• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Dituduh Curi Motor, Pemuda di Bantul Tewas Dikeroyok, 4 Pelaku Diamankan

 

Polisi berhasil membekuk para pelaku pengeroyokan terhadap Wahyu Adi Setiawan (24), warga Ngestiharjo, Kasihan, Bantul hingga korban meninggal dunia saat menjalani perawatan medis. Korban dikeroyok karena dicurigai mencuri motor milik tetangganya.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Achmad Mirza, mengatakan kasus itu dilaporkan oleh ayah korban usai mendapati anaknya masuk RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman pada Senin (19/5). Saat itu, kondisi Wahyu sudah tidak sadarkan diri.

"Selanjutnya pelapor dapat informasi berupa video, dalam video itu anaknya dikeroyok oleh beberapa orang," katanya saat jumpa pers di Polres Bantul, Rabu (25/6/2025).

Oleh sebab itu, ayah Wahyu melaporkan kejadian itu ke Polres Bantul. Terlebih, beberapa hari kemudian anaknya meninggal dunia.

"Tiga hari pascadibawa ke rumah sakit korban meninggal dunia," ujarnya.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan, dan mengantongi identitas para pelaku. Hingga akhirnya polisi meringkus para pelaku beberapa waktu lalu.

"Ada empat orang yang diamankan, keempatnya diamankan di rumahnya masing-masing yang ternyata masih tetangga korban," ucapnya.

Adapun keempat pelaku adalah AW (31), NP (29), AFS (20) dan DAK (20). Keempatnya merupakan warga Kasihan, Bantul.

"Dari keterangan, keempat pelaku mencurigai korban mencuri motor milik NP. Karena itu, korban dijemput salah satu pelaku dan membawanya ke sekitar makam Sutopadan untuk diajak minum-minuman keras," katanya.

Ketika minum-minuman keras itu, AW menanyai Wahyu terkait apakah benar hendak mencuri motor milik NP. Saat itu, Wahyu mengakui perbuatannya.

"Setelah korban mengaku keempat pelaku langsung memukul dan menendang korban hingga korban pingsan. Lalu korban dibawa ke PKU Muhammadiyah Gamping dan akhirnya meninggal dunia," ujarnya.

Atas perbuatannya, keempat pelaku disangkakan Pasal 170 KUHP ayat (2) ke-3. Di mana Pasal itu tentang kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama dan terang-terangan hingga mengakibatkan kematian.

"Untuk ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara," ucapnya.
Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Ringinharjo Sambangi Petani Cabe, Jaga Kondusifitas di Sektor Pertanian

 

Bhabinkamtibmas Kalurahan Ringinharjo Aipda Andri menyambangi area pertanian cabe di bulak sawah Gemahan, Ringinharjo, Bantul, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Dalam sambangnya, Aipda Andri berdialog langsung dengan para petani cabe dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, khususnya terkait pengelolaan sumber daya air irigasi. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kerukunan antarpetani untuk mencegah potensi konflik yang dapat muncul akibat pembagian air irigasi.

Sambang tersebut merupakan bagian dari upaya preventif Bhabinkamtibmas dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan produktif di masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

Melalui kegiatan sambang dan pembinaan seperti ini, Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah-tengah masyarakat, memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat desa dalam menjaga kondusifitas wilayah. Hal ini menunjukkan kepedulian Polri terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan para petani.
Share:

Bhabinkamtibmas Kalurahan Potorono Hadiri Pertemuan Kelompok Tani Sri Makmur, Bahas Ketahanan Pangan dan Kamtibmas

 

Bhabinkamtibmas Kalurahan Potorono Aipda Sugiyanto menghadiri pertemuan rutin Gabungan Kelompok Tani (Gakpotan) Sri Makmur, di Dusun Mertosanan Wetan, Potorono, Banguntapan, Bantul, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Badan Penyuluh Pertanian (BPP) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kapanewon Banguntapan, Pamong, Ketua dan anggota Gakpotan Sri Makmur, serta Babinsa setempat.

Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan program-program strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan. Topik utama meliputi distribusi pupuk bersubsidi, kendala dan solusi dalam penanaman jagung dan padi, serta evaluasi kemajuan dan rencana kerja Gakpotan Sri Makmur.

Diskusi berlangsung dinamis dan penuh antusiasme, menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian demi kesejahteraan masyarakat Kalurahan Potorono.

Pada kesempatan itu, Aipda Sugiyanto juga menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban selama menjalankan aktivitas pertanian maupun dalam kehidupan sehari-hari, serta melaporkan segala bentuk potensi gangguan keamanan kepada pihak berwajib.
Share:

Polisi Amankan Aksi Damai Penambang Pasir di Bunderan Srandakan Bantul

 

Personel Polres Bantul yang terseprin secara resmi bergabung dengan jajaran Polsek Srandakan dalam melaksanakan kegiatan pengamanan aksi damai yang digelar oleh Perkumpulan Penambang Progo Sejahtera dan Kelompok Penambang Progo. Aksi tersebut berlangsung di kawasan bunderan Srandakan, Rabu (25/6/2025), 

Dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian guna menjaga situasi tetap kondusif.

