Bantul - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Alas Song Besusong, Dusun Giriloyo RT 05, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul. Bhabinkamtibmas Wukirsari bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan warga bergerak cepat setelah mendapat laporan kebakaran pada Rabu (2/9/2026).
Penanganan kebakaran tersebut dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Bhabinkamtibmas Wukirsari Aipda Chrismawan Adi Nugroho bersama personel FPRB dan warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah kobaran api merembet ke arah permukiman.
Setibanya di lokasi, petugas dan warga berupaya memutus jalur rembetan api. Upaya tersebut dilakukan karena kobaran api sebelumnya bergerak mendekati area permukiman warga.
"Begitu mendapat laporan, kami bersama FPRB dan warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet ke permukiman," ujar Aipda Chrismawan Adi Nugroho.
Berkat respons cepat tersebut, api yang mengarah ke permukiman berhasil dikendalikan. Dengan demikian, area di sekitar rumah warga untuk sementara dapat diamankan dari ancaman kobaran api.
Meski begitu, proses pemadaman belum dapat dilakukan secara menyeluruh. Hal itu disebabkan kondisi medan yang cukup curam, sementara api masih terlihat merembet ke arah kawasan perbukitan.
"Api yang mengarah ke permukiman berhasil kami kendalikan. Namun, karena kondisi medan cukup curam dan masih ada api yang merembet ke arah perbukitan, kami tetap melakukan pemantauan di lokasi," katanya.
Selanjutnya, personel gabungan tetap disiagakan di sekitar lokasi kebakaran. Mereka melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun meluasnya kobaran akibat kondisi lahan yang kering.
Selain melakukan pemadaman, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan perbukitan dan lahan yang kondisinya kering.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, khususnya di kawasan lahan kering dan perbukitan," ujarnya.
Dengan adanya sinergi antara Bhabinkamtibmas, FPRB Wukirsari dan masyarakat, kobaran api yang sempat mengarah ke permukiman berhasil dikendalikan. Sementara itu, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan tidak terjadi perluasan kebakaran.
Penanganan kebakaran tersebut dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Bhabinkamtibmas Wukirsari Aipda Chrismawan Adi Nugroho bersama personel FPRB dan warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah kobaran api merembet ke arah permukiman.
Setibanya di lokasi, petugas dan warga berupaya memutus jalur rembetan api. Upaya tersebut dilakukan karena kobaran api sebelumnya bergerak mendekati area permukiman warga.
"Begitu mendapat laporan, kami bersama FPRB dan warga langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet ke permukiman," ujar Aipda Chrismawan Adi Nugroho.
Berkat respons cepat tersebut, api yang mengarah ke permukiman berhasil dikendalikan. Dengan demikian, area di sekitar rumah warga untuk sementara dapat diamankan dari ancaman kobaran api.
Meski begitu, proses pemadaman belum dapat dilakukan secara menyeluruh. Hal itu disebabkan kondisi medan yang cukup curam, sementara api masih terlihat merembet ke arah kawasan perbukitan.
"Api yang mengarah ke permukiman berhasil kami kendalikan. Namun, karena kondisi medan cukup curam dan masih ada api yang merembet ke arah perbukitan, kami tetap melakukan pemantauan di lokasi," katanya.
Selanjutnya, personel gabungan tetap disiagakan di sekitar lokasi kebakaran. Mereka melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun meluasnya kobaran akibat kondisi lahan yang kering.
Selain melakukan pemadaman, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan perbukitan dan lahan yang kondisinya kering.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, khususnya di kawasan lahan kering dan perbukitan," ujarnya.
Dengan adanya sinergi antara Bhabinkamtibmas, FPRB Wukirsari dan masyarakat, kobaran api yang sempat mengarah ke permukiman berhasil dikendalikan. Sementara itu, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan tidak terjadi perluasan kebakaran.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar