• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Bhabinkamtibmas Kalurahan Parangtritis Bersama Stakeholder Terkait Laksanakan Edukasi Warga Cegah Karhutla, Warga Diimbau Tidak Bakar Lahan

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Bhabinkamtibmas Kalurahan Parangtritis Bripka Nurmahrudin Saputra menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan Karhutla di Balai Kalurahan Parangtritis, Kretek, Bantul, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah unsur kewilayahan, di antaranya Dukuh Kretek, Dukuh Duwuran, Dukuh Grogol VII, Dukuh Grogol VIII, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Kalurahan Parangtritis.

Pada kesempatan tersebut, Bripka Nurmahrudin Saputra memberikan edukasi kepada para peserta mengenai potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Bhabinkamtibmas mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan, asap akibat pembakaran juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

"Masyarakat kami imbau untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani sedini mungkin," pesannya.

Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus upaya membangun kepedulian bersama dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan.

Polsek Kretek melalui jajaran Bhabinkamtibmas terus mendorong sinergi dengan pemerintah kalurahan, Babinsa, Dukuh, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi Karhutla.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat Kalurahan Parangtritis semakin memahami bahaya pembakaran lahan dan turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran di wilayahnya.

Share:

Unit Binmas Polsek Piyungan Sambang ke Sitimulyo, Koordinasi Kamtibmas dan Imbau Cegah Karhutla

Unit Binmas Polsek Piyungan yang dipimpin Kanit Binmas Iptu Dadiyono melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi ke Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Selasa (8/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Iptu Dadiyono berkoordinasi dengan Jogoboyo Kalurahan Sitimulyo, Afrizal Nurhidayad, S.Si., terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kalurahan Sitimulyo.

Selain koordinasi kamtibmas, Iptu Dadiyono juga menyampaikan imbauan mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Kegiatan sambang tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Piyungan dalam memperkuat komunikasi dan sinergitas dengan pemerintah kalurahan serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi gangguan kamtibmas maupun kebakaran hutan dan lahan.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan tercipta koordinasi yang baik antara Polri dan pemerintah kalurahan sehingga situasi keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah Kalurahan Sitimulyo tetap terjaga.

Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Girirejo Edukasi Warga PKH Bahaya Judi Online dan Cegah Karhutla

Bhabinkamtibmas Kalurahan Girirejo Aiptu Toto memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) tentang bahaya judi online kepada masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH), di Banyusumurup, Girirejo, Imogiri, Bantul, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pendamping PKH Kapanewon Imogiri, Bhabinkamtibmas Kalurahan Girirejo, serta masyarakat penerima bantuan PKH.

Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Toto menyampaikan edukasi mengenai berbagai dampak negatif judi online, baik terhadap kondisi ekonomi keluarga, kehidupan sosial maupun keamanan dan ketertiban masyarakat. Warga juga diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan cepat melalui aktivitas perjudian online.

Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bantuan sosial yang diterima secara bijak dan memenuhi kebutuhan keluarga secara tepat, sehingga dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.

Selain memberikan penyuluhan tentang bahaya judi online, Aiptu Toto turut menyampaikan sosialisasi terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

"Jangan sampai masyarakat terjerumus judi online yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga. Mari manfaatkan bantuan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan bersama-sama menjaga lingkungan," ujarnya.

Kegiatan Binluh tersebut merupakan bagian dari upaya Bhabinkamtibmas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas sekaligus memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Share:

Polsek Imogiri Bersama Tim Gabungan Gelar Patroli Terpadu Cegah Karhutla di Wukirsari

Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polsek Imogiri bersama unsur terkait melaksanakan patroli terpadu di wilayah Nogosari 1 dan Nogosari 2, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Balai Dalkarhut), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Bhabinkamtibmas Kalurahan Wukirsari Aipda Chrismawan Adi Nugroho.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melaksanakan patroli dan pemantauan secara terpadu terhadap wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran, termasuk melakukan pemantauan titik api. Petugas juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.

Bhabinkamtibmas Aipda Chrismawan Adi Nugroho menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang dapat memicu terjadinya kebakaran, khususnya pada kawasan yang memiliki potensi rawan kebakaran.

Selain upaya pencegahan, tim gabungan juga melakukan langkah penanganan pascakebakaran apabila ditemukan wilayah yang terdampak, meliputi inventarisasi luasan area yang terbakar, pemantauan dampak terhadap lingkungan, serta koordinasi dalam rangka penegakan hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran.