Kegiatan pengamanan dimulai sejak pagi hari dengan apel kesiapan di Bunderan Srandakan. Petugas dari Polres Bantul diperbantukan untuk memastikan pengamanan berjalan optimal, mengingat lokasi aksi merupakan titik strategis yang kerap dilintasi kendaraan dari arah Kulon Progo maupun Bantul.

Kapolsek Srandakan, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara humanis dan mengedepankan pendekatan persuasif. "Kami hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Koordinasi dengan para peserta aksi berjalan baik, dan hingga saat ini situasi tetap aman dan terkendali," ujarnya.

Aksi damai yang dilakukan oleh dua kelompok penambang tersebut bertujuan menyuarakan aspirasi terkait keberlangsungan kegiatan penambangan yang mereka lakukan di aliran Sungai Progo. Mereka meminta adanya kepastian hukum dan perlindungan terhadap aktivitas penambangan yang menurut mereka dilakukan secara legal dan bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan gangguan keamanan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. ( Humas Polsek Srandakan ) 
Share:

Polres Bantul Anjangsana Purnawirawan Polri Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-79

 

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Bantul menggelar kegiatan anjangsana sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para purnawirawan Polri. Salah satu kunjungan dilakukan pada Selasa (24/06/2025), ke kediaman Bapak Mujiyono, seorang purnawirawan Polri yang beralamat di Mandingan, Kalurahan Ringinharjo, Bantul.

Rombongan anjangsana dipimpin langsung oleh Kabagren Polres Bantul Kompol Gunardi Tejamurti SH MH, didampingi Kasat Samapta Polres Bantul, personel Polres Bantul dan Polsek Bantul, serta Bhabinkamtibmas Kalurahan Ringinharjo Aipda Andri.

Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap para purnawirawan yang telah mengabdikan diri untuk bangsa dan negara melalui institusi Kepolisian.

Dalam suasana hangat dan kekeluargaan, rombongan menyerahkan bingkisan tali asih kepada Bapak Mujiyono. Kegiatan ini tak hanya sebagai pemberian bantuan, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antara Polisi aktif dengan para sesepuh Polri.

“Anjangsana ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79,” jelas Kabagren Polres Bantul.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu menghargai dan mengingat jasa-jasa para purnawirawan yang telah berdedikasi untuk negeri ini,” imbuhnya.

Bapak Mujiyono dan keluarganya menyambut hangat kunjungan tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan penghormatan yang diberikan oleh Polres Bantul.
Share:

Polisi Gelar Rekonstruksi Pemuda Bunuh Pacar di Bantul, Mayatnya Disimpan hingga Jadi Kerangka

 

Polres Bantul menggelar rekonstruksi kasus pria bunuh pacar di bantul yang menyimpan mayatnya hingga menjadi kerangka. Peristiwa tragis ini menewaskan korban seorang wanita berinisial EDP (23), warga Sumberadi, Mlati, Sleman.

Dalam reka ulang, kepolisian menghadirkan penyidik dari Kejaksaan Negeri Bantul, saksi-saksi serta tersangka MRR (24), warga Kretek, Bantul.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan rekontruksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara pada peristiwa yang terjadi di salah satu kos di Sabdodadi, Bantul, pada tanggal 24 September 2024.

"Dari rencana 41 adegan, berkembang menjadi 52 adegan dalam reka ulang ini," kata Jeffry dalam keterangannya, Selasa (24/6/2025).

Dalam rekonstruksi, tersangka dan saksi melakukan adegan mulai dari tersangka MRR pulang dari bekerja. Adegan dilanjutkan dengan korban berada di dapur sedang menggoreng bakso. Sedangkan tersangka sedang mencuci piring, hingga akhirnya terjadi cekcok. 

"Pada adegan 7, tersangka mencekik leher korban menggunakan kedua tangannya," terang dia. 

Dalam adegan selanjutnya, saat posisi dicekik korban sempat meminta maaf dengan isyarat menyimpulkan ke dua tangannya kepada tersangka.
        
“Korban juga sempat melakukan perlawanan dengan cara mencakar leher tersangka,” ungkap dia.

Badan korban akhirnya lemas dan badannya turun ke bawah hingga berbaring di lantai dalam posisi tersangka masih mencekik leher korban. 

“Untuk memastikan korban sudah tidak bernyawa, tersangka lalu mengecek nafas dari hidungnya serta nadi di pergelangan tangan korban,” ujar Jeffry.

Setelah korban dipastikan sudah tewas, tersangka lalu menyeret korban ke dalam kamar gudang.

