cukup tinggi dan berdampak terhadap harga beras. Beras medium di tingkat pelaku usaha saat ini dijual sekitar Rp14.000 per kilogram.

UD Segoro Kidul menyebut sekitar 90 persen gabah yang digunakan berasal dari wilayah DIY, sedangkan sekitar 80 persen pemasaran beras dilakukan di wilayah DIY. Jika pasokan lancar, kapasitas produksi dapat mencapai sekitar 10 ton per hari. Namun, ketika pasokan tidak lancar, produksi hanya sekitar 10 hingga 15 ton per minggu.

Di lokasi ketiga, UD Sari Beras, petugas menemukan harga gabah dari pengepul sekitar Rp8.000 per kilogram untuk gabah yang dipanen menggunakan combine harvester. Sementara gabah yang dipanen tanpa menggunakan combine diperoleh sekitar Rp7.500 per kilogram.

Dengan harga gabah Rp8.000 per kilogram, perhitungan biaya produksi dapat membuat harga beras mencapai sekitar Rp16.000 per kilogram. Namun, UD Sari Beras memilih menjual beras sekitar Rp15.000 per kilogram karena mempertimbangkan daya beli dan kekhawatiran penjualan menurun jika harga dinaikkan.

"Perbedaan harga beras di tingkat pelaku usaha juga dipengaruhi oleh jenis gabah, varietas, kualitas beras serta penggunaan stok gabah lama maupun baru," ujar Rita.

Menurutnya, hasil pengawasan tersebut akan menjadi bahan pemantauan lebih lanjut terhadap perkembangan harga gabah dan beras di tingkat produsen, penggilingan, pasar maupun ritel.

Selain itu, Satgas akan melakukan pendalaman terhadap faktor pembentukan harga beras serta pemantauan pemenuhan ketentuan izin edar bagi produk beras yang diproduksi dan dikemas menggunakan merek sendiri.

"Pemantauan akan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga dan memastikan ketentuan terkait mutu serta izin edar produk beras dipenuhi oleh pelaku usaha," pungkasnya.


Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Karangtalun Laksanakan Kunjungan Warga

Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Bhabinkamtibmas Kalurahan Karangtalun Aipda Muhammad Farid melaksanakan sambang kamling dengan mengunjungi warga yang sedang melaksanakan ronda malam di Dusun Salaman, Karangtalun, Imogiri, Bantul, Minggu (20/9/2026) malam.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas bertemu dengan warga dan anggota ronda yang sedang menjalankan tugas keamanan lingkungan secara bergiliran.

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Muhammad Farid menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga agar senantiasa menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Bhabinkamtibmas juga mengajak warga untuk terus mempertahankan kegiatan ronda malam sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Kapolsek Imogiri Kompol W. Elang Elang T.B., S.H., mengatakan bahwa kegiatan sambang kamling merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

"Melalui kegiatan sambang dan komunikasi langsung dengan warga, diharapkan terjalin koordinasi yang baik sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti," ujar Kapolsek Imogiri.

Share:

Dua Pria di Jetis Bantul Ditangkap Usai Curi Emas dan Uang, Korban Rugi Rp 47 Juta

 BANTUL - Polisi mengungkap kasus pencurian perhiasan emas dan uang tunai di sebuah rumah di Kembangsongo, Trimulyo, Jetis, Bantul. Dua pria diamankan setelah diduga terlibat dalam pencurian yang menyebabkan korban mengalami kerugian sekitar Rp 47 juta.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan pencurian tersebut diketahui pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban, Tri Yulianto, mendapati jendela kamar rumahnya dalam kondisi terbuka dan terdapat bekas congkelan.

"Korban dan saksi saat kembali ke rumah mendapati jendela kamar terbuka dengan bekas congkelan. Setelah dicek, pintu almari pakaian juga sudah terbuka dan sejumlah perhiasan emas serta uang tunai milik korban hilang," kata Rita, Sabtu (19/9/2026).

