• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Kapolri Terima Adhi Bhakti Senapati, Jadi Motivasi Perkuat Sinergi Keamanan Siber

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima tanda kehormatan Adhi Bhakti Senapati dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Hari Rabu (06/05/2026). Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam bidang keamanan dan pertahanan, khususnya dalam penguatan kolaborasi lintas lembaga di ruang siber.

Kapolri mengungkapkan, penghargaan Adhi Bhakti Senapati menjadi momen penting yang semakin mendorong dirinya untuk meningkatkan kolaborasi antara Polri dengan berbagai pihak, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden yang menekankan pentingnya persatuan dan sinergi dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap bangsa dan negara.

"Bagi saya ini adalah penghargaan yang sangat luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kolaborasi dan sinergisitas. Apalagi Bapak Presiden telah menyampaikan bahwa kita harus bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan," jelasnya.

Menurut Kapolri, ancaman di ruang siber menjadi salah satu tantangan terbesar ke depan. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang mencakup peningkatan literasi digital, penguatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan sistem keamanan yang andal, serta penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber.

"Kita harus bersama-sama menjaga ruang siber, mulai dari literasi, penguatan SDM, pembangunan sistem keamanan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber," tegasnya.

Selain itu, Kapolri juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri, BSSN, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kedaulatan negara, baik dari sisi keamanan siber maupun pertahanan.

"Kolaborasi dan sinergisitas menjadi kunci sukses untuk menjaga kedaulatan di bidang keamanan," pungkasnya.


Share:

Gedung Baru Kompolnas Diresmikan, Kapolri Tekankan Penguatan Pengawasan dan Respons Keluhan Masyarakat

jogja.polri.go.id Komisi Kepolisian Nasional resmi menempati gedung baru di Graha Sentana, Jalan Hj. Tutty Alawiyah No. 2, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026). Peresmian tersebut ditandai dengan kegiatan syukuran yang dihadiri jajaran pemerintah, kementerian/lembaga, serta pimpinan Polri.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pemanfaatan kantor baru Kompolnas sekaligus sarana komunikasi publik atas penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran gedung baru diharapkan mampu menunjang pelaksanaan tugas pengawasan fungsional terhadap Polri, pelayanan pengaduan masyarakat, serta memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menjelaskan bahwa pemindahan kantor Kompolnas bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat dalam menyampaikan aspirasi maupun laporan terkait kepolisian.
"Supaya masyarakat yang berkepentingan atau berhubungan dengan Kompolnas bisa datang tanpa ragu-ragu, karena tempat ini menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan demi perbaikan kepolisian maupun Kompolnas sendiri," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan gedung baru ini juga menjadi simbol penguatan kerja sama antara Kompolnas dan Polri dalam memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
"Tidak ada pembedaan, yang ada adalah kita bersama-sama bekerja memberikan sesuatu yang berharga bagi kepentingan bangsa," tambahnya.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi atas peresmian gedung baru tersebut serta menegaskan pentingnya peran Kompolnas sebagai mitra strategis Polri. Menurutnya, Kompolnas memiliki fungsi memberikan masukan kebijakan strategis sekaligus menerima laporan masyarakat untuk ditindaklanjuti secara cepat oleh Polri.

"Kompolnas adalah mitra strategis Polri untuk memastikan institusi Polri betul-betul dapat melaksanakan tugas secara profesional," ungkapnya.

Kapolri menekankan bahwa Polri membutuhkan masukan dan evaluasi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kami membutuhkan masukan dan evaluasi agar Polri bisa bekerja lebih baik, lebih profesional, mendengarkan keluhan masyarakat, dan segera meresponsnya," lanjutnya.

Ia berharap kehadiran gedung baru Kompolnas dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan, transparansi, serta sinergi antar lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Dengan gedung baru ini diharapkan Kompolnas semakin banyak menerima masukan dari masyarakat sehingga harapan publik terhadap Polri dapat terwujud," tutupnya.