Kapolsek Imogiri Kompol Wahyu Elang Elang Tribuana, S.H. mengatakan bahwa kegiatan patroli terpadu merupakan bentuk sinergi antara Polri, instansi terkait dan masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla.

"Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran serta seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan," ujarnya.

Polsek Imogiri juga terus mengedepankan langkah preventif melalui patroli dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan di wilayah hukum Polsek Imogiri.


Share:

Wakapolri: Penanganan Bencana dan Konflik Sosial Harus Utamakan Pencegahan

CIKEAS, JAWA BARAT -- Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menekankan pentingnya langkah pencegahan dalam menghadapi potensi bencana maupun konflik sosial. Menurutnya, kesiapsiagaan dan kemampuan melakukan mitigasi sejak dini menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dedi dalam Apel Gelar Pasukan dalam rangka Kesiapan Menghadapi Bencana dan Konflik Sosial Tahun 2026 di Cikeas, Jawa Barat, Senin (7/9/2026).

Dedi mengatakan, Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi karena kondisi geologis, geografis dan klimatologis yang kompleks. Posisi Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire juga meningkatkan risiko terjadinya gempa bumi, tsunami hingga erupsi gunung api.

"Rangkaian fenomena tersebut menjadi pengingat bagi kita bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun pada fase pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga pascabencana," ujar Dedi dalam keterangannya di Cikeas, Senin (7/9/2026).

Ia menyebut, berdasarkan data BNPB, sejak Januari 2026 hingga saat ini telah terjadi 1.730 kejadian bencana alam di Indonesia. Bencana yang didominasi banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut telah menyebabkan 397 orang meninggal dunia serta lebih dari 4 juta masyarakat mengungsi.

Di tengah kondisi tersebut, Polri memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana untuk memberikan respons cepat melalui Operasi Aman Nusa II. Penanganan dilakukan mulai dari evakuasi dan pencarian korban, pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas dan jalur evakuasi, hingga pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

"Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, dan kecepatan bertindak, Polri harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, meringankan beban masyarakat yang terdampak, serta memberikan pengabdian terbaik dalam setiap situasi bencana," tegasnya.

Selain bencana alam, Dedi mengingatkan jajaran Polri terhadap potensi konflik sosial yang dapat dipicu berbagai persoalan politik, ekonomi, sosial budaya maupun keamanan. Potensi tersebut, kata dia, juga dapat berkembang melalui ruang digital apabila tidak dikelola secara tepat.

Karena itu, Polri diminta memperkuat deteksi dini, sistem peringatan dini, pemetaan potensi kerawanan serta patroli siber terhadap narasi provokatif. Pendekatan persuasif juga perlu diperkuat dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

"Pada penanganan konflik sosial, utamakan langkah pencegahan untuk mitigasi seluruh risiko serta dampak berkelanjutan yang ditanggung masyarakat. Pahami akar persoalan di wilayah masing-masing dan bangun kedekatan dengan tokoh masyarakat untuk dapat memitigasi timbulnya konflik," kata Dedi.

Dedi menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional masyarakat yang harus dihormati dan dilindungi. Namun demikian, Polri tetap harus memiliki kesiapan untuk mencegah potensi eskalasi agar tidak berkembang menjadi konflik, kekerasan maupun gangguan kamtibmas.

Dalam kondisi konflik, personel Polri harus mampu melakukan pengamanan, memisahkan pihak-pihak yang berkonflik, melindungi masyarakat dan objek vital, serta melakukan penegakan hukum secara profesional, proporsional dan berkeadilan.

Sementara pada tahap pascakonflik, Polri juga memiliki peran dalam mendukung rekonsiliasi, pemulihan keamanan serta membangun kembali kepercayaan masyarakat agar konflik tidak kembali terjadi.

Dedi kemudian memberikan dua penekanan kepada seluruh personel yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa I dan Aman Nusa II. Dalam penanganan bencana, seluruh tahapan harus berorientasi pada keselamatan dan pemulihan korban, mulai dari siaga darurat, tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

"Data yang tepat menjadi pijakan, gerak yang cepat menjadi tuntutan, dan kerja yang cermat menjadi jaminan keselamatan," ujarnya.

Sementara dalam penanganan konflik sosial, personel diminta mengutamakan pencegahan, memahami akar persoalan dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Apabila kondisi membutuhkan tindakan tegas, penindakan harus dilakukan secara terukur dan profesional dengan mengedepankan prinsip ultimum remedium atau penegakan hukum sebagai upaya terakhir.