Rita menjelaskan, sebelum kejadian istri korban yang menjadi saksi dalam kasus tersebut meninggalkan rumah sekitar pukul 03.30 WIB untuk berjualan sayur di Jalan Imogiri Barat. Sementara itu, rumah dan kamar korban dalam kondisi terkunci.

Dari pemeriksaan awal, korban menyimpan sejumlah perhiasan emas dan uang tunai di dalam almari pakaian. Barang-barang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kaleng biskuit.

Akibat pencurian tersebut, korban kehilangan perhiasan emas berupa gelang, cincin dan kalung dengan total berat sekitar 31,4 gram. Nilai perhiasan tersebut diperkirakan mencapai Rp 45 juta, ditambah uang tunai Rp 2 juta.

"Total kerugian korban diperkirakan sekitar Rp 47 juta. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan korban maupun saksi," ujarnya.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Jetis melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Dalam proses penyelidikan tersebut, polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat pencurian.

Kedua orang tersebut yakni WSA (24), warga Trimulyo, Jetis, Bantul, dan HN (36), warga Trimulyo, Jetis, Bantul. Keduanya kemudian dibawa ke Polsek Jetis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari hasil pemeriksaan, kedua terduga pelaku mengakui telah melakukan pencurian perhiasan emas dan uang tunai milik korban," terang Rita.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu kalung emas, tiga gelang emas dan enam cincin emas. Selain itu, polisi sebelumnya mengamankan kaleng yang digunakan korban untuk menyimpan uang dan perhiasan.

Saat ini penyidik Polsek Jetis masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua terduga pelaku serta melengkapi proses penyidikan. Kasus tersebut ditangani berdasarkan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Share:

Razia Miras di 14 Lokasi Bantul, Polisi Amankan 406 Botol

 BANTUL - Polisi mengamankan total 406 botol minuman keras (miras) dari 14 lokasi di Kabupaten Bantul dalam rangkaian razia selama 14-20 September 2026. Ratusan botol miras tersebut terdiri dari berbagai jenis, mulai miras pabrikan, miras oplosan hingga Ciu.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, penindakan dilakukan jajaran Polres Bantul dan polsek sebagai tindak lanjut informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran miras tanpa izin.

"Selama rangkaian kegiatan, petugas melakukan penindakan di 14 lokasi dan mengamankan sebanyak 406 botol minuman beralkohol dari berbagai jenis," kata Rita, Senin (21/9/2026).

Adapun lokasi pertama berada di Dusun Kembaran, Tamantirto, Kasihan, pada 14 September. Dari lokasi tersebut diamankan 37 botol miras jenis AL dari MR (32).

Selanjutnya, pada 15 September, petugas mengamankan 18 botol miras jenis AL dari IS (34) di Jalan Bulak Sawah, Dusun Neco, Sabdodadi, Bantul. Pada hari yang sama, Polsek Pleret juga mengamankan 15 botol miras oplosan dari A (27) di kawasan timur Stadion Sultan Agung.

Kemudian pada 16 September, sebanyak 11 botol miras jenis AL diamankan dari AR (29) di Jalan Imogiri Barat, Dusun Gandok, Bangunharjo, Sewon. Di hari yang sama, petugas Polsek Pundong mengamankan 12 botol miras dari YH (31) di Dusun Baran, Srihardono, Pundong.

Berikutnya, pada 18 September, petugas kembali mengamankan 18 botol miras jenis AL dari PB (24) di Jalan Bulak Sawah, Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon.

Sementara itu, pada 19 September, razia dilakukan di sejumlah lokasi. Di Kampung Sonopakis Lor, Ngestiharjo, Kasihan, petugas mengamankan 40 botol miras dari YS (29). Kemudian di Dusun Banyon, Pendowoharjo, Sewon, diamankan tujuh botol miras oplosan jenis AL dari FS (25).

Di halaman Pasar Seni Gabusan, Timbulharjo, Sewon, petugas juga mengamankan 17 botol miras jenis AL dari RS (46). Pada malam harinya, razia di Outlet 23, Tamantirto, Kasihan, menghasilkan 75 botol miras berbagai merek dari RAM (24).