Reka adegan diakhiri dengan tersangka mengendarai sepeda motor membawa 1 (satu) trash bag berisi tulang belulang yang dicuci dan 1 (satu) trash bag berisi pakaian, rambut, selimut dan jas hujan ke rumahnya di Kretek. Setelah sampai 1 (satu) trash bag berisi tulang belulang yang sudah bersih ditaruh di kamar dan 1 (satu) trash bag berisi pakaian, rambut, selimut dan jas hujan ditaruh di pekarangan selatan rumah.

“Tersangka lalu membakar 1 (satu) trash bag berisi pakaian, rambut, selimut dan jas hujan yang terkena cairan mayat korban,” katanya.

Rekonstruksi yang berlangsung di Mapolres Bantul ini, disaksikan langsung oleh keluarga korban.

Pihak kepolisian memilih lokasi lain dari TKP untuk rekonstruksi tersebut dengan tujuan menjaga situasi agar tetap kondusif. 

"Kami memang memilih lokasi yang berbeda, dengan alasan keamanan dan menjaga kondusivitas,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tersangka pembunuh pacar yang menyimpan mayatnya di rumah hingga menjadi kerangka, MRR (24) mengaku tega melakukan perbuatan kejinya karena kerap mendapatkan kekerasan fisik dari sang pacar.

MRR yang merupakan warga Kretek, Bantul ini mengaku sudah mengenal korban, EDP (23) sejak 2019. Hingga akhirnya mereka menjalin hubungan asmara.

"Selama lima tahun menjalani hubungan itu awalnya memang seperti hubungan biasa, pacaran biasa. Tetapi semakin lama mungkin temperamen dan emosionalnya korban semakin terlihat dan saya memang mendapatkan beberapa kali kekerasan fisik," kata MRR saat dihadirkan dalam jumpa pers di Lobby Polres Bantul, Selasa (25/3/2025).

Puncaknya, pada 24 September 2024 sekitar pukul 09.00 WIB MRR tidak bisa lagi menahan emosinya usai dipukul dengan sapu sebanyak lima kali. Hingga akhirnya MRR mencekik korban di kontrakannya, Manding, Sabdodadi, Bantul.

"Karena mungkin emosi saya masih meluap-luap sehingga saya tidak bisa berpikir dengan jernih, yang ada hanya melampiaskan emosi saya tapi malah sampai seperti itu," ujarnya.

Namun, MRR mengaku masih menyayangi EDP saat kejadian tersebut. Hanya saja MRR sudah tidak kuat lagi mendapatkan perlakuan seperti itu.

"Kalau misal ditanya masih sayang atau tidak ya memang waktu itu saya masih sayang. Akan tetapi mungkin tidak kuat di bagian temperamen korban itu," ucapnya.

Ketika ditanya mengapa tidak memilih putus hubungan asmara dengan korban, MRR mengaku sudah beberapa kali kabur dari korban. Mengingat selama menjalani hubungan tersebut MRR tinggal bersama dengan korban dan sempat berpindah-pindah juga.

"Saya sebenarnya sudah beberapa kali kabur, kan selama lima tahun itu kita juga tinggal bersamalah istilahnya," katanya.

Akan tetapi, korban selalu bisa menemukan keberadaan MRR. Bahkan MRR mengaku pernah kabur hingga jauh dan tetap bisa ditemukan oleh pacarnya.

"Selama tinggal bersama saya sudah beberapa kali kabur, tetapi memang bisa ditemukan lagi sama korban, pasti ditemukan. Seberapa jauh saya kabur pasti ditemukan," ucapnya.

"Dengan cara hal tersebut saya juga menghindari supaya hal-hal seperti ini tidak terjadi. Tapi sudah terlanjur puncak emosi saya waktu itu dan memang sudah terjadi," lanjut MRR.
Share:

Polres Bantul Anjangsana ke Keluarga Almarhum Bripka Wiranto dalam Peringatan Hari Bhayangkara Ke-79

 

Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Bantul menggelar kegiatan anjangsana ke kediaman almarhum Bripka Wiranto di Padukuhan Manding, Trirenggo, Bantul, Selasa (24/6/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari, beserta PJU Polres Bantul dan didampingi Kapolsek Bantul, Kompol Budi Riyanto S.Sos.

Kunjungan tersebut menunjukkan penghormatan dan kepedulian institusi Polri terhadap jasa-jasa almarhum Bripka Wiranto yang telah mengabdi sebagai anggota Polri.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bantul menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada keluarga almarhum atas dedikasi dan pengabdian Bripka Wiranto semasa hidupnya.

“Anjangsana ini merupakan bentuk perhatian kami kepada keluarga besar Polri, khususnya keluarga almarhum Bripka Wiranto,” ujar AKBP Novita.

“Semoga silaturahmi ini memperkuat semangat kebersamaan di Hari Bhayangkara ke-79,” imbuhnya.

Istri almarhum Bripka Wiranto menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian dari Polres Bantul. Acara diakhiri dengan doa bersama dan pemberian tali asih sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas.

Polres Bantul berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan kekeluargaan antar anggota dan meningkatkan kedekatan dengan masyarakat. (Humas Polsek Bantul Polres Bantul)
Share:

Postingan Populer