Melalui peresmian kantor baru ini, diharapkan sinergi antara Kompolnas dan berbagai kementerian/lembaga semakin solid, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pengaduan masyarakat serta transparansi informasi publik sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas kelembagaan.

Share:

Awal Tahun Kelam di Bantul: 10 Nyawa Melayang di Jalan Raya, Polisi Soroti Faktor Kecepatan

Awal tahun 2026 menjadi periode kelam bagi keselamatan jalan raya di wilayah hukum Polres Bantul. Hanya dalam waktu kurang dari satu bulan, tercatat sebanyak 10 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas.


Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan bahwa intensitas kecelakaan di wilayahnya masih tergolong tinggi. Berdasarkan data periode 1 hingga 25 Januari 2026, telah terjadi ratusan insiden di jalanan Bantul.


"Selama Januari ini, telah terjadi sebanyak 140 kasus laka lantas di Bantul," ujar Iptu Rita mewakili Kapolres Bantul di markas kepolisian setempat, Senin (26/1/2026).


Selain menelan 10 korban jiwa, rentetan kecelakaan tersebut juga mengakibatkan ratusan orang lainnya harus menderita luka-luka.


"Total sebanyak 176 korban mengalami luka-luka dan kerugian materiil: mencapai Rp95.650.000," terang Iptu Rita.


Pihak kepolisian menilai tingginya angka fatalitas ini dipicu oleh minimnya kesadaran pengendara dalam berbagi ruas jalan. Kurangnya toleransi antar-pengguna jalan seringkali berujung pada petaka.


"Kebanyakan disebabkan oleh berkendara dengan kecepatan tinggi tanpa dibarengi dengan kewaspadaan," tegas Iptu Rita.


Lebih lanjut, ia membedah tiga faktor utama penyebab laka lantas, yakni manusia (human error), kondisi jalan, dan kelaikan kendaraan. Faktor manusia tetap menjadi penyumbang tertinggi, terutama dalam kasus kecelakaan tunggal atau out of control (lepas kendali).


"Secara teori, faktor manusia memang lebih tinggi. Kebut-kebutan di jalan yang sempit atau tikungan yang bergelombang memicu terjadinya lepas kendali. Ini menjadi bahan analisa dan evaluasi (anev) kami ke depan," tambahnya.


Menyikapi situasi ini, Polres Bantul memberikan atensi khusus dan meminta masyarakat untuk tidak abai terhadap aturan teknis berkendara. Banyak kecelakaan terjadi karena hal sepele, seperti tidak adanya lampu utama atau lampu belakang yang berfungsi.


"Pastikan lampu dan rem berfungsi optimal sebelum berangkat serta wajib menggunakan helm standar SNI," imbuhnya.


Selain itu, dilarang keras menggunakan ponsel saat berkendara serta jangan mengemudi jika mengantuk atau di bawah pengaruh alkohol.


"Kami meminta masyarakat untuk berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Mari jadikan jalan raya tempat yang aman, bukan lokasi tragedi," pungkas Iptu Rita. 

Share:

Kompolnas Apresiasi Polda DIY Sebagai Role Model Dalam Implementasi Paradigma Polri yang Humanis

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaksanakan kunjungan kerja ke Polda DIY selama tiga hari (15-17 April 2026) dalam rangka pengumpulan data terkait sarana-prasarana (sarpras), materiil/logistik, anggaran, serta sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari penguatan paradigma baru Polri yang semakin humanis.

Kunjungan yang dipimpin oleh Mochammad Choirul Anam tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan dan implementasi kinerja kepolisian di wilayah DIY dalam menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kompolnas melakukan pendalaman data serta diskusi bersama jajaran Polda DIY guna memastikan bahwa aspek sarpras, anggaran, dan SDM telah berjalan selaras dengan tuntutan transformasi Polri yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Kompolnas menilai bahwa Polda DIY telah mampu mewujudkan paradigma kepolisian yang humanis dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Salah satu indikatornya terlihat dari penanganan aksi unjuk rasa yang mengedepankan pendekatan kearifan lokal, sehingga situasi tetap terkendali tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Atas capaian tersebut, Kompolnas berharap Polda DIY dapat menjadi laboratorium sentral atau role model bagi Polda lain di Indonesia dalam mengimplementasikan paradigma baru pelayanan Polri yang lebih humanis, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kompolnas juga melakukan peninjauan ke Satuan Brimob Polda DIY guna melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana pendukung tugas Brimob dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah DIY.

Sementara itu, Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyambut baik atas kunjungan Kompolnas di jajaran Polda DIY sebagai momentum untuk mengevaluasi sejauhmana kinerja Polda DIY dalam melayani masyarakat.

"Kunjungan ini merupakan salah satu bentuk pengawasan eksternal untuk memotret Polda DIY dari luar, sehingga kami sangat berterima kasih Polda DIY dijadikan sebagai salah satu objek kunjungan untuk memastikan bahwa pelaksanaan tugas Polri di wilayah DIY telah berjalan sesuai dengan paradigma Polri yang humanis dan melayani. Kami juga berharap hasil dari kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.


Share:

Wakapolri Tekankan Transformasi Digital dan Penguatan SDM pada Rakernis Humas Polri 2026

Jakarta - Wakapolri Komjen. Pol Dedi Prasetyo memberikan pengarahan strategis kepada jajaran dalam kegiatan Rakernis Humas Polri 2026 di Jakarta (15/04). Dalam arahannya, Wakapolri mengapresiasi peningkatan kualitas strategi manajemen media yang dinilai semakin baik dari tahun ke tahun. "Humas adalah suara dan telinga institusi. Peran ini menempatkan Humas di garis depan sekaligus garis terakhir dalam menjaga marwah Polri," tegas Komjen. Pol Dedi Prasetyo.

Lebih dari sekadar juru bicara, Wakapolri menyampaikan bahwa Humas Polri merupakan komunikator strategi yang harus dapat mengelola persepsi publik terutama dalam membangun kepercayaan publik. "Humas bukan sekadar juru bicara, tetapi strategic communication hub yang mengelola persepsi publik, membangun kepercayaan, serta melawan disinformasi untuk mendukung legitimasi institusional," tegas Wakapolri.

Wakapolri menekankan bahwa Divhumas harus mampu bertransformasi melalui pendekatan intelligence-led communication, dengan mengoptimalkan sistem berbasis big data dan artificial intelligence seperti monitoring real-time, analisis cerdas, hingga respons cepat terhadap isu. Ia juga menegaskan pentingnya penggunaan framework komunikasi berbasis akurasi, relevansi, hingga tujuan yang jelas dalam setiap produksi konten.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya internalisasi fungsi kehumasan di seluruh lini organisasi Polri. Mengacu pada Perkap Nomor 6 Tahun 2023, fungsi kehumasan tidak hanya diemban oleh personel Humas, tetapi seluruh anggota Polri. "Di tengah arus informasi yang serba cepat, setiap personel harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tepat, dan penuh empati," jelasnya.

Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Wakapolri mengingatkan bahwa seluruh jajaran Humas harus memahami arah kebijakan nasional melalui RPJPN 2025-2045, termasuk delapan agenda pembangunan nasional dan transformasi digital sebagai pilar utama. Hal ini penting agar komunikasi publik Polri selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.

Wakapolri juga menjelaskan terkait Grand Strategy Polri 2025-2045 yang terbagi dalam empat tahap, mulai dari penguatan pondasi organisasi hingga terwujudnya Polri yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada masyarakat. Lima tujuan utama Polri juga harus dicapai secara terukur, mulai dari menjaga kamtibmas, penegakan hukum yang adil dan humanis, hingga transformasi menuju organisasi modern berbasis teknologi.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya optimalisasi War Room Humas sebagai pusat kendali informasi untuk memonitor isu viral, menganalisis tren, serta menentukan langkah mitigasi dan amplifikasi secara cepat dan tepat.