Share:

habinkamtibmas Kalurahan Sriharjo Hadiri Takziah dan Bantu Pengamanan di Rumah Duka

Sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat, Bhabinkamtibmas Kalurahan Sriharjo Aipda Wahyono, S.H., melaksanakan kegiatan takziah atas meninggalnya Kyai Fathul Huda Husaini di Dusun Dogongan, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Minggu (20/9/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Aipda Wahyono menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga almarhum serta turut memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Selain mengikuti kegiatan takziah, Aipda Wahyono juga membantu pengamanan di sekitar rumah duka. Mengingat lokasi rumah duka berada di dekat jalan raya dan terdapat aktivitas masyarakat yang cukup ramai, Bhabinkamtibmas melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah terjadinya kemacetan maupun gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tersebut merupakan wujud kepedulian sekaligus pelayanan Polri kepada warga. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, tertib, dan kondusif dalam setiap kegiatan masyarakat.

Kapolsek Imogiri, Kompol Wahyu Elang Tribuana, S.H., mengatakan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam berbagai kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tugas pelayanan sekaligus pemeliharaan kamtibmas di wilayah binaannya.

"Bhabinkamtibmas diharapkan senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga situasi kamtibmas, tetapi juga memberikan bantuan dan pelayanan kepada warga yang membutuhkan," ujar Kapolsek.

Dengan kehadiran personel Polri secara langsung di tengah masyarakat, diharapkan hubungan kemitraan antara kepolisian dan warga semakin erat. Selain itu, keberadaan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memberikan rasa aman serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam memberikan pelayanan dan menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Share:

Kapolsek Kasihan Hadiri Pengundian Nomor Urut dan Pembekalan Calon Lurah Tamantirto

 Kapolsek Kasihan AKP Bhayu Wijatmoko menghadiri kegiatan pengundian nomor urut dan pembekalan calon Lurah Tamantirto, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan berlangsung di kantor Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Panitia Pemilihan Lurah Tamantirto, Panewu Anom, Kepala KUA Kasihan, PMK Kapanewon Kasihan, Ketua Bamuskal Tamantirto, Danramil Kasihan, Babinsa, Bhabinkamtibmas Kalurahan Tamantirto, serta calon Lurah.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengundian nomor urut bagi dua calon Lurah Kalurahan Tamantirto, yakni Wisnu Ardi SH dan Slamet Waluyo.

Berdasarkan hasil pengundian, Wisnu Ardi, SH mendapatkan nomor urut 1, sedangkan Slamet Waluyo mendapatkan nomor urut 2.

Selain pengundian nomor urut, kegiatan juga diisi dengan pembekalan kepada para calon Lurah sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan Pemilihan Lurah Kalurahan Tamantirto.

Kapolsek Kasihan AKP Bhayu Wijatmoko menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

"Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif," ujar Kapolsek Kasihan.

Share:

Unit Samapta Polsek Bantul Tingkatkan Patroli Sambangi Objek Vital dan Pertokoan

Personel Unit Samapta Polsek Bantul melaksanakan patroli rutin dengan menyambangi sejumlah objek vital dan pertokoan yang berada di wilayah Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Minggu (20/9/2026).


Kegiatan patroli tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya tindak kriminalitas yang dapat terjadi di lokasi-lokasi yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga berdialog dengan masyarakat, karyawan pertokoan, maupun pihak terkait. Pada kesempatan tersebut, petugas menyampaikan imbauan kamtibmas agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar dan turut berperan dalam menjaga keamanan.

Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas atau kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Kegiatan patroli berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Melalui patroli rutin tersebut, Polsek Bantul berupaya menghadirkan kehadiran polisi di tengah masyarakat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang sedang melaksanakan aktivitas.

Patroli preventif akan terus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan sebagai bagian dari upaya Polsek Bantul dalam memelihara situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukumnya.

Share:

Postingan Populer

Arsip Blog