Melalui kesiapan tersebut, Polri berkomitmen memastikan kehadiran negara dapat dirasakan masyarakat, baik ketika menghadapi bencana maupun potensi konflik sosial, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.


Share:

Polsek Srandakan Sosialisasikan Antisipasi Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan Sembarangan

BANTUL - Personel Polsek Srandakan bersama jajaran TNI dan relawan menyosialisasikan antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada masyarakat di wilayah Kapanewon Srandakan, Bantul, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi lingkungan kering dan terdapat banyak material yang mudah terbakar.

Dalam sosialisasi itu, petugas mengingatkan warga agar tidak membakar sampah, semak, rumput kering maupun sisa hasil pertanian secara sembarangan. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran di dekat lahan terbuka, pepohonan, permukiman maupun fasilitas umum.

Selain itu, masyarakat diimbau memastikan api benar-benar padam setelah digunakan. Sebab, bara yang masih menyala dan tidak diawasi dapat dengan mudah merambat ketika kondisi lingkungan kering dan disertai hembusan angin.

Kapolsek Srandakan mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan masing-masing.

"Pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Kami mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api atau kejadian kebakaran," ujarnya.

Petugas juga mengingatkan warga untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar lahan tanpa pengawasan, membersihkan lingkungan dari material mudah terbakar serta memastikan seluruh sumber api telah dimatikan setelah digunakan.

Menurut petugas, masyarakat perlu segera melaporkan apabila melihat kepulan asap, titik api atau indikasi terjadinya kebakaran. Informasi yang disampaikan sedini mungkin akan membantu petugas melakukan penanganan sehingga api tidak meluas.

"Jangan menganggap remeh api yang masih kecil. Dalam kondisi lingkungan kering, api dapat dengan cepat membesar dan merambat ke area lainnya," lanjutnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara Polri, TNI, relawan dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana kebakaran. Penanganan yang cepat dinilai penting untuk mencegah api meluas dan mengurangi risiko kerugian.

Polsek Srandakan bersama TNI dan relawan mengajak masyarakat menjadi bagian dari sistem kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Warga juga diharapkan saling mengingatkan secara persuasif apabila menemukan aktivitas pembakaran yang berpotensi membahayakan.

Selain mencegah kerugian material, upaya pencegahan kebakaran juga penting untuk menjaga keselamatan warga, kelestarian lingkungan dan kualitas udara.

Polsek Srandakan menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah preventif serta membangun komunikasi dengan masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Dengan adanya sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama. Kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Share:

Cuaca Panas, Polisi Ingatkan Warga Kasihan Waspada Bahaya Kebakaran

BANTUL - Polisi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca panas. Imbauan tersebut disampaikan personel Polsek Kasihan Polres Bantul saat melakukan sambang warga di Dusun Gunung Sempu, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Bantul, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Panit Samapta Polsek Kasihan Iptu Sigit Budi Hartana. Dalam sambang tersebut, petugas menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas, khususnya mengenai langkah pencegahan kebakaran yang dapat terjadi akibat penggunaan api secara sembarangan.

Warga diimbau tidak membakar sampah maupun bahan-bahan kering secara sembarangan, terutama di sekitar lahan terbuka, semak belukar, rumput kering dan lokasi yang terdapat material mudah terbakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat apabila terkena bahan kering dan tertiup angin.

Kapolsek Kasihan AKP Bhayu Wijatmoko mengatakan pencegahan sejak dini penting dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran sekaligus mencegah kerugian yang lebih besar.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah atau melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan. Api yang awalnya kecil dapat meluas dengan cepat apabila mengenai rumput maupun bahan kering di sekitarnya," kata AKP Bhayu.

Menurutnya, menjaga keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran aktif masyarakat diperlukan untuk mendeteksi dan mencegah potensi kebakaran sejak dini.

"Kepedulian masyarakat sangat penting. Apabila melihat adanya titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera lakukan langkah pencegahan dan laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepatnya," ujarnya.

Selain mengantisipasi kebakaran, Polsek Kasihan juga mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi kepolisian apabila menemukan tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas lainnya. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi melalui Call Center 110.

"Kami mengajak masyarakat tidak ragu menghubungi Call Center 110 apabila membutuhkan kehadiran polisi, baik karena adanya tindak kriminalitas, gangguan kamtibmas maupun kondisi darurat lainnya," imbuhnya.

Melalui kegiatan sambang secara langsung, Polsek Kasihan berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat mencegah berbagai potensi gangguan sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif.


Share:

Postingan Populer

Arsip Blog