Menutup arahannya, Wakapolri mengingatkan bahwa Divisi Humas Polri adalah representasi utama dalam komunikasi Polri kepada masyarakat. "Humas harus menjadi garda terdepan dalam menerapkan strategic intelligence-led communication, sekaligus menjaga marwah institusi Polri di ruang publik," pungkasnya.
Share:

Polri Dinilai Sukses Kelola Arus Mudik dan Balik Lebaran, Tuai Respons Positif Masyarakat

Jakarta - Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dinilai berjalan lancar. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Polri dalam mengelola lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat.

Selama periode operasi yang berlangsung selama 13 hari, Polri dinilai mampu hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pelayanan yang optimal. Tidak hanya memastikan kelancaran arus lalu lintas, Polri juga dinilai berhasil menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia, Edi Saputra Hasibuan, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

"Keberhasilan melancarkan arus mudik dan balik Lebaran ini menunjukkan bahwa Polri hadir memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Polri mampu memberikan pelayanan yang nyaman, cepat, dan responsif sehingga masyarakat merasa aman selama perjalanan,"
 ujar Edi.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Polri di berbagai titik pengamanan dan pelayanan memberikan dampak signifikan terhadap persepsi publik. Menurutnya, masyarakat merasakan langsung kecepatan respons dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

"Yang dirasakan masyarakat adalah Polri hadir memberikan pelayanan yang cepat dan membuat masyarakat merasa nyaman. Hal ini menjadi indikator penting keberhasilan Operasi Ketupat," jelasnya.

Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan operasi, Polri juga mendapatkan banyak tanggapan positif dari masyarakat. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

"Dalam 13 hari pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri banyak mendapatkan respons positif dari masyarakat. Ini menjadi catatan baik dan harus terus dipertahankan ke depan," pungkasnya.

Dengan capaian tersebut, Polri diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengamanan momen-momen besar yang melibatkan mobilitas masyarakat secara masif seperti arus mudik dan balik Lebaran.


Share:

Langkah Awal Jadi Taruna Akpol, 76 Peserta Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS. Bhayangkara DIY

jogja.polri.go.id -Humas, Sebanyak 76 orang yang terdiri dari 70 pria dan 6 wanita mengikuti Pemeriksaan Kesehatan tahap I Seleksi Penerimaan Terpadu Taruna Akpol T.A. 2026 Panitia Daerah DIY.

Pemeriksaan kesehatan dilaksanakan hari ini Selasa 7 April 2026 di RS. Bhayangkara Polda DIY.

Rikkes tahap I kali ini diawasi oleh pengawas internal dari Bidporam Polda DIY serta dari Itwasda Polda DIY. Adapun pengawas eksternal didatangkan langsung dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY.

Beberapa item pemeriksaan Kesehatan yang diperiksa meliputi pemeriksaan secara keseluruhan yaitu pemeriksaan tinggi badan, berat badan, gigi dan mulut, tensi nadi, visus mata, telinga hidung tenggorokan (THT), tes buta warna, hingga pemeriksaan fisik luar.

Adapun hasil dari tes kesehatan tahap 1 ini akan diumumkan hari ini juga untuk mengetahui peserta yang memenuhi syarat ataupun yang tidak memenuhi syarat. Bagi yang memenuhi syarat maka berhak mengikuti rangkaian seleksi berikutnya yaitu tes pemeriksaan psikologi, tes jasmani, hingga pemeriksaan kesehatan tahap 2 (organ dalam).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., di dampingi Karo SDM Polda DIY dan Kabid Dokkes Polda DIY.

Share:

Postingan Populer